πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi penyalahgunaan model AI Anthropic Claude oleh entitas yang terhubung dengan China

Anthropic Ungkap Penyalahgunaan Claude oleh Entitas China

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Anthropic ungkap ratusan agen China pakai Claude untuk lima program berbeda
  • Dua program militer: sistem anti-torpedo dan perangkat lunak peperangan elektronik
  • Skenario bawaan memuat 12 target di Taiwan, termasuk Patriot dan Tien Kung
  • Operasi pengawasan menyasar diaspora Uyghur, termasuk jurnalis Uyghur Post
  • Alibaba diduga hasilkan 151 juta pertukaran Claude untuk melatih Qwen 3.x
  • DeepSeek, Xiaomi, dan Zhipu/Z.ai juga dituduh jalankan distilasi serupa

Telset.id – Anthropic mengungkap ratusan agen yang diduga terhubung dengan China memakai Claude untuk setidaknya lima program berbeda, mencakup dua program militer, dua operasi pengawasan, dan satu upaya mendistilasi kemampuan Claude. Temuan ini tertuang dalam laporan ancaman Anthropic edisi September 2026 dan menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana model AI frontier Amerika Serikat dipakai untuk kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan negara asalnya.

Laporan tersebut menyebut dua program militer yang dijalankan aktor berbasis di China. Aktor pertama memakai Claude untuk menyusun spesifikasi sistem kendali tembakan bagi sistem anti-torpedo, yakni logika inti yang menentukan kapan dan di mana senjata anti-torpedo harus menyerang ancaman yang masuk. Aktor ini juga menguji calon sistem tersebut terhadap sistem anti-torpedo dan anti-kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat berdasarkan pengetahuan publik, lalu menyiapkan proposal teknis lebih dari 200 halaman untuk calon klien.

Meski menyamarkan diri sebagai OEM di sektor pertahanan Amerika Serikat, Anthropic meyakini aktor tersebut berafiliasi dengan produsen pertahanan China yang berupaya mengembangkan sistem untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA Navy). Sementara itu, aktor kedua adalah peneliti bidang pertahanan dan industri militer berbasis di China yang memakai Claude untuk mengembangkan sekitar 16 modul perangkat lunak bagi peperangan elektronik dan penindasan pertahanan udara musuh.

Ancaman pada Sistem Pertahanan Taiwan

Perangkat lunak yang dikembangkan aktor kedua menganalisis radar, situs SAM, pos komando, dan simpul komunikasi, kemudian memprioritaskan target. Pada satu titik, skenario bawaan dalam sistem tersebut memuat 12 target di Taiwan, termasuk baterai Patriot dan Tien Kung, pangkalan udara, radar peringatan dini, serta bunker komando.

Anthropic mengklaim metadata akun dan konten yang tertangkap oleh pengamanannya mengindikasikan aktor tersebut terhubung dengan lembaga riset China, termasuk Akademi Ilmu Militer PLA. Meski demikian, Anthropic tidak secara gamblang menyatakan bahwa Claude dipakai langsung oleh PLA.

Menariknya, Anthropic menilai pemilihan Claude dibandingkan alternatif domestik China bukan semata soal plausible deniability. Prompt berbahasa China dan bukti tingkat akun lain yang ditemukan justru menunjukkan hal sebaliknya. Claude dinilai lebih baik atau lebih praktis untuk alur kerja rekayasa tertentu, khususnya tugas coding, penalaran, dan agentic. Ada kemungkinan keunggulan lain: model frontier Amerika Serikat dilatih dengan materi berbahasa Inggris dalam jumlah besar sehingga berpotensi memiliki pengetahuan luas tentang informasi publik seputar teknologi dan sistem militer Amerika Serikat.

Operasi Pengawasan dan Pencurian Model

Anthropic juga menggagalkan operasi pengawasan yang diduga terhubung dengan China dan menyasar etnis Uyghur di luar China, kemungkinan karena operasi serupa sudah berjalan di Kawasan Otonomi Uyghur Xinjiang. Seorang aktor yang diduga terkait pemerintah China memakai Claude untuk menyusup ke kelompok bersenjata Uyghur di Suriah dan mengawasi aktivis serta media diaspora Uyghur, sambil menyamar sebagai konsultan β€œahli” berbahasa Arab.

Setelah agen tersebut menyusup ke kelompok sasaran, Claude membantu memproses informasi yang dikumpulkan dari lebih dari seratus grup WhatsApp dan puluhan kanal Telegram. Sistem itu digunakan untuk mengidentifikasi orang di berbagai platform, memetakan jaringan sosial, dan mengungkap calon target rekrutmen yang dianggap rentan karena masalah keuangan, perpisahan keluarga, atau kekecewaan ideologis terhadap pemerintah Suriah yang baru. Aktor tersebut juga menyasar individu yang masih memiliki kerabat di Xinjiang, sementara Claude membantu menyusun pendekatan menyesatkan dalam dialek lokal, menemukan orang dan organisasi, menerjemahkan percakapan secara real time, serta mengevaluasi kredibilitas pesan rekrutmen. Operasi yang sama menyasar jurnalis diaspora, khususnya Uyghur Post, dengan kampanye pelaporan massal dan amplifikasi bot yang terkoordinasi.

Bagian paling ironis dari temuan Anthropic adalah bahwa entitas China mencuri dari perusahaan tersebut. Praktik ini dilaporkan secara luas pada 2024 hingga 2025 dan tidak berhenti, dengan distilasi menjadi cara utama untuk β€œmencuri” kemampuan model AI tanpa memperoleh model itu sendiri. Anthropic menyatakan sejumlah pengembang AI besar China menjalankan kampanye distilasi berskala industri untuk mengekstraksi kemampuan penalaran Claude dan mereproduksinya di model mereka sendiri.

Kampanye terbesar diduga berasal dari Alibaba, yang operatornya menghasilkan lebih dari 151 juta pertukaran dengan Claude antara Mei dan Juli 2026. Pada satu titik, angka itu mendekati 3 juta permintaan per hari melalui ribuan akun palsu. Menurut Anthropic, data chain-of-thought yang dipanen membantu melatih Qwen 3.x, khususnya untuk penalaran, coding, rekayasa perangkat lunak agentic, pengembangan kernel, dan tugas jangka panjang.

Alibaba tidak sendiri. Anthropic menuduh DeepSeek, Xiaomi, Zhipu/Z.ai, dan pihak lain menjalankan kampanye serupa. Teknik yang diduga dipakai mencakup jaringan proksi dan akun palsu, menyamarkan entitas rahasia, hingga meneruskan permintaan pelanggan mereka sendiri ke Claude dan membeli percakapan Claude hasil panen dari pihak ketiga. DeepSeek sendiri diduga menghasilkan lebih dari 12,1 juta pertukaran dalam 14 hari, sementara Xiaomi menghasilkan lebih dari 400.000.

Anthropic mendefinisikan aktivitas ini sebagai distilasi: mengekstraksi jawaban model frontier secara diam-diam lalu mereplikasi pengetahuannya dengan sebagian kecil komputasi, waktu, dan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkannya secara internal. Praktik semacam ini menempatkan penyedia model frontier pada posisi sulit, karena kemampuan yang dikembangkan dengan investasi besar berpotensi dipanen pihak lain dalam waktu singkat.

Temuan ini juga memperlihatkan bahwa adopsi AI di kawasan tersebut tidak selalu mengandalkan model domestik. Di sisi lain, pengawasan terhadap pemanfaatan AI di China terus menguat, sejalan dengan langkah aturan deepfake yang diperketat Mahkamah Agung China. Sementara itu, kebutuhan infrastruktur komputasi untuk melatih dan menjalankan model berskala besar terus melonjak, seperti terlihat dari langkah AWS tambah GPU untuk infrastruktur AI pada 2027–2028.

Anthropic tidak merinci langkah lanjutan apa yang diambil terhadap akun-akun yang terlibat selain menyatakan telah menggagalkan operasi tersebut melalui pengamanannya. Laporan ini menegaskan bahwa penyalahgunaan model AI frontier untuk kepentingan militer, pengawasan, dan pencurian kapabilitas tetap menjadi tantangan nyata bagi pengembang AI Amerika Serikat pada 2026.

[ META_DESCRIPTION]
Anthropic ungkap ratusan agen China pakai Claude untuk dua program militer, pengawasan Uyghur, dan distilasi model. Simak temuan laporan September 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.