Telset.id â ElevenLabs, perusahaan sintesis suara berbasis AI, mengumumkan kemitraan dengan Stan Lee Universe untuk menciptakan klon digital mendiang ikon Marvel, Stan Lee. Langkah ini memicu perdebatan etika karena menghidupkan kembali sosok yang meninggal pada 2018 tanpa persetujuan langsung darinya.
Dalam video promosi yang dirilis ElevenLabs, AI Stan Lee berbicara dengan suara khasnya, mengucapkan kalimat ikonik seperti âWith great power comes great responsibilityâ dan âExcelsior!â. Pengumuman ini menandai perluasan layanan âIconic Marketplaceâ ElevenLabs, di mana pengguna dapat memilih klon AI Lee untuk berbagai keperluan, termasuk narasi audiobook.
âYou know what they never tell you about legends? They outlive the page,â ujar AI Stan Lee dalam video tersebut, seperti dilaporkan Variety. Kemitraan ini memungkinkan pengguna membuat panel komik yang menampilkan Lee sebagai karakter, serta berlangganan seri âStan Lee Book Club of the Monthâ di mana AI Lee akan membacakan buku setiap bulan.
Kontroversi Etika di Balik Klon Digital
Kebangkitan AI tokoh publik yang sudah meninggal selalu menuai kontroversi, namun kasus Stan Lee terasa lebih sensitif. Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Lee dilaporkan menjadi korban kekerasan terhadap lansia. Sebuah gugatan menuduh para pengurusnya mengeksploitasi kesehatan Lee yang memburuk untuk menghasilkan uang dari penampilan publik, memaksanya menandatangani tanda tangan meskipun ia tampak bingung.
AI, menurut kritikus, kini semakin merampas otonomi dan martabat Lee. Meski demikian, Stan Lee Universe memiliki pandangan berbeda. Anggota dewan dan pengacara mereka, Chaz Rainey, menyatakan bahwa kemitraan ini sejalan dengan semangat Lee.
âStan selalu percaya untuk bertemu penggemar di mana pun mereka berada: di halaman komik, di konvensi, atau dalam cameo singkat di layar,â kata Rainey dalam pernyataannya. âKemitraan ini adalah cara untuk melanjutkan hal itu. Penggemar selalu mengatakan bahwa ketika membaca komiknya, mereka mendengar kata-kata itu dalam suara Stan, dan sekarang, berkat ElevenLabs, kami dapat mewujudkannya.â
Praktik ânecromancy AIâ ini bukanlah hal baru. Teknologi serupa telah digunakan dalam film blockbuster âAlien: Romulusâ pada 2024 untuk menghidupkan kembali aktor Ian Holm. James Earl Jones, pengisi suara Darth Vader, juga menandatangani kesepakatan sebelum kematiannya yang mengizinkan kloning suaranya, yang kemudian muncul di game Fortnite.
Sementara itu, aktor Val Kilmer juga akan dihidupkan kembali secara digital dalam film âAs Deep as the Grave,â sebuah proyek yang ia setujui sebelum meninggal karena kanker tenggorokan.
Baca Juga:
Kritikus mempertanyakan apakah teknologi ini benar-benar menghormati warisan seseorang atau justru mengeksploitasi ketenaran mereka demi keuntungan komersial. Dalam kasus Lee, yang dikenal sebagai âThe Manâ di dunia komik Marvel, keputusan untuk mengkloning suara dan citranya tanpa persetujuan langsung menimbulkan pertanyaan tentang hak digital orang yang telah meninggal.
ElevenLabs sendiri telah menjadi pusat perdebatan etika AI sejak awal. Perusahaan ini sebelumnya menghadapi kritik karena memungkinkan pengguna membuat deepfake suara selebriti tanpa izin. Dengan peluncuran âIconic Marketplace,â perusahaan tampaknya berusaha melegitimasi praktik ini melalui kemitraan resmi dengan ahli waris.
Namun, para ahli etika AI berpendapat bahwa persetujuan dari ahli waris tidak sama dengan persetujuan individu itu sendiri. âIni adalah masalah otonomi dan martabat,â kata seorang pengamat. âBahkan jika ahli waris setuju, kita harus bertanya apakah ini yang diinginkan oleh orang tersebut.â
Sementara itu, penggemar Stan Lee terbelah. Sebagian menyambut baik kesempatan untuk âmendengarâ kembali suara ikonik sang kreator, sementara yang lain merasa tidak nyaman dengan komersialisasi warisannya. Diskusi ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan semakin maraknya penggunaan teknologi AI untuk menghidupkan kembali tokoh-tokoh terkenal.
Kemitraan ElevenLabs dengan Stan Lee Universe juga menyoroti perkembangan terbaru dalam industri AI yang semakin canggih. Teknologi kloning suara kini telah mencapai tingkat realisme yang sulit dibedakan dari aslinya, membuka peluang sekaligus risiko baru dalam industri hiburan.
Bagi para kreator konten, kehadiran ElevenLabs Iconic Marketplace bisa menjadi alat yang powerful untuk menghasilkan narasi yang lebih hidup. Namun, bagi keluarga dan penggemar yang masih berduka, teknologi ini bisa terasa seperti penghinaan terhadap ingatan orang yang dicintai.
Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: di mana batas antara penghormatan dan eksploitasi? Ketika teknologi memungkinkan kita untuk âmenghidupkan kembaliâ orang mati, apakah kita benar-benar menghormati warisan mereka, atau justru merampas hak mereka untuk beristirahat dengan damai?
Kasus Stan Lee menjadi ujian penting bagi regulasi AI di masa depan. Dengan semakin banyaknya tokoh publik yang meninggal dan warisan digital mereka yang bernilai komersial, kebutuhan akan kerangka hukum yang jelas tentang hak digital orang yang telah meninggal menjadi semakin mendesak.
Sementara itu, ElevenLabs terus mengembangkan platformnya. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan fitur keamanan baru untuk mencegah penyalahgunaan teknologi kloning suara. Namun, kritikus berpendapat bahwa langkah-langkah ini tidak cukup untuk mengatasi masalah etika yang lebih dalam.
Di sisi lain, industri hiburan tampaknya semakin menerima teknologi ini. Beberapa studio film besar telah mulai menggunakan AI untuk menghidupkan kembali aktor yang sudah meninggal dalam produksi baru, meskipun dengan batasan yang ketat dan persetujuan dari ahli waris.
Bagi penggemar Stan Lee, kabar ini mungkin membawa campuran perasaan. Di satu sisi, mereka bisa kembali menikmati kehadiran sang legenda melalui teknologi. Di sisi lain, mereka harus bergulat dengan kenyataan bahwa âStan Leeâ yang mereka dengar bukanlah manusia sungguhan, melainkan tiruan digital yang dikendalikan oleh algoritma.
ElevenLabs berencana untuk meluncurkan lebih banyak klon digital tokoh terkenal di masa depan, dengan negosiasi yang dilaporkan sedang berlangsung dengan beberapa keluarga selebriti lainnya. Langkah ini diprediksi akan semakin memanaskan perdebatan tentang etika AI dan hak digital.
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan konsumen. Apakah mereka akan menggunakan layanan seperti ElevenLabs Iconic Marketplace, atau justru menolaknya karena alasan etika? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan masa depan industri kloning digital.
Sementara itu, warisan Stan Lee sebagai kreator komik legendaris tetap abadi, baik dalam bentuk digital maupun dalam ingatan para penggemarnya di seluruh dunia. Pertanyaannya sekarang: apakah warisan itu akan dihormati atau dieksploitasi?
Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi AI dan dampaknya terhadap industri kreatif, pantau terus berita teknologi terbaru hanya di Telset.id.





Komentar
Belum ada komentar.