šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi iPhone lipat pertama Apple yang akan diluncurkan pada acara September 2025

Apple Siap Rilis iPhone Lipat Pertama di Acara September 2025

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø6 menit membaca
Bagikan:
  • Apple akan menggelar acara tahunan pada 9 September 2025 dengan tema "Surprise and shine"
  • iPhone lipat pertama Apple diprediksi bernama iPhone Ultra dengan harga sekitar USD 2.000
  • Apple juga akan mengumumkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max untuk segmen premium
  • iPhone 18 standar baru akan meluncur tahun depan, bukan pada acara September ini
  • Produk lain yang mungkin dirilis: HomePod baru, AirPods dengan kamera, dan Apple Watch terbaru
  • Acara ini menjadi pengumuman besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus
  • Apple masuk pasar ponsel lipat sekitar 7 tahun setelah Samsung memulainya
  • Live streaming acara tersedia di YouTube dan situs resmi Apple

Setelah bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi dan impian para penggemar teknologi, akhirnya kabar yang paling dinantikan itu tiba. Apple dikabarkan akan menggelar acara tahunannya pada Rabu, 9 September 2025, pukul 10.00 PDT, dan semua sinyal mengarah pada satu hal: kehadiran iPhone lipat pertama dalam sejarah perusahaan. Momen ini bukan sekadar peluncuran produk biasa, melainkan sebuah pengakuan diam-diam bahwa era ponsel fleksibel akhirnya terlalu besar untuk diabaikan, bahkan oleh raksasa sekaliber Apple.

Bayangkan, Samsung sudah memproduksi perangkat lipat sejak tujuh tahun lalu. Selama periode itu, Apple terlihat tenang, seolah enggan tergesa-gesa mengikuti tren. Namun, ketenangan itu kini tampak sebagai strategi. Alih-alih menjadi pionir, Apple memilih menjadi penyempurna—sebuah pola yang sudah terbukti berhasil dalam berbagai lini produknya sebelumnya. Pertanyaannya kini bukan lagi ā€œapakah Apple akan membuat iPhone lipat?ā€, melainkan ā€œseberapa jauh Apple akan melampaui para pesaingnya?ā€

Acara bertajuk ā€œSurprise and shineā€ ini akan menjadi panggung bagi era baru Apple, sekaligus menjadi ujian pertama bagi kepemimpinan John Ternus yang baru saja menggantikan Tim Cook sebagai CEO. Ini adalah momen bersejarah yang akan menentukan arah perusahaan untuk dekade berikutnya.

iPhone Lipat: Akhir dari Penantian Panjang

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa perangkat lipat andalan Apple akan menggunakan nama iPhone Ultra. Penamaan ini bukan sekadar pemanis pemasaran, melainkan sinyal bahwa perangkat ini berada di kelasnya sendiri. Dengan harga yang diprediksi mencapai USD 2.000 atau sekitar Rp 32 jutaan, iPhone Ultra jelas tidak ditujukan untuk semua orang. Ini adalah perangkat untuk para kolektor teknologi, profesional kreatif, dan mereka yang selalu ingin menjadi yang pertama memiliki sesuatu yang revolusioner.

Yang menarik, Apple tampaknya belajar dari kesalahan para pendahulunya. Alih-alih terburu-buru merilis produk dengan banyak kompromi, Apple memilih menunggu hingga teknologi layar lipat mencapai tingkat kematangan yang memadai. Hasilnya, kita bisa berharap pada engsel yang lebih tahan lama, lipatan layar yang hampir tidak terlihat, dan tentu saja, integrasi ekosistem yang mulus—semua hal yang selama ini menjadi keunggulan kompetitif Apple.

Namun, kehadiran iPhone lipat ini juga memunculkan pertanyaan menarik: apakah ini akan menjadi masa depan iPhone, atau hanya sekadar eksperimen mahal? Sejarah mencatat bahwa Apple tidak pernah ragu untuk ā€œmemakan anaknya sendiriā€ demi inovasi. Ingat bagaimana iPod menghilang setelah iPhone hadir? Mungkin suatu hari nanti, iPhone lipat akan melakukan hal yang sama terhadap iPhone konvensional.

iPhone 18 Pro dan Pro Max: Pilihan Rasional di Tengah Euforia

Tidak semua orang tertarik dengan konsep ponsel lipat. Ada banyak alasan untuk ragu: harga yang selangit, kekhawatiran akan daya tahan, atau sekadar preferensi terhadap desain klasik yang sudah terbukti. Bagi Anda yang termasuk dalam kategori ini, Apple tidak melupakan Anda. Perusahaan ini juga diprediksi akan mengumumkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dalam acara yang sama.

Kedua model ini akan menjadi pilihan rasional bagi mereka yang menginginkan peningkatan performa tanpa harus membayar harga premium iPhone Ultra. Meskipun detail spesifikasinya masih diselimuti misteri, kita bisa berasumsi bahwa iPhone 18 Pro akan membawa peningkatan signifikan pada sektor kamera, chipset, dan daya tahan baterai—tiga pilar utama yang selalu menjadi fokus Apple dalam lini Pro.

Menariknya, Apple memutuskan untuk tidak meluncurkan iPhone 18 standar pada acara September ini. Bocoran menyebutkan bahwa model standar baru akan hadir pada tahun depan. Strategi ini menunjukkan pergeseran fokus Apple: mereka kini lebih berkonsentrasi pada segmen premium dan ultra-premium, meninggalkan pasar entry-level untuk diisi oleh model-model lama yang harganya turun.

Keputusan ini tentu membuat para pengguna iPhone 17 atau bahkan iPhone 16 berpikir ulang. Apakah Anda perlu upgrade tahun ini, atau lebih bijak menunggu? Jika Anda menginginkan yang terbaik dan memiliki anggaran fleksibel, iPhone 18 Pro jelas layak dipertimbangkan. Namun jika Anda puas dengan performa ponsel saat ini, tidak ada salahnya menunggu hingga iPhone 18 standar meluncur tahun depan—dengan harga yang lebih bersahabat.

Lebih dari Sekadar iPhone: HomePod, AirPods, dan Apple Watch Baru

Acara ā€œSurprise and shineā€ tampaknya akan menjadi pesta besar bagi para penggemar ekosistem Apple. Selain jajaran iPhone baru, perusahaan juga dikabarkan akan memperkenalkan perangkat keras lain yang tidak kalah menarik. HomePod yang diperbarui menjadi salah satu kandidat kuat, menandakan bahwa Apple belum menyerah pada pasar smart speaker meskipun persaingan dengan kompetitor semakin ketat.

Yang lebih menarik adalah kabar tentang AirPods dengan kamera. Ini bukan sekadar peningkatan kecil; ini adalah langkah berani yang bisa mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan perangkat wearable. Bayangkan AirPods yang mampu memindai lingkungan sekitar Anda, memberikan informasi kontekstual secara real-time, atau bahkan berfungsi sebagai alat bantu untuk augmented reality. Potensinya sangat besar, dan jika bocoran ini benar, Apple sekali lagi akan menunjukkan kemampuannya untuk berinovasi di luar kotak.

Apple Watch juga diprediksi akan mendapatkan pembaruan. Meskipun detailnya masih minim, kita bisa berharap pada sensor kesehatan baru, peningkatan masa pakai baterai, atau mungkin desain yang lebih ramping. Apple Watch telah menjadi pemimpin pasar smartwatch selama bertahun-tahun, dan perusahaan ini tidak akan membiarkan posisi tersebut tergerus tanpa perlawanan.

Kombinasi produk-produk ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya fokus pada iPhone sebagai mesin uang utama. Mereka sedang membangun ekosistem yang saling terhubung, di mana setiap perangkat memiliki peran yang saling melengkapi. Strategi ini yang membuat pengguna sulit untuk keluar dari ā€œtembok tamanā€ Apple—dan justru itulah kekuatan terbesarnya.

Era Baru di Bawah Kepemimpinan John Ternus

Yang membuat acara September ini semakin bersejarah adalah fakta bahwa ini akan menjadi pengumuman produk besar pertama di bawah kepemimpinan John Ternus. Setelah sekian lama Tim Cook memimpin dengan gaya yang cenderung hati-hati dan berorientasi pada angka, Ternus diharapkan membawa angin segar dengan pendekatan yang lebih berani terhadap inovasi.

Ternus bukanlah nama asing di dunia teknologi. Sebelum menjabat sebagai CEO, ia dikenal sebagai eksekutif yang sangat memahami detail teknis produk Apple. Latar belakangnya yang kuat di bidang hardware memberikan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinannya, Apple akan kembali menempatkan inovasi produk sebagai prioritas utama.

Namun, perlu diingat bahwa Ternus juga mewarisi tantangan besar. Apple menghadapi tekanan regulasi yang semakin ketat di berbagai negara, perlambatan pertumbuhan pasar smartphone global, dan persaingan yang semakin sengit dari merek-merek China seperti Huawei dan Xiaomi. Keputusan untuk masuk ke pasar ponsel lipat pada saat ini bisa dilihat sebagai langkah defensif sekaligus ofensif: mempertahankan pangsa pasar premium sambil menciptakan alasan baru bagi konsumen untuk membeli.

Keberanian Ternus untuk mengambil risiko dengan iPhone Ultra akan menjadi penanda gaya kepemimpinannya. Jika sukses, ia akan dikenang sebagai CEO yang membawa Apple ke era baru inovasi. Jika gagal, ia akan menghadapi kritik yang sama tajamnya dengan yang pernah dialami para pendahulunya. Ini adalah momen yang mendebarkan, tidak hanya bagi Apple, tetapi juga bagi seluruh industri teknologi.

Jadi, siapkan diri Anda untuk menyaksikan sejarah. Apakah Anda akan menjadi bagian dari revolusi lipat Apple, atau tetap setia pada desain konvensional yang sudah terbukti? Apapun pilihan Anda, satu hal yang pasti: tanggal 9 September 2025 akan menjadi hari yang tidak akan terlupakan bagi para penggemar teknologi di seluruh dunia. Dan bagi Anda yang tidak sabar, jangan lupa untuk menonton live streaming acaranya yang tersedia di YouTube dan situs resmi Apple.

Pertanyaan terakhir yang menggantung di udara: apakah inovasi ini akan segera hadir di Indonesia? Jika melihat pola peluncuran Apple sebelumnya, pasar Indonesia biasanya harus menunggu beberapa bulan lebih lama dibandingkan pasar utama. Namun, dengan meningkatnya daya beli konsumen Indonesia dan besarnya basis penggemar Apple di tanah air, kita bisa berharap bahwa iPhone lipat pertama ini akan segera mendarat di toko-toko resmi. Yang jelas, perjalanan Apple menuju era ponsel lipat akhirnya dimulai—dan kita semua akan menjadi saksi sejarahnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.