Kartu grafis Intel Arc Pro B70 dengan VRAM 32GB GDDR6 untuk AI lokal

Intel Arc Pro B70: Alternatif VRAM 32GB Murah Saingi RTX 5090

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Intel Arc Pro B70 menawarkan 32GB VRAM GDDR6 dengan harga sekitar $1.000
  • Hanya seperempat dari harga RTX 5090 di pasaran saat ini
  • Menggunakan chip BMG-G31 "Big Battlemage" yang awalnya untuk Arc B770
  • Performa decoding 4-5x lebih lambat dari RTX 5090 karena bandwidth lebih kecil
  • Unggul dalam model AI yang membutuhkan memori besar untuk parameter
  • Ekosistem software (oneAPI, OpenVINO, IPEX) masih tertinggal dari Nvidia CUDA
  • Tersedia mendekati MSRP, tidak mengalami kenaikan harga seperti GPU Nvidia
  • Solusi skalabel dengan konfigurasi multi-GPU untuk total memori lebih besar

Telset.id – Krisis DRAM dan harga GPU Nvidia RTX 5090 yang melambung tinggi membuat para pengembang AI lokal kesulitan mendapatkan kartu grafis yang memadai. Di tengah situasi ini, Intel Arc Pro B70 hadir sebagai alternatif menarik dengan menawarkan 32GB VRAM GDDR6 hanya dengan harga seperempat dari harga RTX 5090 di pasaran.

GPU kelas profesional ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI, bukan untuk gaming. Dengan harga referensi $950 atau sekitar $1.000 di pasaran, Intel Arc Pro B70 menjadi pilihan yang sangat ekonomis bagi mereka yang membutuhkan VRAM besar untuk menjalankan model AI lokal.

Intel Arc Pro B70 memanfaatkan chip BMG-G31 “Big Battlemage” yang awalnya direncanakan untuk seri Arc B770 yang dibatalkan. GPU ini hadir untuk mengisi kekosongan di segmen AI lokal yang diabaikan oleh AMD dan Nvidia, yang saat ini lebih fokus pada pasar enterprise kelas atas.

Meskipun Intel dikenal luas sebagai produsen CPU, lini Arc Pro justru fokus pada beban kerja profesional dan AI. Kartu grafis ini tetap mampu menjalankan berbagai game modern, namun prioritas utamanya adalah performa untuk komputasi AI.

Perbandingan performa antara Intel Arc Pro B70 dan Nvidia RTX 5090 menunjukkan perbedaan yang signifikan. Dalam pengujian yang dilakukan oleh Puget Systems, RTX 5090 terbukti 4-5 kali lebih cepat dalam tugas decoding berkat bandwidth memori yang jauh lebih besar, yaitu 1792 GB/s dibandingkan 608 GB/s pada Arc Pro B70.

Namun, ada keuntungan tersendiri bagi model AI yang membutuhkan memori besar untuk parameternya. Dalam skenario seperti itu, konfigurasi dengan empat Intel Arc Pro B70 menjadi pilihan yang jauh lebih hemat biaya dibandingkan RTX 5090, dengan akses ke total memori yang lebih besar.

Kendala utama Intel Arc Pro B70 adalah ekosistem perangkat lunak. Nvidia memiliki keunggulan besar dengan dukungan CUDA yang luas di berbagai sistem operasi. Banyak library yang dikodekan khusus untuk Nvidia tidak dapat berjalan di hardware Intel.

Intel sendiri memiliki solusi seperti oneAPI, OpenVINO, dan IPEX yang terus dikembangkan. Namun, ekosistem ini masih dianggap tertinggal dari AMD ROCm, yang mana ROCm sendiri masih berada di belakang ekosistem Nvidia.

Meskipun demikian, Intel Arc Pro B70 tetap menjadi alternatif yang menarik karena ketersediaannya yang masih mendekati MSRP. Di saat harga Nvidia Kembali Produksi RTX 3060 pun menjadi sorotan, Arc Pro B70 menawarkan solusi VRAM besar dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Dengan 32GB VRAM GDDR6, Intel Arc Pro B70 menjadi pilihan yang sangat skalabel bagi para pengembang AI. GPU ini dapat dikonfigurasi dalam jumlah banyak untuk meningkatkan total kapasitas memori tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Krisis DRAM yang melanda industri membuat harga GPU Nvidia RTX 5090 melambung hingga dua kali lipat dari MSRP $2.000. Hal ini mendorong banyak pengembang AI beralih ke GPU lama seperti RTX 4090, RTX 3090 Ti, dan RTX 3090 yang memiliki VRAM 24GB.

The Intel Arc Pro B70 GPU pictured

Intel Arc Pro B70 hadir untuk mengatasi masalah tersebut dengan menawarkan kapasitas VRAM yang lebih besar dengan harga yang lebih masuk akal. Bagi mereka yang membutuhkan akses ke memori besar untuk parameter model AI, GPU ini menjadi pilihan yang sangat cost-efficient.

Perlu dicatat bahwa untuk tugas-tugas yang membutuhkan lebih banyak komputasi dan bandwidth dibandingkan memori, RTX 5090 tetap menjadi pilihan yang lebih unggul. Namun, untuk model AI yang membutuhkan memori besar, Intel Arc Pro B70 menawarkan solusi yang lebih ekonomis.

Dalam jangka panjang, Intel berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem perangkat lunaknya. Dengan peningkatan pada oneAPI, OpenVINO, dan IPEX, diharapkan kesenjangan dengan Nvidia dapat terus diperkecil.

Bagi para pengembang AI yang memiliki anggaran terbatas namun membutuhkan VRAM besar, Intel Arc Pro B70 menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. GPU ini menawarkan keseimbangan antara kapasitas memori, performa, dan harga yang kompetitif.

Dengan harga sekitar $1.000 per unit, konfigurasi multi-GPU dengan Intel Arc Pro B70 menjadi jauh lebih terjangkau dibandingkan solusi Nvidia. Hal ini membuka akses bagi lebih banyak pengembang untuk menjalankan model AI yang membutuhkan memori besar.

Meskipun ekosistem perangkat lunak masih menjadi tantangan, Intel terus berupaya meningkatkan kompatibilitas dan performa GPU Arc Pro untuk beban kerja AI. Dengan dukungan yang terus berkembang, GPU ini berpotensi menjadi alternatif yang semakin menarik di masa depan.

Bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang alternatif GPU AI, BYD Seal Uji Teknologi ADAS Horizon juga menjadi topik yang relevan untuk diikuti.

Intel Arc Pro B70 membuktikan bahwa ada alternatif yang layak di luar dominasi Nvidia untuk kebutuhan AI lokal. Dengan VRAM 32GB dan harga yang terjangkau, GPU ini menjadi pilihan menarik bagi para pengembang yang ingin memaksimalkan anggaran mereka.

Kesimpulannya, Intel Arc Pro B70 menawarkan solusi yang sangat kompetitif di segmen GPU AI kelas menengah. Dengan kapasitas VRAM yang besar dan harga yang terjangkau, GPU ini menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan bagi siapa pun yang membutuhkan akses ke memori besar untuk model AI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.