📑 Daftar Isi

Ilustrasi ChatGPT yang mulai sering menggunakan kata-kata kasar dalam percakapan dengan pengguna

ChatGPT Tiba-tiba Sering Mengumpat, Ini Penyebabnya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • ChatGPT mulai sering menggunakan kata-kata kasar secara spontan dalam percakapan informal
  • Fenomena ini pertama kali disadari oleh Senior Editor AI TechRadar, Graham Barlow
  • Pembaruan Model Spec OpenAI diduga menjadi penyebab utama perubahan perilaku ini
  • Model Spec menyatakan larangan mengumpat hanya bersifat panduan, bukan aturan keras
  • OpenAI menyebut panduan bisa ditimpa oleh isyarat kontekstual dan riwayat pengguna
  • Perubahan ini konsisten dengan arah pengembangan ChatGPT yang lebih komunikatif
  • Sebagian pengguna menyukai perubahan ini, sebagian lainnya merasa tidak nyaman

Telset.id – ChatGPT belakangan ini mulai sering menggunakan kata-kata kasar atau umpatan saat berbincang dengan pengguna, sebuah perubahan perilaku yang cukup mencolok dari asisten AI tersebut. Fenomena ini pertama kali disadari oleh Graham Barlow, Senior Editor AI dari TechRadar, ketika sedang berdiskusi santai tentang serial Netflix Jujutsu Kaisen. Dalam percakapan tersebut, ChatGPT secara spontan menggunakan kata umpatan untuk menggambarkan tindakan seorang karakter sebagai sesuatu yang “sangat buruk”, tanpa sebelumnya dipancing oleh pengguna.

Perubahan ini bukan hanya dialami oleh satu orang. Barlow mengonfirmasi bahwa rekan-rekan setimnya juga merasakan hal yang sama, dan pencarian online dengan cepat menemukan dua utas diskusi di Reddit dari pengguna lain yang mengalami kejadian serupa. Fenomena ini tampaknya terjadi dalam beberapa hari terakhir, menandakan adanya perubahan signifikan pada kepribadian ChatGPT yang selama ini dikenal netral dan berhati-hati dalam berbahasa.

Swearing

Menariknya, sebagian pengguna justru menyukai perubahan ini karena membuat percakapan terasa lebih alami dan hidup. Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan gaya bicara baru ChatGPT ini. Pertanyaan besarnya adalah, mengapa perubahan ini terjadi sekarang?

Pembaruan Model Spec OpenAI Menjadi Petunjuk Utama

Petunjuk paling menarik datang dari pembaruan Model Spec OpenAI yang dirilis pekan ini. Dokumen publik tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa pengaturan bawaan ChatGPT adalah menghindari kata-kata kasar, tetapi poin pentingnya adalah aturan ini hanya bersifat panduan, bukan aturan keras. OpenAI menjelaskan bahwa panduan ini bisa ditimpa secara implisit oleh hal-hal seperti “isyarat kontekstual, pengetahuan latar belakang, atau riwayat pengguna”.

Contoh yang diberikan OpenAI adalah ketika pengguna meminta ChatGPT untuk berbicara seperti bajak laut yang realistis, permintaan tersebut secara implisit menimpa panduan larangan mengumpat. Dalam kasus Barlow, percakapan informal yang ia lakukan dengan penuh ekspresi tentang karakter yang tidak ia sukai membuat ChatGPT menyesuaikan nada percakapan, yang pada akhirnya membuat AI tersebut mulai mengumpat.

Perilaku ini konsisten dengan arah pengembangan yang selama ini diakui OpenAI. Pembaruan model terbaru menekankan kualitas percakapan, personalisasi, dan kemampuan beradaptasi dengan konteks. Catatan model OpenAI secara spesifik menggambarkan pembaruan kepribadian yang dirancang untuk membuat ChatGPT “lebih komunikatif” dan lebih baik dalam menyesuaikan nada bicaranya dengan konteks.

ChatGPT AI (OpenAI) logo is seen displayed on a smartphone screen

Perubahan Kepribadian yang Tidak Disengaja?

OpenAI sebelumnya telah menjelaskan bahwa kepribadian ChatGPT tidak hanya dihasilkan oleh satu perintah tertentu. Perilaku model dibentuk melalui pelatihan, instruksi dasar, dan umpan balik pengguna. Penyesuaian kepribadian yang tampak kecil dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Hal ini pernah dibahas secara terbuka oleh OpenAI setelah pembaruan sycophancy GPT-4o yang kontroversial.

Apakah OpenAI sengaja membuat ChatGPT lebih berani mengumpat atau ini sekadar konsekuensi yang tidak disengaja dari upaya membuatnya lebih komunikatif, belum bisa dipastikan. Namun, perubahan ini tetap signifikan dalam perilaku ChatGPT. Bahasa memiliki peran penting, dan ketika ChatGPT mengumpat, pengguna langsung menyadarinya karena hal itu mematahkan model mental tentang bagaimana ChatGPT seharusnya berbicara.

ChatGPT tiba-tiba terasa kurang seperti asisten AI yang netral dan lebih seperti seseorang yang menyesuaikan nada bicara dengan percakapan informal. Barlow sendiri mengaku lebih menyukai versi ChatGPT yang baru ini, meskipun ia sadar bahwa tidak semua orang akan setuju dengannya.

Fenomena ini juga memunculkan pertanyaan tentang arah pengembangan AI yang semakin kontekstual. Perubahan kecil pada cara AI berbicara dapat membuat entitas di balik layar terasa sangat berbeda. Bagi sebagian orang, ini adalah perkembangan positif yang membuat interaksi dengan AI terasa lebih manusiawi. Bagi yang lain, ini bisa menjadi kekhawatiran baru tentang konsistensi perilaku AI.

Perubahan perilaku ChatGPT ini juga berpotensi berdampak pada pengguna yang memanfaatkannya untuk keperluan profesional atau edukasi. Meskipun demikian, OpenAI tampaknya memang sedang bergerak menuju arah di mana ChatGPT dapat menyesuaikan gaya bicaranya dengan konteks percakapan, termasuk dalam hal penggunaan bahasa informal.

Bagi pengguna yang ingin memahami lebih lanjut tentang perkembangan ChatGPT, Kemampuan Gemini bisa menjadi perbandingan menarik. Sementara itu, isu keamanan juga menjadi perhatian, seperti yang terlihat pada Computer History di Mac yang tak terenkripsi. Tak ketinggalan, ChatGPT for Teens juga sempat menjadi sorotan terkait janji keamanannya.

Pada akhirnya, fenomena ChatGPT yang mulai mengumpat ini menunjukkan bahwa AI semakin mampu menyesuaikan diri dengan gaya komunikasi manusia. Perubahan ini mungkin mengejutkan bagi sebagian pengguna, tetapi bagi yang lain, ini justru membuat interaksi dengan ChatGPT terasa lebih alami dan personal. Yang jelas, cara ChatGPT berbicara telah berubah, dan pengguna perlu menyadari bahwa asisten AI ini kini memiliki kepribadian yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.