Indonesia Paling Kreatif Pakai AI Visual di Asia Tenggara

Indonesia Paling Kreatif Pakai AI Visual di Asia Tenggara

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Indonesia dinobatkan sebagai negara paling kreatif dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) visual di Asia Tenggara. Hal ini terungkap dalam laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang dirilis Google pada Selasa (14/7/2026).

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia menghasilkan hampir sembilan juta gambar kustom setiap hari menggunakan aplikasi Gemini. Angka ini menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, mengungguli negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

β€œDi Indonesia, satu dari setiap tiga prompt (perintah) bersifat murni kreatif. Masyarakat Indonesia menghasilkan sembilan juta gambar kustom setiap hari untuk mewujudkan ide-ide mereka, jumlah terbanyak di kawasan ini,” ujar Vice President, Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha dalam acara daring tersebut.

Tingginya kreativitas visual masyarakat Indonesia tidak lepas dari dominasi penggunaan perangkat seluler. Google mencatat bahwa 82 persen prompt Gemini di Indonesia berasal dari perangkat mobile. Selain itu, satu dari dua perintah yang diberikan telah melibatkan masukan multimodal, seperti suara atau gambar, tidak lagi hanya berupa teks.

Kemudahan beraktivitas melalui perangkat seluler menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat Indonesia untuk mengekspresikan ide-ide mereka melalui pembuatan gambar berbasis AI. β€œHal unik lainnya dari Indonesia adalah cara mereka memberikan prompt. Sebanyak 82 persen prompt Gemini di Indonesia berasal dari perangkat seluler. Selain itu, hampir separuhnya menggunakan input suara atau gambar untuk menuangkan ide saat sedang bepergian,” tambah Sapna.

Secara regional, laporan Gemini Report: Southeast Asia 2026 juga mencatat tren positif adopsi AI generatif. Sekitar 40 persen kueri yang diajukan pengguna Gemini di Asia Tenggara bertujuan menghasilkan karya baru, mulai dari gambar, musik, video, hingga dokumen. Dalam setahun terakhir, pengguna di kawasan itu telah menghasilkan lima miliar gambar menggunakan model pembuat gambar Nano Banana. Tak hanya itu, hampir 1 juta lagu telah diciptakan di Asia Tenggara sejak Google memperkenalkan Lyria 3, model pembuat musik dari Gemini.

Pertumbuhan adopsi Gemini di Asia Tenggara juga menunjukkan angka yang signifikan. Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di kawasan itu melonjak lebih dari dua kali lipat. Google menyebut pertumbuhan tersebut didukung oleh dominasi populasi muda yang melek teknologi serta kemampuan Gemini memahami bahasa-bahasa lokal di Asia Tenggara.

Temuan ini menempatkan Indonesia pada posisi unik dalam peta adopsi AI di Asia Tenggara. Kreativitas visual yang tinggi, didukung oleh mobilitas pengguna, menjadi modal penting bagi pengembangan ekosistem kecerdasan buatan di tanah air. Hal ini juga sejalan dengan berbagai inisiatif pemerintah untuk mendorong transformasi digital dan pemanfaatan AI di berbagai sektor. Ke depannya, tren ini diprediksi akan terus berkembang seiring dengan peningkatan literasi digital dan akses terhadap teknologi AI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.