Telset.id – DeepSeek merilis tools pemrograman open-source yang dikembangkan bersama Huawei untuk chip AI Ascend, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada ekosistem software dan hardware Nvidia. Rilisan ini mencakup library open-source untuk komputasi AI dan komunikasi antar-chip, serta dukungan Ascend untuk bahasa pemrograman tingkat tinggi TileLang.
Langkah DeepSeek ini menjadi sinyal penting bagi pengembang AI di Indonesia dan global yang selama ini bergantung pada platform CUDA milik Nvidia. Dengan tersedianya tools alternatif untuk chip Ascend, pengembang memiliki opsi tambahan untuk mengoptimalkan beban kerja AI mereka di luar ekosistem Nvidia.
Menurut laporan Reuters pada 30 September, Huawei memberikan dukungan penuh selama proses pengembangan tools tersebut. DeepSeek menyatakan tools ini dirancang untuk menyederhanakan pemrograman sekaligus memungkinkan pengembang memanfaatkan performa hardware secara maksimal.
Kedua perusahaan juga bekerja sama mengoptimalkan komputasi dan komunikasi pada sistem supernode yang dibangun di sekitar 128 chip Ascend 950. Upaya ini menjawab dua kebutuhan untuk menjalankan beban kerja AI berskala besar di banyak akselerator: melakukan perhitungan secara efisien di setiap chip dan memindahkan data cukup cepat di antara chip agar prosesor tetap sibuk.

DeepGEMM-Ascend dan DeepEP-Ascend
Library yang dirilis mencakup DeepGEMM-Ascend, yang menangani perkalian matriks dan perhitungan lain yang digunakan dalam model DeepSeek. Library ini mendukung operasi BF16, FP8, dan FP4 serta menggunakan antarmuka pemrograman yang sama dengan library DeepGEMM DeepSeek yang sudah ada, memungkinkan pengembang mempertahankan API yang familiar saat beralih ke Ascend.
Sementara itu, DeepEP-Ascend menangani komunikasi untuk pelatihan dan inferensi, termasuk merutekan data ke berbagai expert dalam model mixture-of-experts dan menggabungkan output mereka. Kedua library dikembangkan dan diuji pada hardware Ascend 950.
TileLang menyediakan lapisan pemrograman tingkat lebih tinggi untuk menulis kernel yang dioptimalkan. DeepSeek mendeskripsikannya sebagai menawarkan “model pemrograman yang lebih sederhana” dibandingkan CUDA milik Nvidia, dengan tujuan meningkatkan efisiensi pengembangan dan menyederhanakan kode.
Bahasa pemrograman ini sudah mendukung Nvidia dan hardware lain, dengan adapter sebelumnya tersedia untuk prosesor Ascend Huawei. Update 30 September menambahkan dukungan native untuk Ascend 950, termasuk code generation, automatic scheduling, dan synchronization.
Tools ini dibangun di atas platform software CANN Huawei yang sudah ada, yang menyediakan infrastruktur dasar untuk menjalankan beban kerja AI pada Ascend. Platform CUDA Nvidia telah lama menyediakan lingkungan pemrograman yang matang dan library yang dioptimalkan untuk GPU-nya, menjadikan ekosistem software sebagai bagian utama dari keunggulan perusahaan dalam komputasi AI.
Meskipun rilisan DeepSeek memberikan tools tambahan bagi pengembang untuk mengoptimalkan beban kerja pada hardware Huawei, dukungan TileLang untuk berbagai platform memastikan bahasa tersebut tetap berguna untuk GPU Nvidia.
Baca Juga:
Pengumuman ini muncul dua minggu setelah Huawei memperkenalkan generasi berikutnya dari prosesor AI dan sistem supernode. Huawei menyatakan pihaknya memperkirakan sistem AI-nya akan digunakan secara luas untuk pelatihan model pada 2027.
Kedua perusahaan sebelumnya sudah berkolaborasi pada model V4 DeepSeek, yang dirilis dalam bentuk preview pada April, dengan dukungan untuk chip Ascend Huawei. Huawei menyatakan supernode Ascend 950-nya sepenuhnya mendukung model V4 dan chipnya telah digunakan untuk sebagian pelatihan model V4-Flash yang lebih ringan.

Kolaborasi DeepSeek dan Huawei ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun alternatif terhadap dominasi Nvidia dalam komputasi AI. Sebelumnya, DeepSeek juga dilaporkan tengah mengembangkan chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Huawei dan Nvidia, sebagaimana dibahas dalam artikel mengenai chip AI sendiri.
Dari sisi ekosistem, langkah DeepSeek ini memperkuat posisi TileLang sebagai bahasa pemrograman yang mendukung berbagai platform hardware. Pengembang yang ingin mencoba tools ini dapat memanfaatkan library DeepGEMM-Ascend dan DeepEP-Ascend yang sudah tersedia secara open-source.
Bagi industri AI, ketersediaan tools open-source untuk chip Ascend membuka peluang diversifikasi infrastruktur komputasi. Perusahaan yang ingin mengurangi ketergantungan pada satu vendor hardware kini memiliki alternatif yang didukung oleh salah satu laboratorium AI terkemuka asal China.
Rilisan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara pengembang model AI dan produsen chip semakin erat. DeepSeek dan Huawei tidak hanya bekerja sama pada level model, tetapi juga pada level tools pemrograman yang menjadi fondasi bagi pengembang untuk mengoptimalkan aplikasi AI mereka.

Dengan dukungan native untuk Ascend 950 pada TileLang, pengembang kini dapat menulis kode yang dioptimalkan untuk hardware tersebut tanpa harus mengorbankan kompatibilitas dengan platform lain. Pendekatan ini sejalan dengan tren industri yang menginginkan fleksibilitas dalam memilih hardware tanpa terikat pada satu ekosistem.
Ke depan, keberhasilan tools ini akan bergantung pada adopsi oleh komunitas pengembang. Dukungan open-source dan antarmuka yang familiar menjadi faktor penting untuk menarik pengembang yang sudah terbiasa dengan ekosistem yang ada.





Komentar
Belum ada komentar.