Telset.id – Figure, perusahaan robotika asal Amerika Serikat, resmi menonaktifkan armada robot AI F.02 dengan cara melemparkannya ke dalam tungku berisi 75 ton baja cair. Langkah ini diambil karena perusahaan menilai perawatan armada F.02 sudah tidak lagi masuk akal seiring bertambahnya jumlah robot generasi berikutnya, F.03. Keputusan tersebut sekaligus menutup kekhawatiran Figure soal teknologi proprietary yang berisiko jatuh ke tangan kompetitor, karena membongkar robot lama secara manual dinilai sulit dan memakan waktu.
Menurut perusahaan, membongkar robot F.02 tidak bisa diserahkan begitu saja ke pihak ketiga karena mengandung banyak teknologi proprietary. Menugaskan tim internal untuk melakukannya juga akan mengalihkan personel dari proyek penting lain, termasuk model F.04 yang sedang dikembangkan. Kondisi ini membuat Figure mencari jalan keluar yang tidak biasa untuk menyingkirkan armada lamanya.
CEO Figure, Brett Adcock, kemudian mengunggah pertanyaan di X untuk mencari ide soal “a proper sendoff” atau perpisahan yang layak bagi robot-robot tersebut. Dari platform media sosial itu, ia mendapat balasan tak terduga dari Arnold Schwarzenegger, aktor yang dikenal sebagai Terminator. Balasan singkat Schwarzenegger berbunyi, “You should melt them.” Saran itulah yang akhirnya dijalankan Figure.
Dari Latihan Lompat hingga Tungku di Finlandia
Proses dekomisioning ini berkembang menjadi perjalanan panjang. Tim Figure melatih robot-robotnya untuk melompat dari lantai dua gedung kantor ke atas airbag. Perusahaan juga harus mencari foundry atau pengecoran yang bersedia menerima robot dengan baterai lithium untuk dicelupkan ke dalam wadah baja cair. Meski terlihat sederhana, melompat dari tepian ke tungku baja cair membutuhkan presisi, dan perusahaan bahkan merujuk pada gerakan yang biasa dilakukan stunt artist.
Figure akhirnya menemukan lokasi di Finlandia yang bersedia menerima robot-robot tersebut. Pihak lokasi memberi mereka waktu 24 jam dan enam kali proses peleburan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian dekomisioning. Proses peleburan berlangsung pada 19 Agustus 2026, seperti terlihat dalam video F.02 Decommission yang diunggah ke YouTube.

Spektakel dekomisioning itu berakhir sukses. Robot AI F.02 tetap berfungsi sesuai rancangan hingga momen terakhir, meski menghadapi panas ekstrem dari baja cair dan medan elektromagnetik yang dihasilkan listrik bertegangan tinggi yang mengalir melalui tiga elektrode grafit raksasa. Dari proses tersebut, batangan logam hasil peleburan kemudian dibawa kembali ke Amerika Serikat dan diproses menjadi memorabilia edisi terbatas untuk memperingati F.02.
Sebagian besar armada F.02 kini sudah dilebur dan didaur ulang. Hanya beberapa unit yang masih tersimpan di kantor pusat perusahaan. Langkah ini disebut memberi Figure lebih banyak ruang untuk model robot yang lebih baru tanpa harus mengkhawatirkan teknologi proprietary-nya jatuh ke tangan kompetisi.
Penutup Bergaya Terminator dan Ruang untuk F.03
Proses dekomisioning F.02 turut menghasilkan adegan bernuansa Terminator di dunia nyata. Salah satu robot F.02 bahkan terekam mengangkat tanda jempol atau thumbs-up saat tenggelam ke dalam logam cair. Momen itu menjadi penutup yang dramatis bagi armada robot yang pertama kali diperkenalkan Figure.
Keputusan Figure melebur robot lamanya juga berkaitan langsung dengan strategi produk perusahaan. Seiring jumlah F.03 yang terus bertambah, perawatan F.02 dinilai tidak lagi efisien. Dengan menyingkirkan armada lama, Figure dapat memfokuskan sumber daya pada model yang lebih baru, termasuk F.04 yang masih dalam tahap pengembangan.

Dari sisi industri, langkah Figure menunjukkan bagaimana perusahaan robotika mulai berhadapan dengan persoalan siklus hidup produk, bukan hanya soal peluncuran teknologi baru. Armada robot yang sudah tidak diproduksi lagi tetap menyimpan teknologi proprietary yang sensitif, sehingga cara menonaktifkannya pun menjadi keputusan strategis. Sejumlah pengembangan robotika di pasar global juga menghadapi tantangan serupa, mulai dari regulasi operasional hingga kesiapan adopsi di dunia kerja, seperti terlihat pada pembahasan Tesla Robotaxi dan wacana 10 Juta Robot AI di Jepang.
Figure sendiri belum menyebut berapa total unit F.02 yang telah dilebur maupun berapa unit yang masih tersimpan di kantor pusat. Perusahaan juga tidak merinci nilai memorabilia edisi terbatas yang dibuat dari batangan logam hasil peleburan tersebut. Yang jelas, sebagian besar armada F.02 sudah tidak lagi beroperasi dan telah melalui proses daur ulang.
Dengan dekomisioning ini, Figure menutup satu babak dalam pengembangan robot humanoidnya dan membuka ruang lebih besar bagi F.03 serta F.04. Bagi perusahaan, melebur robot lama bukan sekadar aksi dramatis, melainkan cara memastikan teknologi proprietary tetap aman sekaligus menjaga fokus tim pada model generasi berikutnya.





Komentar
Belum ada komentar.