📑 Daftar Isi

Ilustrasi gembok keamanan di depan logo Google Chrome menandakan privasi data

Google Kini Latih AI dengan Data Media Pengguna, Begini Cara Aturnya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google meluncurkan fitur Search Services History yang aktif secara default
  • Fitur ini menyimpan foto Google Lens, data terjemahan, dan perintah suara
  • Data tersebut digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan Google
  • Data yang sudah dihapus tetap bisa tersimpan hingga empat tahun dalam sistem AI
  • Cara mematikan: kunjungi myactivity.google.com dan nonaktifkan toggle
  • Cari checkbox "Save media" dan hapus centangnya
  • Jika belum ada tab baru, nonaktifkan melalui Web & App Activity
  • Tindakan harus segera dilakukan untuk mencegah pengumpulan data lebih lanjut

Telset.id – Google secara diam-diam mengaktifkan fitur baru bernama “Search Services History” yang secara otomatis menyimpan data media seperti foto Google Lens, data terjemahan, dan perintah suara untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) mereka. Fitur ini aktif secara default bagi pengguna yang masih mengaktifkan pengaturan Web & App Activity utama.

Kebijakan baru ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna karena data pribadi yang diunggah secara langsung—bukan sekadar file yang diputar atau diklik—kini bisa digunakan untuk melatih sistem AI Google. Jika Anda sudah mematikan Web & App Activity, data Anda aman. Namun bagi mayoritas pengguna yang belum melakukannya, langkah pencegahan perlu segera diambil.

Data yang dikumpulkan meliputi gambar dari Google Lens, hasil terjemahan, serta perintah suara yang Anda berikan secara langsung. Google tidak mengambil data dari file eksternal yang hanya Anda dengarkan atau klik, tetapi fokus pada input yang sengaja Anda unggah ke layanan mereka.

Yang lebih mengkhawatirkan, meskipun Anda menghapus riwayat tersebut agar terputus dari akun, versi anonim dari data tersebut masih bisa tersimpan dalam sistem pelatihan AI Google hingga empat tahun ke depan. Artinya, semakin lama Anda menunda tindakan, semakin banyak data pribadi yang berpotensi terserap ke dalam dataset pelatihan AI.

Cara Mematikan Pelatihan AI Google

Untuk melindungi privasi Anda, langkah pertama adalah mengunjungi halaman myactivity.google.com dan masuk ke akun Google Anda. Setelah itu, cari tab “Search Services History” — di sinilah Google menyimpan unggahan media Anda.

Jika tab tersebut sudah muncul, Anda akan melihat toggle di bagian atas yang bisa dimatikan. Langkah paling penting adalah mencari checkbox bertuliskan “Save media” dan segera hapus centangnya. Tindakan ini mencegah input gambar, audio, dan video Anda di masa depan digunakan untuk melatih model AI Google.

Karena Google meluncurkan fitur ini secara bertahap, Anda mungkin belum melihat tab baru tersebut. Jika demikian, klik opsi Web & App Activity sebagai gantinya, gulir ke bawah, dan cari opsi “Include voice and audio activity” lalu hapus centangnya.

Setelah Anda menghapus centang pada kotak media tersebut, Google akan berhenti mengumpulkan data baru untuk pelatihan AI mulai saat itu juga. Tindakan ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin karena semakin lama Anda menunggu, semakin banyak unggahan aktif yang tersapu ke dalam dataset Google.

Perlu diingat bahwa meskipun Anda dapat menghapus file individual nanti untuk memutuskan koneksinya dari profil, data yang sudah ditelan oleh sistem pelatihan AI dapat tetap berada dalam sistem anonim mereka hingga empat tahun sebelum benar-benar dibersihkan.

Kebijakan baru Google ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin agresif dalam mengumpulkan data pengguna untuk pengembangan AI. Langkah serupa juga telah dilakukan oleh berbagai perusahaan teknologi besar lainnya, menjadikan kesadaran dan pengaturan privasi sebagai keterampilan penting bagi pengguna digital saat ini.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat memastikan bahwa data pribadi Anda tidak lagi digunakan untuk melatih sistem AI Google tanpa sepengetahuan dan persetujuan eksplisit Anda. Privasi data adalah hak fundamental yang perlu dijaga di era kecerdasan buatan ini.

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang fitur AI Google lainnya, Anda bisa membaca artikel tentang Fitur Terbaru dari Google Gemini yang bukan sekadar chatbot biasa.

Selain itu, kebijakan privasi Google juga memengaruhi Widget Individu yang disiapkan untuk Play Store Collections, menunjukkan bagaimana data pengguna menjadi komoditas berharga dalam ekosistem layanan Google.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.