📑 Daftar Isi

Laptop Windows dengan antarmuka Copilot menampilkan fitur PC Insights untuk diagnosa hardware

Copilot Diagnosa PC Bermasalah, Tapi Jadi Biang Kerok Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft menguji fitur PC Insights di Copilot untuk diagnosis hardware dan penyimpanan
  • Fitur ini memungkinkan pengguna bertanya soal CPU, RAM, GPU, ruang penyimpanan, dan perangkat USB
  • Copilot menggunakan hingga 1GB RAM saat idle dan memakan ruang penyimpanan besar
  • Fitur bersifat opt-in dengan izin setiap kali pengguna bertanya
  • Copilot hanya menandai masalah, belum bisa memperbaikinya

Telset.id – Microsoft tengah menguji fitur baru Copilot bernama PC Insights yang memungkinkan pengguna mendiagnosis masalah hardware dan penyimpanan komputer melalui perintah bahasa alami. Namun, ironisnya, asisten AI yang diandalkan untuk mendeteksi masalah justru ikut menjadi sumber masalah itu sendiri.

Laporan dari Windows Latest mengungkapkan bahwa fitur PC Insights akan memungkinkan pengguna bertanya langsung kepada Copilot, seperti “Apakah saya punya cukup ruang untuk game 100GB?” atau menanyakan soal penggunaan CPU, kesehatan baterai, dan lainnya. Copilot nantinya akan memeriksa data sistem untuk memberikan jawaban tanpa perlu membuka Task Manager atau Settings.

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna yang kurang paham teknis dalam memantau kondisi perangkat mereka. Namun, ada satu kelemahan besar yang patut dicermati.

Kemampuan PC Insights yang Ditawarkan

Berdasarkan dokumen dukungan Microsoft yang ditemukan Windows Latest, PC Insights mampu membaca penggunaan CPU, RAM, dan GPU. Fitur ini juga dapat menghitung ruang penyimpanan kosong, memeriksa ukuran folder seperti Downloads atau Documents, serta mendeteksi perangkat USB, drive eksternal, printer, webcam, dan status koneksi Bluetooth serta Wi-Fi.

Fitur ini bersifat opt-in dan akan meminta izin setiap kali pengguna mengajukan pertanyaan terkait hardware. Namun, pengguna bisa mengaktifkan opsi “Always allow” jika tidak ingin dimintai izin berulang kali. Perlu dicatat, Copilot tidak bisa membuka file individual dan saat ini hanya terbatas pada menandai masalah, bukan memperbaikinya.

Bagi pengguna yang ingin memahami lebih dalam tentang kemampuan Copilot, Anda bisa membaca Panduan Lengkap fitur dan harga terbaru.

Meskipun demikian, fitur ini bisa menjadi solusi praktis bagi pengguna awam yang kesulitan menavigasi menu pengaturan Windows. Namun, ada satu masalah mendasar yang tidak bisa diabaikan.

Copilot Justru Jadi Biang Kerok

Dalam pengujian yang dilakukan Windows Latest, aplikasi Copilot saat ini menggunakan hingga 1GB RAM saat idle dan memakan ruang penyimpanan yang cukup besar. Pasalnya, Copilot hadir dengan salinan privat Microsoft Edge sendiri.

Kondisi ini menimbulkan ironi: alat yang diandalkan untuk mendeteksi masalah resource justru menjadi kontributor masalah tersebut. Bagi pengguna dengan spesifikasi perangkat terbatas, keberadaan Copilot bisa menjadi beban tambahan yang tidak diinginkan.

Microsoft sendiri telah memperbarui berbagai fitur Copilot untuk berbagai kebutuhan, termasuk untuk tim finansial melalui pembaruan Copilot Excel.

Meskipun demikian, fitur PC Insights masih dalam tahap pengujian. Belum ada kepastian kapan fitur ini akan dirilis secara resmi ke publik. Yang jelas, Microsoft perlu mempertimbangkan kembali efisiensi resource Copilot sebelum menjadikannya alat diagnostik andalan pengguna.

Bagi pengguna yang penasaran dengan dampak Copilot terhadap performa perangkat, memantau penggunaan RAM dan penyimpanan secara berkala tetap menjadi langkah bijak. Fitur PC Insights bisa menjadi alat bantu, namun pengguna tetap perlu menyadari bahwa alat bantu itu sendiri memiliki biaya resource tersendiri.

Microsoft sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana pengoptimalan resource Copilot. Namun, dengan semakin luasnya adopsi AI dalam sistem operasi, efisiensi menjadi faktor krusial yang tidak bisa ditawar.

Apakah fitur PC Insights akan menjadi solusi atau justru masalah baru? Jawabannya akan tergantung pada bagaimana Microsoft menangani ironi resource ini ke depannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.