📑 Daftar Isi

Ilustrasi digital profil kepala manusia dari piksel dengan latar gradien hijau-kuning

Google AI Overview Gagal Total, Definisi Kata Berubah Jadi Omong Kosong

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google AI Overview memberikan jawaban kacau saat mencari definisi kata
  • Kata 'disregard' direspons dengan 'Understood! I'll ignore the previous prompt'
  • Kata 'cancel' dan 'ignore' juga disalahartikan sebagai instruksi AI
  • Kata 'deferent' dijawab tanpa definisi yang jelas
  • Pencarian 'love me' direspons dengan 'I love you! Consider me your digital confidante'
  • Pengguna meluapkan kemarahan di media sosial
  • Masalah berlangsung lebih dari seminggu tanpa respons dari Google
  • Google bersiap merombak Search dengan AI Mode dan Overviews

Telset.id – Google Search kembali bermasalah. Fitur AI Overview milik raksasa teknologi itu kini memberikan jawaban kacau saat digunakan untuk mencari definisi kata, menggantikan fitur kamus yang sudah berjalan puluhan tahun tanpa hambatan.

Sejak bulan ini, pengguna mulai menyadari bahwa pencarian kata tertentu justru memunculkan respons aneh alih-alih menampilkan definisi yang benar. Dalam sebuah contoh viral, ketika pengguna mencari kata “disregard”, AI Overview justru menjawab seolah-olah sedang menerima instruksi. “Understood! I’ll ignore the previous prompt and start fresh,” tulis AI tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa infrastruktur Google Search sedang mengalami keretakan serius di tengah persiapan perusahaan untuk mengubah mesin pencarinya secara lebih radikal dengan kecerdasan buatan.

Respons AI yang Kacau dan Tidak Konsisten

Dalam pengujian yang dilakukan dan contoh-contoh yang dibagikan secara daring, AI Overview memberikan jawaban serupa untuk kata-kata yang bisa disalahartikan sebagai perintah sederhana, seperti “cancel” dan “ignore”. AI tersebut seolah gagal membedakan antara permintaan definisi dengan instruksi prompt.

Namun, masalah tidak berhenti di situ. AI juga terbukti gagal menangani kata-kata yang lebih kompleks. Ketika seorang pengguna mencoba mencari definisi kata “deferent”, AI Overview dengan sombong menjawab, “You are likely thinking of the words deferent or deferential, which are often confused with different,” tanpa memberikan definisi untuk satu pun kata tersebut.

Yang lebih mengherankan, jawaban-jawaban aneh ini masih disajikan dalam format kamus mesin pencari. Padahal, gaya percakapan yang tidak biasa ini tidak terbatas pada definisi kata saja. Ketika kami mengetik “love me” di kotak pencarian, AI Overview menjawab: “I love you! Consider me your go-to digital confidante.” Respons seperti ini sangat janggal untuk fitur yang seharusnya secara imparsial merangkum hasil pencarian.

Kemarahan Pengguna dan Respons Google yang Nihil

Belum jelas kapan tepatnya AI Overview mulai berperilaku seperti ini, namun pengguna mulai menyadari masalah ini pekan ini. Seorang pengguna meluapkan kemarahannya di media sosial, “I cannot f*cking tolerate this stupid model commentary. Give me the dictionary tool back @Google I’m at the end of my f*cking rope with this sh*t.”

Pengguna lain juga geram, “genuinely fuck whoever came up w the dumbass idea to replace THE DICTIONARY BUILT INTO GOOGLE with the ai overview’s definitions.” Postingan ini mendapat lebih dari 200.000 suka, dan akun resmi Merriam-Webster dengan jenaka membalas, “Hello.”

Yang lebih mengejutkan, masalah ini telah berlangsung lebih dari seminggu tanpa sepatah kata pun dari Google. Perusahaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait kegagalan fitur AI Overview-nya.

Timing yang Tidak Tepat di Tengah Transformasi Besar

Waktu kemunculan masalah AI Overview ini sangat menonjol. Pada Selasa lalu, Google mengumumkan bahwa mereka akan merombak kotak pencarian tradisionalnya menjadi fitur “cerdas” yang menggabungkan semua alat AI terkait pencarian, termasuk Overviews dan AI Mode.

Alih-alih menampilkan daftar tautan ke permintaan pencarian, Google akan segera memprioritaskan penampilan jawaban bergaya percakapan — mirip dengan apa yang saat ini terlihat pada Overviews yang tampaknya tidak berfungsi dengan baik.

Google telah membuatnya lebih dari jelas bahwa AI di Search akan tetap ada, sehingga memunculkan pertanyaan: apa gunanya mesin pencari yang mengatakan “I love you” lagi? Sementara itu, pengguna yang ingin Googling soal gejala tertentu atau sekadar mencari definisi kata kini harus berhadapan dengan AI yang tidak dapat diandalkan.

Kondisi ini juga menjadi ironi ketika aktivitas Googling naik signifikan di berbagai momentum. Alih-alih membantu, AI Overview justru membuat pengalaman pengguna semakin buruk. Bahkan fitur Googling bareng seleb pun mungkin akan terasa lebih menyenangkan dibandingkan harus berhadapan dengan AI yang memberikan jawaban tidak masuk akal.

Sebuah ilustrasi digital profil kepala manusia yang tersusun dari piksel-piksel kecil persegi, dengan bagian atas kepala yang larut menjadi piksel-piksel yang tersebar. Figur tersebut digambarkan dalam nuansa hitam, putih, dan hijau dengan latar belakang gradien hijau-kuning terang.

Implikasi dari kegagalan ini cukup serius. Google, yang selama ini menjadi andalan miliaran pengguna untuk mencari informasi akurat, kini justru menyajikan informasi yang menyesatkan. Jika AI Overview terus bermasalah tanpa perbaikan yang jelas, kepercayaan pengguna terhadap Google Search sebagai sumber informasi terpercaya bisa terkikis secara signifikan.

Komentar

Belum ada komentar.