Telset.id ā Anthropic resmi mengajukan penawaran umum perdana (IPO) ke Securities and Exchange Commission (SEC) melalui Formulir S-1 pada Senin, 26 Oktober 2026. Perusahaan pengembang Claude ini akan mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode saham āANTā. Langkah ini membuka jalan bagi salah satu debut publik paling dinantikan di industri kecerdasan artifisial, sekaligus membuka buku keuangan perusahaan yang selama ini tertutup rapat.
Pengajuan IPO ini menjadi penting karena untuk pertama kalinya Anthropic mempublikasikan rincian pendapatan, kerugian, hingga struktur tata kelola yang tidak lazim. Dokumen tersebut juga mengungkap sejumlah risiko yang oleh Anthropic sendiri disebut dapat menimbulkan ārisiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusiaā.
Anthropic sebelumnya telah mengajukan versi draf Formulir S-1 ke SEC pada Juni 2026. Jumlah saham yang akan dilepas dan harga per saham dinyatakan ābelum ditentukanā. Namun, IPO ini berpotensi memberi valuasi sekitar USD2 triliun saat saham diperkirakan mulai diperdagangkan pada pertengahan November 2026. The New York Times pada Agustus melaporkan Anthropic menargetkan penggalangan dana lebih dari USD100 miliar dengan valuasi sekitar USD2 triliun.
Kinerja Keuangan dan Skala Bisnis Enterprise
Berdasarkan dokumen S-1, Anthropic mencatat pendapatan USD16,3 miliar pada paruh pertama 2026. Angka itu melesat dari USD1,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut dibukukan di tengah kerugian operasional sebesar USD693 juta, membaik dibanding kerugian operasional USD2,1 miliar pada paruh pertama 2025. Meski demikian, kerugian bersih Anthropic mencapai USD80,7 miliar, yang sebagian besar dipicu penyesuaian akuntansi nonkas terkait utang konversi. Perusahaan menyatakan āmungkin tidak mencapai atau mempertahankan profitabilitas di masa depanā.
Pendapatan itu bertumpu pada bisnis enterprise yang terus membesar. Hingga akhir September, Anthropic memiliki lebih dari 11.900 pelanggan yang membelanjakan USD100.000 atau lebih per tahun, 1.900 pelanggan dengan belanja USD1 juta atau lebih, dan sekitar 250 pelanggan dengan belanja USD10 juta atau lebih.
Dokumen juga mencatat bahwa per 30 Juni 2026, Anthropic telah mengumpulkan modal agregat sebesar USD141,1 miliar, dengan kas dan setara kas USD112,4 miliar serta investasi jangka pendek USD19,3 miliar. Pendapatan perusahaan tumbuh 1.368 persen secara year-on-year untuk tiga bulan yang berakhir 30 Juni 2026, diimbangi kenaikan 300 persen pada beban komputasi dan infrastruktur di periode yang sama.
Baca Juga:
Tata Kelola Tujuh Pendiri dan Peringatan Risiko Eksistensial
Struktur tata kelola Anthropic menjadi salah satu sorotan dalam pengajuan ini. Tujuh pendiri perusahaan, yakni Dario Amodei, Daniela Amodei, Tom Brown, Jack Clark, Jared Kaplan, Sam McCandlish, dan Christopher Olah, akan membentuk āFounder LLCā yang secara kolektif mengendalikan 50,1 persen hak suara pemegang saham. Menurut dokumen tersebut, langkah ini dirancang untuk menjaga misi keselamatan AI perusahaan. Long-Term Benefit Trust yang dibentuk pada 2023 akan memiliki wewenang menunjuk sebagian besar anggota dewan. Struktur ini menuai kontroversi karena hak suara tidak proporsional dengan kepemilikan ekonomi para pendiri, sehingga pemegang saham publik hanya memiliki kendali praktis yang minim.
Bagian terbesar dalam prospektus justru dialokasikan untuk āfaktor risikoā, sebanyak 94 halaman. Prospektus menyebut bahwa āsistem AI yang cukup canggih, jika tidak dikembangkan, diterapkan, dan dioperasikan dengan pengamanan, pengawasan, serta langkah keamanan yang tepat, dapat menimbulkan risiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusiaā. Frasa ārisiko eksistensialā muncul tiga kali dalam dokumen.
Anthropic secara spesifik mengaitkan risiko itu dengan recursive self-improvement (RSI), yaitu kondisi ketika manusia menyerahkan riset dan pengembangan model AI kepada model AI lain. Prospektus menyebut risiko akan meningkat ketika sistem AI secara substansial mengotomatiskan riset dan pengembangan AI, misalnya jika mempercepat kemajuan AI melampaui kemampuan perusahaan mengevaluasi dan mengamankan model baru. Perusahaan juga memperingatkan bahwa sistem yang semakin otonom dapat mengambil tindakan berbahaya secara mandiri dan dalam skala besar tanpa intervensi manusia.
Risiko lain yang dicatat mencakup penyalahgunaan model untuk meluncurkan serangan siber dan mengembangkan senjata biologis baru, pengawasan warga oleh pemerintah otoriter, serta hilangnya kendali atas model yang dikembangkan. Ketika model mengendalikan peralatan fisik, kesalahan atau manipulasi adversarial disebut dapat mengakibatkan cedera tubuh, kerusakan properti, hingga pelepasan bahan berbahaya. Prospektus juga menyoroti volatilitas kebijakan pemerintah, khususnya keputusan pemerintahan Trump yang menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok.
Di sisi lain, dokumen yang sama menyebut RSI sebagai salah satu keunggulan struktural paling signifikan di frontier AI. Perusahaan menyebut proses itu sebagai āclosing the loopā dan menyatakan kegagalan menutup loop tersebut dapat membuat Anthropic tertinggal dari kompetitor yang memakai AI untuk memperkuat kapabilitas pengembangan mereka sendiri. Ketegangan ini juga tercermin dari langkah pendiri Anthropic yang sebelumnya dikenal getol menyuarakan perlambatan perlombaan AI. Salah satu topik yang paling sering disorot adalah dorongan untuk membatasi RSI, termasuk lewat sejumlah rancangan undang-undang di Kongres yang salah satunya didukung Bernie Sanders. Perusahaan juga tengah menghadapi gugatan hukum; Elvis Presley Estate menuntut Anthropic terkait hak cipta lagu AI.
Anthropic didirikan pada 2021 oleh tujuh mantan karyawan OpenAI yang dilaporkan kehilangan kepercayaan pada kemampuan lab tersebut mengembangkan model AI secara aman. Dalam suratnya kepada calon investor, Anthropic menulis, āKemunculan machine intelligence adalah salah satu momen penting dalam sejarah manusia.ā Perusahaan mendorong calon pemegang saham untuk tidak memandang pembelian saham semata-mata secara transaksional, melainkan sebagai kesempatan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Anthropic menutup pitch-nya dengan menyatakan tujuannya adalah āmembantu umat manusia menempuh jalur aman melalui evolusi teknologi ini, membuka batas-batas penemuan baru, dan menghadirkan era keajaibanā.
Sebagai pembanding, rival Anthropic, OpenAI, telah mengajukan IPO secara rahasia pada musim panas 2026, tetapi pada September mengumumkan tidak lagi berniat melantai di bursa tahun ini dengan alasan kekhawatiran atas risiko yang ditimbulkan AI bagi umat manusia. Sementara itu, produk Anthropic terus berekspansi; perusahaan baru saja merilis Claude Duet sebagai agen AI proaktif bagi profesional di Amerika Serikat.
Dengan pengajuan S-1 ini, Anthropic menyerahkan kepada publik gambaran utuh tentang bisnis yang tumbuh cepat namun belum menghasilkan laba, tata kelola yang menempatkan kendali di tangan para pendiri, serta daftar risiko eksistensial yang oleh perusahaan sendiri dianggap nyata. Jumlah saham, harga penawaran, dan target valuasi final masih menunggu penetapan sebelum saham ANT diperdagangkan di Nasdaq.





Komentar
Belum ada komentar.