Telset.id – Apple dikabarkan akan memperkenalkan versi baru Siri yang ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI) pada ajang WWDC 2026 yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Pembaruan besar ini disebut-sebut sebagai perubahan paling dramatis untuk asisten virtual Apple dalam satu dekade terakhir.
Laporan dari Bloomberg mengungkapkan gambaran awal tentang tampilan dan fungsi Siri yang akan datang. Mark Gurman, jurnalis Bloomberg yang kerap akurat dalam membocorkan rencana Apple, memberikan ilustrasi tentang bagaimana agen AI bertenaga Gemini milik Apple ini akan terlihat saat akhirnya diluncurkan. Namun, Gurman mengingatkan bahwa “versi final yang akan diperkenalkan ke publik pada bulan Juni bisa berbeda.”
Siri yang baru akan hidup di dalam Dynamic Island iPhone. Seperti sebelumnya, pengguna tetap bisa membangunkan asisten ini dengan menyebut “Siri” atau menahan tombol daya ponsel. Yang baru adalah kemampuan untuk menggeser ke bawah dari bagian tengah atas iPhone untuk memunculkan antarmuka “Search or Ask” yang menggabungkan elemen dari antarmuka Pencarian saat ini di iOS 26.
Antarmuka baru ini masih menyertakan Siri Suggestions — daftar aplikasi yang disarankan — bersama dengan elemen-elemen baru. Gurman menyebutkan bahwa Apple akan memungkinkan pengguna menggunakan antarmuka ini untuk meluncurkan aplikasi, memulai pesan teks, menambahkan janji di kalender, mencari melalui catatan, dan masih banyak lagi.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa Apple sedang mempertimbangkan untuk memberikan opsi kepada pengguna untuk mengakses layanan AI lain, termasuk ChatGPT, Claude, dan Gemini, melalui antarmuka baru ini. Ini merupakan langkah yang menarik mengingat Apple selama ini dikenal dengan ekosistem tertutupnya. Keputusan ini bisa jadi merupakan pengakuan bahwa Siri masih tertinggal dari kompetitor dalam hal kemampuan AI generatif.
Selain itu, pengguna juga akan melihat aplikasi Siri khusus yang bisa ditempatkan di layar utama (homescreen). Siri juga akan hadir di aplikasi kamera. Mode baru ini akan menggantikan fitur Visual Intelligence yang ada saat ini, yang menurut laporan tidak pernah benar-benar berhasil. Mode baru ini memungkinkan orang untuk mengambil foto dan menjalankannya melalui pencarian gambar terbalik Google atau menggunakan agen AI pihak ketiga untuk analisis foto.
Di aplikasi Photos, Apple akan menawarkan alat “Reframe” dan “Extend” baru. Sesuai dengan namanya, alat ini akan memungkinkan Anda menyesuaikan perspektif gambar atau menggunakan AI untuk menghasilkan elemen visual. Fitur-fitur ini sebenarnya sudah lama ada di perangkat Android. Harapannya, Apple juga akan mempercepat fitur photo-editing yang selama ini dikenal lambat.
Baca Juga:
Pembaruan besar Siri ini datang di saat yang krusial bagi Apple. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino ini tengah menghadapi tekanan besar untuk mengejar ketertinggalan di bidang AI. Sementara kompetitor seperti Google dengan Gemini dan OpenAI dengan ChatGPT terus meluncurkan inovasi, Siri selama ini dianggap stagnan.
Dengan mengintegrasikan kemampuan AI generatif dan membuka akses ke layanan AI pihak ketiga, Apple tampaknya ingin mengubah persepsi bahwa Siri adalah asisten yang ketinggalan zaman. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Apple mulai menyadari pentingnya kolaborasi dengan pemain AI lain, meskipun mereka memiliki teknologi sendiri yang sedang dikembangkan.

Yang menarik, Apple juga dikabarkan sedang mengerjakan fitur-fitur AI untuk aplikasi bawaan lainnya. Di aplikasi Photos, alat “Reframe” dan “Extend” yang disebutkan sebelumnya hanyalah permulaan. Ada kemungkinan Apple akan mengintegrasikan AI ke lebih banyak aplikasi di masa depan.
Namun, masih ada pertanyaan besar mengenai ketersediaan fitur-fitur ini. Apakah semua fitur Siri baru akan tersedia di semua perangkat Apple yang kompatibel dengan iOS 26? Atau apakah beberapa fitur canggih hanya akan tersedia di iPhone terbaru? Apple biasanya menerapkan pembatasan perangkat keras untuk fitur AI tertentu, seperti yang terlihat pada fitur Apple Intelligence yang hanya tersedia di iPhone 15 Pro ke atas.
Dari sisi pengembang, pembaruan Siri ini juga membuka peluang baru. Dengan adanya antarmuka “Search or Ask” yang lebih terbuka, pengembang bisa mengintegrasikan aplikasi mereka lebih dalam dengan Siri. Ini bisa menjadi angin segar bagi ekosistem aplikasi iOS yang selama ini terbatas dalam hal integrasi dengan asisten virtual.
Kehadiran teknologi AI di Siri juga bisa mengubah cara pengguna berinteraksi dengan iPhone. Jika sebelumnya Siri hanya mampu menjawab perintah sederhana, kini Siri diharapkan bisa melakukan percakapan yang lebih alami dan kompleks. Ini termasuk kemampuan untuk memahami konteks, mengingat percakapan sebelumnya, dan memberikan respons yang lebih personal.
Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa laporan Bloomberg ini masih bersifat awal. Mark Gurman sendiri mengakui bahwa versi final yang akan diperkenalkan di WWDC 2026 bisa berbeda dari ilustrasi yang beredar saat ini. Apple dikenal sangat tertutup dan sering mengubah rencana di menit-menit terakhir.
WWDC 2026 sendiri diperkirakan akan menjadi salah satu ajang pengembang paling penting bagi Apple dalam beberapa tahun terakhir. Selain pembaruan Siri, Apple juga diharapkan memperkenalkan iOS 26, iPadOS 26, macOS 17, watchOS 12, dan visionOS 3. Namun, Siri yang diperbarui dengan AI kemungkinan akan menjadi bintang utama acara tersebut.
Dari perspektif bisnis, pembaruan Siri ini sangat penting bagi Apple. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa mereka serius dalam persaingan AI, terutama setelah beberapa produk AI mereka seperti Visual Intelligence tidak mencapai kesuksesan yang diharapkan. Apple juga perlu meyakinkan investor bahwa mereka memiliki strategi AI yang jelas.
Selain itu, dengan membuka akses ke layanan AI pihak ketiga seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini, Apple bisa memberikan pengalaman AI terbaik kepada pengguna tanpa harus membangun semuanya dari awal. Ini adalah pendekatan pragmatis yang bisa menguntungkan semua pihak.
Namun, keputusan untuk mengandalkan AI pihak ketiga juga memiliki risiko. Apple bisa kehilangan kendali atas pengalaman pengguna dan data. Ada juga pertanyaan tentang privasi, yang selama ini menjadi salah satu nilai jual utama Apple. Bagaimana Apple akan menangani data pengguna saat mereka menggunakan layanan AI pihak ketiga? Ini adalah pertanyaan yang perlu dijawab oleh Apple.
Dengan WWDC 2026 yang tinggal menghitung hari, kita akan segera melihat apakah bocoran Bloomberg ini akurat. Yang jelas, Apple sedang berada di persimpangan jalan. Mereka perlu membuat langkah besar di bidang AI, atau risiko tertinggal selamanya. Pembaruan Siri ini bisa menjadi awal dari era baru bagi asisten virtual Apple.





Komentar
Belum ada komentar.