Telset.id – Seorang pelanggan Claude menggugat Anthropic ke pengadilan federal pada Senin, 15 Juni 2026, dengan tuduhan perusahaan menyesatkan konsumen soal batas pemakaian paket Max. Gugatan tersebut mendorong status class-action atas nama pengguna AS lainnya.
Karl Kahn, warga Washington DC, mengajukan gugatan tersebut setelah pengalamannya menggunakan Claude Code. Menurut laporan The Wall Street Journal, Kahn mengaku beralih ke paket Max 20x pada April 2026 karena membutuhkan kapasitas lebih besar, namun ia justru kerap menemui batas pemakaian mingguan yang ketat.
Dalam satu sesi sepanjang lima jam, Kahn menghabiskan 15 persen dari jatah mingguannya. Ia menilai angka itu tidak sebanding dengan klaim Anthropic yang menjanjikan kapasitas 20 kali lipat dari paket Pro.
Anthropic menawarkan tiga tingkatan berbayar untuk pengguna individu. Paket termurah, Claude Pro, dibanderol US$17 per bulan dan disebut memberikan “setidaknya lima kali lipat pemakaian per sesi” pada jam sibuk. Namun, perusahaan juga menuliskan peringatan di situsnya bahwa jumlah pesan yang bisa dikirim bervariasi tergantung panjang pesan, file lampiran, panjang percakapan, serta model atau fitur yang digunakan.
Sejak April 2025, Anthropic juga meluncurkan paket Max 5x dan Max 20x yang masing-masing dihargai US$100 dan US$200 per bulan. Kedua paket itu menjanjikan batas pemakaian hingga lima dan 20 kali lipat lebih tinggi dari paket Pro.
“Pemakaian aktual yang diberikan paket Max 5x dan Max 20x jauh di bawah jumlah pemakaian yang diiklankan,” demikian bunyi gugatan. Kahn mengklaim bahwa batas pemakaian sebenarnya sulit ditentukan dan tampak lebih rendah dari yang dijanjikan Anthropic di situs web maupun saluran promosi lainnya.
Anthropic menolak berkomentar saat dimintai tanggapan. Hingga berita ini diturunkan, perusahaan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gugatan tersebut.
Baca Juga:
Batas Pemakaian yang Kabur
Isu batas pemakaian Claude sudah lama menjadi bahan perbincangan hangat di Reddit. Salah satu pengguna baru-baru ini mengeluh bahwa ia menghabiskan batas lima jamnya hanya dengan satu prompt Claude Code. Keluhan serupa bertebaran di forum-forum diskusi, menunjukkan pola masalah yang sistemik, bukan sekadar kasus individual.
Pada Juli 2025, Anthropic bahkan memberlakukan batas pemakaian mingguan untuk Claude Code sebagai respons terhadap pengguna yang menjalankan agen coding tersebut “secara terus-menerus di latar belakang, 24/7.” Langkah itu diambil setelah perusahaan menyadari bahwa pola pemakaian ekstrem menguras sumber daya komputasi secara tidak proporsional.
Semua model bahasa besar beroperasi berdasarkan satuan yang disebut token. Saat pengguna mengetik pertanyaan ke bilah prompt Claude, teks tersebut diubah menjadi angka yang memetakan pola dan hubungan yang dipelajari model selama pelatihan. Proses ini melibatkan biaya input dan output yang sangat bervariasi tergantung kompleksitas prompt.
Kesenjangan Ekspektasi Konsumen
Gugatan ini menyoroti kesenjangan yang semakin lebar antara ekspektasi konsumen dan biaya aktual penyediaan inferensi AI. Model langganan perangkat lunak tradisional tidak cocok diterapkan pada kebutuhan komputasi yang dibutuhkan model bahasa besar untuk bekerja dalam skala besar.
Saat ini, investor venturallah yang menanggung biaya tersebut. Namun, masalah ini diprediksi akan semakin akut ketika Anthropic dan OpenAI melantai di bursa saham. Tekanan untuk menunjukkan profitabilitas bisa memaksa kedua perusahaan menyesuaikan kebijakan batas pemakaian, yang berpotensi memicu lebih banyak gugatan serupa.
Gugatan Kahn tengah berupaya mendapatkan status class-action atas nama konsumen AS lain yang membeli langganan Max sejak paket tersebut diluncurkan tahun lalu. Jika dikabulkan, kasus ini bisa menjadi preseden penting bagi industri AI dalam mengelola komunikasi batas pemakaian kepada pelanggan.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan hukum yang dihadapi Anthropic. Sebelumnya, perusahaan juga dikecam karena meredam kemampuan Claude Fable 5, serta meminta maaf dan menarik kebijakan rahasia terkait model tersebut.





Komentar
Belum ada komentar.