Telset.id – Google memperkenalkan sistem pengukuran baru untuk penggunaan layanan kecerdasan buatan Gemini. Perubahan ini membuat pengguna tidak lagi bisa mengandalkan hitungan jumlah permintaan, melainkan berdasarkan kompleksitas komputasi dari setiap perintah yang diberikan.
Kebijakan baru ini secara fundamental mengubah cara pengguna berinteraksi dengan asisten AI Google. Jika sebelumnya pengguna bisa memperkirakan batas pemakaian dengan mudah, kini semuanya menjadi lebih dinamis dan bergantung pada jenis permintaan yang diajukan.
Google kini mengukur pemakaian Gemini AI berdasarkan kebutuhan daya komputasi dari setiap permintaan, bukan lagi dari jumlah permintaan itu sendiri. Artinya, pengguna yang dulu bisa menghasilkan tiga video sehari, kini mungkin hanya bisa membuat dua video jika video tersebut memiliki tingkat kerumitan tinggi.
Perubahan ini lebih masuk akal dari sisi Google karena perusahaan dapat mengukur seberapa besar sumber daya yang sebenarnya dikonsumsi pengguna di pusat data mereka. Namun dari sudut pandang pengguna, sistem ini terasa lebih abstrak dan sulit diprediksi.
Google juga menyatakan dalam dokumen dukungannya bahwa “akses dapat berubah atau dibatasi berdasarkan pengujian, eksperimen, atau ketersediaan.” Hal ini secara tidak langsung berarti kapasitas pemakaian AI bisa berbeda dari hari ke hari.
Dua faktor utama yang menentukan seberapa banyak AI yang bisa digunakan adalah paket langganan yang dipilih, serta kompleksitas dan panjangnya perintah yang diberikan. Meminta prakiraan cuaca tentu akan berbeda dengan meminta kode aplikasi mini untuk dibuat.
Model Gemini AI yang digunakan juga mempengaruhi batas pemakaian. Pengguna dapat memilih model yang diinginkan langsung dari kotak perintah. Setiap model memiliki karakteristik dan kebutuhan komputasi yang berbeda.
Pilihan Paket dan Kuota Masing-Masing
Bagi pengguna di Amerika Serikat, terdapat empat opsi langganan Gemini AI yang bisa dipilih, atau tetap menggunakan versi gratis. Paket berlangganan tersebut adalah AI Plus seharga $8 per bulan, AI Pro seharga $20 per bulan, dan AI Ultra dengan harga $100 atau $200 per bulan.
Semakin mahal paket yang dipilih, semakin besar pula kuota AI yang didapatkan. Ini berarti pengguna bisa menggunakan model AI yang lebih canggih untuk waktu yang lebih lama.
Google tidak menyebutkan secara spesifik batas pemakaian untuk pengguna gratis, hanya menyebutnya sebagai “standar.” Pengguna paket AI Plus mendapatkan dua kali lipat dari batas standar tersebut, sementara pengguna AI Pro mendapat empat kali lipat.
Untuk paket AI Ultra, batas pemakaiannya bisa lima kali atau dua puluh kali lebih tinggi dari AI Pro, tergantung pada tingkat pembayaran yang dipilih. Semua pengguna tetap memiliki akses ke semua model Gemini AI, termasuk Flash-Lite, Flash, dan Pro.
Seiring dengan meningkatnya kecerdasan model yang digunakan, pemakaian akan semakin banyak diperhitungkan. Setiap model juga memiliki tingkat “pemikiran” yang berbeda, yaitu Standard, Extended, dan Deep Think, yang mempengaruhi kualitas respons, kecepatan, dan batas pemakaian.
Perbedaan terakhir antar model adalah ukuran jendela konteks. Ini menunjukkan seberapa banyak informasi yang bisa dimasukkan dalam satu percakapan. Untuk pengguna gratis, jendela konteksnya adalah 32K token, setara dengan sekitar 24.000 kata.
Pengguna AI Plus mendapatkan 128K token atau sekitar 96.000 kata, sedangkan pengguna AI Pro dan Ultra memiliki batas satu juta token atau sekitar 750.000 kata. Perbedaan ini signifikan dan mempengaruhi pengalaman penggunaan.
Baca Juga:
Cara Cek Pemakaian AI
Meskipun aturan baru seputar pemakaian AI mungkin kurang spesifik, setidaknya pengguna bisa dengan mudah memeriksa status pemakaian mereka. Di aplikasi Gemini versi web, klik ikon roda gigi di pojok kiri bawah, lalu pilih Usage limits.
Di aplikasi seluler untuk Android atau iOS, ketuk tombol menu di kiri atas, lalu ikon roda gigi, dan pilih Usage limits. Pengguna akan melihat dua bilah indikator.
Bilah pertama menunjukkan pemakaian saat ini yang akan direset setiap lima jam. Jika batas ini terlampaui, pengguna harus menunggu hingga waktu reset berikutnya. Aplikasi Gemini akan menampilkan waktu reset tersebut.
Bilah kedua adalah batas mingguan yang direset setiap minggu. Informasi ini juga akan ditampilkan di layar. Jika pengguna berbayar mencapai batas ini, mereka akan diturunkan ke model AI paling dasar yang bisa terus digunakan hingga reset berikutnya.
Tidak mengherankan, pengguna akan melihat tawaran untuk meningkatkan paket langganan di layar batas pemakaian. Google juga menegaskan bahwa batas pemakaian dapat berubah tanpa pemberitahuan karena keterbatasan kapasitas.
Pengguna gratis mungkin akan menjadi pihak pertama yang terkena dampak jika Google perlu mengelola sumber daya AI-nya. Hal ini penting untuk diingat, terutama bagi mereka yang mengandalkan Gemini untuk pekerjaan sehari-hari.
Perubahan sistem kuota ini menuntut pengguna untuk lebih bijak dalam menggunakan layanan AI. Memilih model yang tepat dan menyesuaikan kompleksitas perintah bisa membantu mengoptimalkan pemakaian.
Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas besar, paket berbayar tentu menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun, pengguna gratis masih bisa menikmati layanan dengan pemahaman yang baik tentang batasan yang ada.
Google terus berupaya menyeimbangkan antara memberikan layanan AI yang canggih dengan pengelolaan sumber daya yang efisien. Perubahan ini adalah langkah menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan untuk layanan AI.
Pengguna disarankan untuk selalu memeriksa batas pemakaian mereka secara berkala, terutama jika sering menggunakan Gemini untuk tugas-tugas berat. Dengan memahami sistem baru ini, pengguna dapat merencanakan penggunaan AI dengan lebih efektif.





Komentar
Belum ada komentar.