šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi Gemini Spark yang terintegrasi dengan Google Photos untuk mengelola dan mengedit foto pengguna

Gemini Spark Kini Bisa Kelola Google Photos untuk Pengguna AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Gemini Spark kini dapat mengelola Google Photos termasuk mengedit gambar, mengkurasi album, dan membuat album bersama otomatis
  • Fitur ini juga bisa mengubah foto flyer konser menjadi janji di kalender dan menjalankan workflow
  • Diumumkan oleh Kepala Google Photos Shimrit Ben-Yar melalui X pada Kamis malam
  • Peluncuran bertahap dalam beberapa minggu untuk pelanggan Gemini AI Pro dan Ultra di AS dalam bahasa Inggris
  • Belum ada informasi mengenai perluasan ke pasar internasional
  • Pengguna perlu menghubungkan Google Photos ke Gemini dan mengaktifkan Spark di aplikasi Gemini

Telset.id – Google mengintegrasikan lebih banyak layanannya dengan AI melalui agen personal Gemini Spark yang kini dapat mengelola pustaka Google Photos. Pengguna bisa meminta Gemini Spark untuk mengeksekusi berbagai tugas seperti mengedit gambar, mengkurasi album, membuat album bersama secara otomatis, hingga mengubah foto flyer konser menjadi janji di kalender.

Kepala Google Photos, Shimrit Ben-Yar, mengumumkan kemampuan baru ini melalui unggahan di X pada Kamis malam. Fitur tersebut akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan untuk pelanggan Gemini AI Pro dan Ultra yang memenuhi syarat di Amerika Serikat dengan bahasa Inggris. Google belum mengumumkan apakah fitur ini akan diperluas ke pasar internasional.

Pengumuman ini menjadi contoh lain upaya Google menemukan product-market fit dalam membuat AI menarik bagi konsumen. Pendekatan ini dilakukan dengan mengotomatisasi tugas-tugas membosankan dan membantu pengguna mengelola pustaka foto yang kini seringkali berukuran besar.

Langkah ini hadir di tengah industri AI yang tengah menghadapi kenyataan bahwa mereka belum berhasil menjual janji AI kepada konsumen. Pekan ini, CEO OpenAI Sam Altman mengatakan kepada Bloomberg bahwa industri belum melakukan pekerjaan dengan baik dalam mengkomunikasikan manfaat teknologi, yang menyebabkan reaksi negatif dari komunitas di seluruh dunia.

Shimrit Ben-Yar mengungkapkan bahwa ia telah mengandalkan GeminiApp dan agen antigravity untuk berbagai penggunaan mulai dari kreativitas, produktivitas, hingga analisis. Namun, ia selalu menginginkan agen canggih untuk membantunya memaksimalkan 143.206 foto dan video yang ia miliki. Menurutnya, hari itu akhirnya tiba.

Konteks Integrasi AI di Layanan Google

Pengumuman integrasi Gemini Spark dengan Google Photos ini sejalan dengan tren Google yang terus menambahkan kemampuan AI ke berbagai layanannya. Sebelumnya, Google juga telah meluncurkan berbagai pembaruan AI untuk produk-produk lain dalam ekosistemnya.

Langkah Google mengintegrasikan AI ke layanan foto ini menunjukkan bagaimana perusahaan mencoba mendorong adopsi AI di kalangan konsumen. Namun, pengumuman seperti ini dari Google justru menjadi bagian dari masalah yang dihadapi industri AI saat ini.

Meskipun fitur-fitur tersebut mungkin membuat tugas tertentu menjadi lebih mudah, jika berdiri sendiri, fitur semacam ini tidak tampak revolusioner atau benar-benar diperlukan. Membuat album foto sebenarnya bukanlah tugas yang sulit dilakukan secara manual. Namun, sifat kompetitif industri AI mendorong perusahaan untuk mempromosikan setiap peningkatan berbasis AI, sekecil apa pun, alih-alih menunggu hingga perusahaan dapat menyampaikan cerita yang lebih luas tentang bagaimana AI telah membentuk perangkat lunaknya menjadi lebih baik.

Cara Menggunakan Gemini Spark dengan Google Photos

Untuk menggunakan Gemini Spark dengan Google Photos, pengguna perlu menghubungkan Google Photos ke Gemini terlebih dahulu. Setelah itu, aktifkan Spark di sudut atas aplikasi Gemini dan masukkan perintah atau prompt yang diinginkan.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memberikan perintah dalam bahasa alami untuk berbagai tugas pengelolaan foto. Mulai dari tugas sederhana seperti mengedit gambar hingga tugas yang lebih kompleks seperti mengkurasi album secara otomatis.

Kemampuan untuk mengubah foto flyer konser menjadi janji di kalender menunjukkan potensi AI dalam menghubungkan berbagai jenis informasi visual dengan tindakan praktis. Ini juga menunjukkan bagaimana Google mencoba membuat AI lebih relevan dalam kehidupan sehari-hari pengguna.

Integrasi ini juga mencakup kemampuan menjalankan alur kerja atau workflow tertentu. Pengguna dapat mengotomatisasi serangkaian tugas yang sebelumnya harus dilakukan secara manual satu per satu.

Bagi pengguna dengan pustaka foto yang sangat besar, fitur ini dapat membantu menghemat waktu yang signifikan dalam mengelola dan mengorganisasi koleksi foto mereka. Ini menjadi nilai tambah bagi pelanggan Gemini AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat yang menjadi target awal peluncuran fitur ini.

Google tampaknya serius mengembangkan ekosistem AI yang terintegrasi dengan berbagai layanan konsumennya. Integrasi dengan Google Photos ini menjadi salah satu langkah dalam strategi tersebut, sejalan dengan berbagai pembaruan AI lainnya yang terus diluncurkan perusahaan.

Ke depannya, pengguna di luar Amerika Serikat masih harus menunggu kepastian mengenai ketersediaan fitur ini. Google belum memberikan informasi mengenai jadwal perluasan fitur Gemini Spark untuk Google Photos ke pasar internasional.

Meskipun demikian, langkah Google ini menunjukkan arah pengembangan AI yang semakin terintegrasi dengan layanan konsumen sehari-hari. Pengelolaan foto yang lebih mudah melalui perintah suara atau teks menjadi salah satu contoh bagaimana AI dapat membantu tugas-tugas praktis pengguna.

Dengan peluncuran bertahap dalam beberapa minggu ke depan, pelanggan Gemini AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat akan menjadi pengguna pertama yang merasakan kemampuan baru ini. Mereka yang memenuhi syarat dapat segera mencoba mengintegrasikan Google Photos dengan Gemini Spark untuk berbagai kebutuhan pengelolaan foto mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.