Ghibli vs AI: Larangan Keras Komunitas Fans Terhadap Seni Buatan

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Ketika OpenAI meluncurkan fitur pembuatan gambar di ChatGPT pekan lalu, media sosial langsung gempar. Pengguna dengan cepat menyadari bahwa mereka bisa menciptakan gambar bergaya film animasi Studio Ghibli—seolah-olah karya itu langsung keluar dari tangan Hayao Miyazaki. Namun, di tengah euforia tersebut, komunitas penggemar Ghibli justru mengambil sikap tegas: mereka melarang keras segala bentuk seni buatan AI di ruang mereka.

Komunitas Ghibli Tegas Tolak AI Art

Di subreddit penggemar Ghibli, moderator dengan cepat mengingatkan aturan yang sudah lama berlaku: tidak ada seni AI yang diperbolehkan. “Saya baru menyadari belasan postingan ‘BAN AI NOW’ di sini, dipicu oleh maraknya gambar AI bergaya Ghibli di platform lain,” tulis salah satu moderator. “Kami tidak mengizinkan seni AI. Aturan ini sudah berlaku sejak teknologi ini muncul.”

Bagi mereka, gambar-gambar yang dihasilkan AI bukanlah bentuk penghormatan kepada Miyazaki. Sebaliknya, model generatif AI dilatih menggunakan karya seni berhak cipta—termasuk karya Miyazaki—tanpa izin atau kompensasi. Ini bukan hanya masalah Ghibli; The New York Times dan penerbit lain juga telah menggugat OpenAI dengan tuduhan serupa.

Miyazaki dan Kebenciannya pada AI

Hayao Miyazaki, sang legenda di balik Studio Ghibli, memang dikenal sangat vokal menentang seni buatan AI. Dalam dokumenter tahun 2016, ia bahkan menyatakan rasa jijiknya setelah diperlihatkan animasi 3D buatan AI. “Saya tidak bisa menonton ini dan merasa tertarik,” ujarnya. “Orang yang membuat ini sama sekali tidak memahami apa itu rasa sakit. Saya benar-benar muak.”

Komentar Miyazaki itu kembali viral ketika gambar-gambar “Ghiblified” membanjiri internet. Bahkan akun X milik Gedung Putih ikut memposting gambar bergaya Ghibli yang mengejek seorang wanita yang menangis saat diborgol oleh ICE. Bagi fans, ini adalah pelecehan terhadap nilai-nilai humanis yang selalu diusung Miyazaki dalam karyanya.

Dampak Luas Seni AI pada Kreator

Fenomena ini bukan hanya tentang Ghibli. Seni AI telah menjadi perdebatan panas di kalangan kreator. Meta dan Midjourney juga menghadapi gugatan serupa terkait penggunaan data pelatihan tanpa izin. Namun, kasus Ghibli menyentuh saraf yang lebih dalam karena Miyazaki sendiri adalah simbol perlawanan terhadap dehumanisasi seni.

Menurut Brad Lightcap dari OpenAI, lebih dari 130 juta pengguna telah menghasilkan lebih dari 700 juta gambar dengan fitur baru ChatGPT ini. “Rentang kreativitas visual sangat menginspirasi,” katanya. Tapi bagi fans Ghibli, inspirasi harus datang dari kerja keras dan jiwa manusia—bukan algoritma.

Dengan larangan keras dari komunitas fans dan warisan anti-AI Miyazaki, pertanyaannya adalah: apakah gelombang seni AI ini akan terus menggerus batasan etika, atau justru memicu perlawanan yang lebih besar dari para kreator asli?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TEKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI