πŸ“‘ Daftar Isi

Sam Altman, Dario Amodei, dan Tim Cook dalam satu frame

Bos AI Mulai Mengakui Prediksi Mereka Meleset soal Dampak AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sam Altman akui terlalu berlebihan prediksi AI gantikan pekerjaan kerah putih
  • Bos AI lain seperti Dario Amodei dan Bill Gates juga mulai ubah pernyataan
  • Adopsi AI meluas tapi lebih lambat dari prediksi, hanya 10% masyarakat antusias
  • Lebih dari 20.000 orang kerja di AGI, hanya 200 fokus keamanan AI
  • Prediksi AI terus berubah karena teknologi bergerak lebih cepat dari adaptasi masyarakat

Telset.id – Para pemimpin industri kecerdasan buatan (AI) mulai menarik kembali pernyataan mereka yang sebelumnya yakin bahwa AI akan menghilangkan banyak pekerjaan dalam waktu singkat. Sam Altman, CEO OpenAI, baru-baru ini mengakui bahwa ia mungkin telah melebih-lebihkan seberapa cepat AI akan mengeliminasi pekerjaan kerah putih tingkat pemula. Pengakuan ini menjadi sinyal paling jelas bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu ke mana arah teknologi AI selanjutnya.

Selama dua tahun terakhir, industri AI terdengar sangat yakin tentang masa depan. Dario Amodei, CEO Anthropic, pernah meramalkan AI akan menyebabkan pengangguran massal. Bill Gates memprediksi akhir dari hampir setiap pekerjaan, dan bahkan Microsoft mengungkapkan daftar pekerjaan yang kemungkinan besar akan digantikan oleh AI. Kini, beberapa orang yang sama mulai mengubah pernyataan mereka atau setidaknya membingkainya ulang.

Menurut laporan Reuters, Sam Altman mengakui bahwa ia mungkin telah berlebihan dalam memperkirakan kecepatan AI menggantikan pekerjaan. Hal ini menunjukkan perubahan nada yang signifikan dari para pemimpin industri, yang sebelumnya memasarkan AI bukan hanya sebagai alat yang berguna, tetapi sebagai kekuatan ekonomi yang tak terhentikan. Pesan ini membantu mendorong perlombaan senilai miliaran dolar dalam belanja infrastruktur, pusat data, dan adopsi AI di hampir setiap perusahaan teknologi besar.

Sam Altman, Dario Amodei, dan Tim Cook

Namun, seiring teknologi bergerak dari hype menuju kenyataan, prediksi terus berbenturan dengan perilaku manusia yang sebenarnya. Salah satu kejutan terbesar dari ledakan AI adalah bahwa manusia belum beradaptasi secepat atau seragam seperti yang diprediksi banyak ahli. Meskipun alat seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Claude telah menjadi arus utama, adopsi yang meluas tidak secara otomatis berarti penggantian segera.

Banyak perusahaan masih bergulat dengan masalah halusinasi AI, kegagalan, masalah kepercayaan, masalah hukum, dan integrasi alur kerja. Para pekerja terus menemukan cara untuk menggunakan AI di samping pekerjaan yang ada, bukan sepenuhnya mengotomatiskannya. Konsumen sering menggunakan AI dengan cara yang lebih kasual atau terbatas dari yang diperkirakan industri. Akibatnya, terjadi kontradiksi aneh dalam penggunaan AI. Sementara model terus menjadi lebih baik, menurut Pew Research, hanya 10% masyarakat yang mengatakan mereka lebih bersemangat daripada khawatir tentang AI.

Narasi AI Terus Berubah

Menurut film dokumenter The AI Doc: Or How I Became an Apocaloptimist di Amazon Prime, lebih dari 20.000 orang saat ini bekerja pada AGI (kecerdasan umum buatan), sementara kurang dari 200 orang yang fokus secara khusus pada keamanan AI. Statistik ini menangkap sesuatu yang semakin mendefinisikan era AI: teknologi bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan masyarakat untuk sepenuhnya memahami, mengatur, atau beradaptasi dengannya.

Setahun yang lalu, beberapa eksekutif memperingatkan bahwa agen AI akan segera mengotomatiskan sebagian besar pekerjaan pengetahuan. Saat ini, agen AI masih ada terutama sebagai eksperimen awal bagi banyak pengguna. Untuk sementara waktu, rekayasa prompt digambarkan sebagai β€œpekerjaan masa depan.” Sekarang, banyak perusahaan AI secara aktif membangun sistem yang dirancang untuk membutuhkan lebih sedikit prompt khusus sama sekali.

Pencarian di internet pun memasuki fase transisi yang aneh di mana AI Overviews, chatbot, dan situs web tradisional hidup berdampingan secara tidak nyaman. Bahkan garis waktu untuk AGI tampaknya terus berubah tergantung pada siapa yang berbicara dan bulan apa saat itu. Hal ini tidak berarti perusahaan AI sengaja menyesatkan orang, melainkan menunjukkan bahwa memprediksi perubahan teknologi dalam skala besar sangatlah sulit, terutama ketika miliaran orang, pemerintah, bisnis, dan kebiasaan budaya terlibat di dalamnya.

AI Mengubah Dunia, tapi Lebih Lambat dari Perkiraan

Salah satu mitos terbesar seputar ledakan AI saat ini adalah gagasan bahwa siapa pun, termasuk eksekutif Silicon Valley, sepenuhnya memahami apa yang akan terjadi selanjutnya. Teknologi berkembang terlalu cepat, masyarakat beradaptasi secara tidak merata, dan efek jangka panjangnya tetap sangat tidak terduga.

Jadi, ketika mendengar pernyataan berani tentang bagaimana AI akan membentuk kembali pekerjaan, kreativitas, atau kehidupan sehari-hari, perlu disadari bahwa ada kemungkinan besar prediksi tersebut akan direvisi lagi enam bulan dari sekarang. AI benar-benar mengubah dunia, tetapi lebih lambat dari yang diperkirakan banyak orang.

Untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang perkembangan AI, Anda dapat mengikuti Event Spesial Apple dan berita teknologi lainnya di Telset.id.

Komentar

Belum ada komentar.