šŸ“‘ Daftar Isi

Antarmuka platform DesignArena AI yang menampilkan perbandingan output desain A vs B untuk evaluasi model AI

DesignArena AI Dapat Pendanaan $7,9 Juta dari Index Ventures

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • DesignArena adalah platform AI untuk evaluasi desain berbasis manusia dengan 5,3 juta pengguna global
  • Perusahaan Intelligence mengumumkan pendanaan seed $7,9 juta dipimpin Index Ventures
  • Partisipan: Conviction, A*, Valkyrie, dan investor lainnya
  • Platform menghasilkan ARR $60 juta dari layanan enterprise untuk laboratorium frontier
  • Pengguna melakukan peringkat "A vs. B" untuk output desain dari berbagai model AI
  • Data evaluasi manusia menjadi pelengkap penting benchmark otomatis yang rawan manipulasi
  • Startup serupa Yupp gagal bertahan, sementara LM Arena berhasil kumpulkan $150 juta

Telset.id – Intelligence, perusahaan di balik platform DesignArena, baru saja mengumumkan perolehan pendanaan tahap awal (seed) senilai $7,9 juta yang dipimpin oleh Index Ventures. Pendanaan ini menandai langkah signifikan bagi startup yang menyediakan layanan evaluasi manusia berskala besar untuk model AI, sebuah kebutuhan yang selama ini menjadi hambatan utama dalam pengembangan desain.

DesignArena, sebuah alat AI yang diklaim telah digunakan oleh 5,3 juta orang di seluruh dunia, hadir untuk menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana cara mengetahui apakah sebuah game akan menyenangkan? Menurut co-founder Grace Li, perusahaan ini dimulai beberapa minggu sebelum kelulusan pada tahun 2025, bersama segelintir teman kuliah yang mencoba membuat game engine berbasis AI. Model-model tersebut mampu membuat game yang fungsional, namun tidak ada satupun yang menyenangkan.

Dari situlah mereka menyimpulkan bahwa tidak ada pengganti penilaian manusia dalam menentukan kualitas sebuah desain. Ide tersebut kemudian berkembang menjadi DesignArena, platform yang memungkinkan pengguna memberikan umpan balik jujur secara masif. ā€œIni adalah hambatan yang hilang bagi banyak model untuk melakukan perbaikan dalam ruang desain,ā€ ujar Li. ā€œSekitar seminggu kemudian, kami menutup kesepakatan besar pertama kami dengan laboratorium frontier, dan sisanya adalah sejarah.ā€

Model Bisnis dan Pertumbuhan DesignArena

Bagi pengguna non-enterprise, DesignArena bekerja layaknya router model yang canggih. Terdapat jendela bergaya ChatGPT untuk memasukkan prompt, dengan dropdown terpisah untuk situs web, gambar, dan belasan format visual lainnya. Setelah memasukkan permintaan, format, dan gaya, pengguna akan disajikan serangkaian pilihan ā€œA vs. Bā€ hingga mereka mengurutkan beberapa output dari yang terbaik hingga terburuk.

Layanan ini memang berguna, tetapi nilai sebenarnya dari platform ini berasal dari sisi enterprise. Model-model yang berpartisipasi dapat memperlakukan DesignArena sebagai sumber umpan balik instan tanpa henti untuk model penghasil media mereka. Pengguna cenderung tidak peduli model mana yang mereka rangking—mereka hanya menginginkan output terbaik—sehingga peringkat mereka dapat memberikan masukan penting tentang apa yang sebenarnya diinginkan pengguna.

Bagi laboratorium frontier, layanan ini layak dibayar. Li menambahkan bahwa situs tersebut saat ini menghasilkan pendapatan berulang tahunan (ARR) sebesar $60 juta, memperkuat posisinya sebagai sumber data evaluasi berbasis manusia yang penting bagi industri AI. Yang menarik, pengguna harus login untuk mendapatkan output mereka, sehingga Intelligence juga dapat melacak bagaimana selera tersebut berubah di berbagai benua dan seiring waktu. Li mencatat bahwa dasbor web di Asia cenderung memiliki gaya desain yang lebih maksimalis.

Ukuran-ukuran ini menjadi pelengkap penting bagi benchmark otomatis, yang dapat beroperasi pada skala lebih besar tetapi sering kali rentan terhadap kecurangan atau manipulasi, seperti yang ditunjukkan oleh pelanggaran Hugging Face minggu lalu.

Tantangan dan Persaingan di Pasar Evaluasi AI

Meskipun potensinya besar, pasar umpan balik manusia yang dikumpulkan secara massal (crowdsourced) tidak otomatis menjadi pasar yang menguntungkan. Kurang dari setahun setelah diluncurkan, Yupp menutup operasinya awal tahun ini setelah mengumpulkan $33 juta dari Chris Dixon dari a16z crypto. Yupp juga berhasil menarik beberapa model frontier sebagai pelanggan dan memiliki lebih dari 1,3 juta pengguna, tetapi tetap tidak mampu membangun bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.

Kendati demikian, startup lain yang berbasis pada evaluasi manusia tampaknya berkembang pesat. LM Arena, yang mengambil pendekatan serupa untuk respons berbasis teks, berhasil mengumpulkan $150 juta dalam pendanaan Seri A pada bulan Januari, hanya empat bulan setelah resmi meluncurkan produk berbayarnya.

Keberhasilan DesignArena menunjukkan bahwa kebutuhan akan evaluasi manusia dalam pengembangan AI semakin diakui sebagai komponen kritis. Dengan pendanaan baru ini, Intelligence memiliki modal untuk terus mengembangkan platformnya dan memperluas jangkauan layanan evaluasi yang selama ini menjadi tulang punggung peningkatan kualitas model AI generatif.

Perkembangan di sektor ini sejalan dengan dinamika industri teknologi yang terus beradaptasi. Sementara beberapa fitur baru terus bermunculan di berbagai platform, kebutuhan akan data evaluasi manusia yang andal tetap menjadi prioritas bagi pengembang AI di seluruh dunia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.