Ilustrasi ChatGPT sebagai asisten keuangan untuk mencegah belanja impulsif

ChatGPT Bisa Cegah Belanja Impulsif, Ini Cara Kerjanya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • ChatGPT bisa digunakan untuk mencegah pembelian impulsif dengan memeriksa riwayat harga dan menyarankan alternatif lebih murah
  • Frasa "Try to talk me out of it" efektif untuk meminta AI membujuk pengguna agar tidak membeli barang
  • ChatGPT memaksa pengguna mengidentifikasi masalah nyata yang dipecahkan oleh pembelian
  • Untuk barang yang benar-benar diperlukan seperti microwave rusak, ChatGPT menyetujui pembelian
  • Eksperimen membuktikan AI bisa menjadi alat pengelola keuangan yang efektif

Telset.id – Belanja online memang dirancang untuk membuat pengguna membeli barang semudah mungkin, tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Seorang jurnalis teknologi senior mencoba memanfaatkan ChatGPT untuk menghentikan kebiasaan boros ini, dan hasilnya mengejutkan.

Graham Barlow, Senior Editor AI di TechRadar, melakukan eksperimen dengan meminta ChatGPT untuk “membujuknya” agar tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Ia menggunakan empat item berbeda untuk menguji kemampuan AI dalam menghemat uang.

Eksperimen dimulai dengan membeli Apple MacBook Air 13-inch dengan chip M5. Barlow memberikan perintah spesifik kepada ChatGPT untuk memeriksa riwayat harga, menyarankan alternatif yang lebih murah, dan memutuskan apakah pembelian tersebut memecahkan masalah nyata atau hanya sekadar memuaskan keinginan.

Hasilnya, ChatGPT memberikan vonis yang brutal: “Jangan beli M5 MacBook Air dulu.” AI tersebut menyarankan untuk membeli versi M4 sebelumnya yang jauh lebih murah. Yang lebih menarik, ChatGPT memberikan serangkaian pertanyaan reflektif, seperti “Apakah Mac Anda saat ini mengalami perlambatan yang signifikan?” untuk membantu pengguna mengidentifikasi apakah benar-benar membutuhkan perangkat baru.

Chat written on wooden blocks and money.

Setelah itu, Barlow menemukan frasa sederhana yang lebih efektif: “Try to talk me out of it” atau “Coba bujuk saya agar tidak jadi membeli.” Ia mengulangi eksperimen dengan sepatu baru, langganan Disney+, dan microwave baru.

Untuk sepatu, ChatGPT menunjukkan bahwa Barlow sudah memiliki sepatu yang berfungsi sama dan menyarankan menunggu hingga sepatu lamanya benar-benar rusak. Untuk Disney+, AI merekomendasikan berlangganan hanya satu bulan ketika ada beberapa tayangan yang benar-benar ingin ditonton. Sementara untuk microwave, karena perangkat lama memiliki kerusakan nyata, ChatGPT menyimpulkan bahwa penggantian itu wajar.

Eksperimen ini berhasil karena membantu pengguna merumuskan ulang keputusan pembelian. Alih-alih bertanya apakah menginginkan sesuatu, pengguna dipaksa untuk mempertimbangkan masalah apa yang dipecahkan, apa yang sudah dimiliki, dan apakah ada cara lebih murah untuk mendapatkan hasil yang sama.

Belanja online dirancang untuk menghilangkan sebanyak mungkin gesekan dari proses pengeluaran uang. ChatGPT berhasil mengembalikan sebagian dari gesekan itu. Kini, setiap kali Barlow akan menghabiskan beberapa ratus atau ribuan pound, ia selalu mengajukan pertanyaan yang sama: “Talk me out of it.”

Meskipun eksperimen ini dilakukan oleh jurnalis asing, prinsipnya bisa diterapkan oleh siapa pun. Dengan memanfaatkan AI sebagai asisten keuangan pribadi, pengguna bisa mendapatkan perspektif objektif tentang keputusan belanja mereka.

Saran paling berguna dari ChatGPT bukanlah rekomendasi yang lebih murah, melainkan dipaksa untuk mengidentifikasi batasan pasti yang disebabkan oleh perangkat yang sudah dimiliki. Jika tidak bisa menemukan batasan tersebut, pengguna disarankan untuk tidak membeli apa pun.

Eksperimen ini membuktikan bahwa teknologi AI tidak hanya berguna untuk produktivitas atau hiburan, tetapi juga bisa menjadi alat pengelola keuangan yang efektif. Dengan pendekatan yang tepat, ChatGPT bisa membantu siapa pun menghindari pembelian impulsif dan menghemat uang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.