Ilustrasi foto Jeff Bezos tertawa dengan latar belakang logo Amazon dan OpenAI

Amazon Batal Rilis Film Biopik Sam Altman Akibat Konflik Kepentingan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon melalui MGM Studios batalkan film biopik Sam Altman berjudul "Artificial"
  • Film disutradarai Luca Guadagnino dan dibintangi Andrew Garfield
  • Amazon investasi USD 50 miliar di OpenAI pada Februari lalu
  • OpenAI setuju beli layanan cloud senilai USD 38 miliar dari Amazon
  • Film digambarkan mirip "The Social Network" yang kritis terhadap tokoh teknologi
  • Netflix, Focus Features, dan A24 tolak akuisisi film tersebut
  • Kasus ini menunjukkan konflik kepentingan antara industri film dan teknologi

Telset.id – Amazon melalui MGM Studios dikabarkan membatalkan perilisan film biopik tentang Sam Altman, CEO OpenAI, yang hampir selesai diproduksi. Keputusan ini memicu spekulasi tentang konflik kepentingan menyusul investasi besar Amazon di perusahaan AI tersebut.

Film berjudul ā€œArtificialā€ yang disutradarai Luca Guadagnino ini tiba-tiba dihentikan distribusinya oleh Amazon-owned MGM Studios, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Puck News pada Jumat lalu. Amazon beralasan bahwa film Altman ini ā€œakan lebih baik jika dirilis oleh studio yang berbeda.ā€

ā€œKami memiliki rasa hormat dan kekaguman yang sebesar-besarnya terhadap Luca Guadagnino sebagai pembuat film pemenang penghargaan — belum lagi hubungan jangka panjang yang kami harap dapat dilanjutkan,ā€ tambah Amazon dalam pernyataan hampa kepada Variety.

Waktu pembatalan ini sulit dianggap kebetulan. Pada Februari lalu, Amazon berkomitmen menginvestasikan USD 50 miliar di OpenAI sebagai bagian dari putaran pendanaan kunci yang mendongkrak valuasi OpenAI menjadi lebih dari USD 700 miliar. OpenAI juga setuju membeli layanan komputasi awan senilai USD 38 miliar dari Amazon tahun lalu.

Selain itu, Altman memiliki hubungan dekat dengan pemilik Amazon, Jeff Bezos, hingga menghadiri pernikahan mewah Bezos di Venesia. Laporan menyebutkan bahwa film ā€œArtificialā€ dengan nama ambigu ini tidak akan menjadi biografi sanjungan seperti ā€œMelania,ā€ dokumenter senilai USD 75 juta tentang Ibu Negara AS yang ternyata gagal total dan masih dipertahankan Bezos sebagai investasi yang baik.

Sebaliknya, film ini diantisipasi akan lebih mirip dengan ā€œThe Social Network,ā€ film tahun 2010 yang sukses mengkritik tajam pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Variety melaporkan akhir pekan ini bahwa ā€œgambar tersebut dirumorkan menggambarkan Altman sebagai pembohong patologis,ā€ dengan satu-satunya sisi positif bagi Altman adalah ia diperankan oleh Andrew Garfield. Film ini ternyata mendapat respons positif dalam pemutaran uji coba.

Jika Altman dan/atau Bezos menekan agar film ini dihentikan, hal itu bukanlah sesuatu yang tak terduga di era ketika presiden AS menyerang secara brutal beberapa kritikusnya yang paling vokal seperti Stephen Colbert, hanya untuk acara Colbert dibatalkan secara misterius setelah perusahaan induk broadcaster-nya diambil alih oleh miliarder pro-Trump. Atau ketika Elon Musk menggunakan situs media sosialnya untuk mengangkat konspirasi sayap kanan dan menangguhkan jurnalis yang mengkritiknya.

Hal ini lebih merupakan bukti kerapuhan, bahkan pengecut, dari elit teknologi yang menganggap diri mereka semakin tak tersentuh dan kini mulai menutup barisan. Industri film sedang dimakan oleh industri teknologi. Dan kebangkitan AI berarti semua perusahaan teknologi ini semakin terlibat satu sama lain dari sebelumnya. Serangan terhadap salah satu dari mereka adalah serangan terhadap semuanya.

Film ā€œArtificialā€ masih ditawarkan ke studio lain, tetapi peluangnya untuk mendapatkan distribusi luas seperti ā€œThe Social Networkā€ tampak tipis setelah Netflix, Focus Features, dan A24 semuanya menolak mengakuisisinya.

Kasus ini menunjukkan bagaimana hubungan bisnis yang erat antara Amazon dan OpenAI dapat mempengaruhi keputusan kreatif dan distribusi konten. Ini juga menjadi pengingat bahwa di era di mana perusahaan teknologi menguasai industri hiburan, kebebasan berekspresi dan kritik bisa terhambat oleh kepentingan finansial.

Keputusan Amazon ini juga memunculkan pertanyaan tentang masa depan film-film independen yang berani mengkritik tokoh-tokoh kuat di industri teknologi. Dengan Amazon Uji Coba berbagai inovasi AI, perusahaan ini semakin terintegrasi dengan ekosistem teknologi global.

Sementara itu, insiden ini juga berdampak pada reputasi Amazon di mata publik. Banyak yang mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap kebebasan artistik dan independensi konten. Penipuan RTX 5070 di platform mereka juga menambah daftar masalah yang harus dihadapi Amazon.

Bagi para pengamat industri, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana konflik kepentingan dapat merusak integritas dan kebebasan berekspresi. Ini juga menunjukkan bahwa di era di mana AI dan teknologi semakin dominan, keputusan bisnis seringkali diutamakan di atas nilai-nilai artistik dan kebebasan berpendapat.

Ilustrasi foto Jeff Bezos tertawa yang menggambarkan hubungan dekatnya dengan Sam Altman

Komentar

Belum ada komentar.