Telset.id – Apple akhirnya mendapatkan persetujuan regulator untuk menghadirkan Apple Intelligence di China, menandai langkah besar bagi ambisi AI perusahaan di pasar kunci tersebut. Keputusan ini diambil setelah Apple menjalin kemitraan strategis dengan Alibaba dan Baidu untuk mengintegrasikan model AI lokal ke dalam sistem operasi buatannya.
Reuters melaporkan bahwa Administrasi Cyberspace China menyetujui layanan AI Apple setelah kesepakatan dengan Alibaba untuk mengintegrasikan model Qwen AI ke dalam iOS, iPadOS, macOS, dan visionOS. Kesepakatan yang sebelumnya dirumorkan pada tahun lalu ini menjadi langkah penting bagi Apple untuk bersaing di pasar smartphone China.
Pada Rabu malam, juru bicara Baidu juga mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa perusahaannya turut bekerja sama dengan Apple dalam mengembangkan fitur Apple Intelligence untuk pengguna China. Kemitraan dengan Baidu ini sebelumnya juga sudah dirumorkan, meskipun laporan saat itu menyebut Apple menghadapi kendala dalam mengadaptasi modelnya untuk pelanggan China.
Ketiadaan persetujuan regulator China selama ini menyebabkan fitur Apple Intelligence, yang debut pada 2024, tertunda di pasar China. Kini dengan persetujuan resmi, Apple dapat mulai meluncurkan kemampuan AI generatifnya kepada pengguna iPhone di negara tersebut.
Alibaba sebelumnya mengonfirmasi berita tersebut kepada CNBC dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa model Qwen akan “diintegrasikan ke dalam pengalaman Apple Intelligence,” meskipun tidak memberikan jadwal pasti. Integrasi ini akan mencakup kemampuan AI seperti “pemahaman dan pembuatan teks dan gambar.”
Baca Juga:
Keputusan ini datang di saat yang tepat bagi Apple. Pada kuartal kedua, Apple menghasilkan penjualan sebesar $20,5 miliar di Greater China, meningkat 28% dari tahun sebelumnya. Apple baru-baru ini juga berhasil merebut kembali posisi nomor dua di pasar smartphone China setelah festival belanja baru-baru ini menawarkan diskon untuk lini iPhone.
Selain kemitraan dengan Alibaba dan Baidu, Apple juga dikabarkan sedang menjajaki integrasi dengan DeepSeek dan ByteDance. Langkah ini menunjukkan keseriusan Apple dalam menghadirkan Fitur AI Terbaru yang sesuai dengan regulasi dan preferensi pengguna China.
Persetujuan ini menjadi angin segar bagi Apple yang selama ini tertinggal dari pesaingnya di China dalam hal fitur AI. Dengan hadirnya Apple Intelligence, pengguna iPhone di China kini dapat menikmati kemampuan AI generatif yang sebelumnya hanya tersedia di pasar lain.
Kemitraan dengan Alibaba dan Baidu menunjukkan strategi Apple untuk beradaptasi dengan ekosistem teknologi China. Alih-alih memaksakan model AI buatannya sendiri, Apple memilih untuk berkolaborasi dengan perusahaan teknologi lokal yang sudah memahami regulasi dan kebutuhan pasar China.
Integrasi model Qwen dari Alibaba dan model AI dari Baidu ini diharapkan dapat memberikan pengalaman AI yang lebih relevan dan akurat bagi pengguna China. Kemampuan seperti pemahaman teks dan pembuatan gambar dalam bahasa Mandarin menjadi kunci keberhasilan Apple Intelligence di pasar tersebut.
Dengan persetujuan regulator China, Apple kini dapat bersaing lebih ketat dengan merek-merek smartphone China yang sudah lebih dulu menghadirkan fitur AI canggih di perangkat mereka. Langkah ini juga memperkuat posisi Apple di pasar China yang merupakan salah satu pasar terbesarnya.





Komentar
Belum ada komentar.