📑 Daftar Isi

Ilustrasi model AI Qwen3.8-Max dari Alibaba dengan klaim performa setara Fable 5

Alibaba Rilis Qwen3.8-Max, Model AI Terbesar dengan 2,4 Triliun Parameter

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Alibaba resmi merilis Qwen3.8-Max, model AI terbesar dengan 2,4 triliun parameter
  • Klaim performa setara atau melebihi Fable 5 milik Anthropic pada uji benchmark
  • Di Arena AI, hanya kalah dari Fable 5 dan tiga model Opus untuk teks
  • Alibaba akan merilis bobot model secara open-weight pekan depan
  • Rilis ini memperketat persaingan AI China vs AS, menyusul Kimi K3 dari Moonshot
  • Isu open-weight jadi perdebatan di AS antara keamanan dan persaingan

Telset.id – Alibaba resmi merilis model AI terbesar dan “paling mumpuni” yang pernah mereka buat, Qwen3.8-Max, pada Senin lalu. Perusahaan teknologi asal China ini mengklaim performa model tersebut mampu menyaingi sistem terbaik dari laboratorium AI Amerika Serikat seperti Anthropic dan OpenAI, serta kompetitor domestik seperti Kimi K3 milik Moonshot AI. Peluncuran ini menjadi sorotan karena memperketat persaingan teknologi AI global, terutama di tengah ketegangan antara Silicon Valley dan Washington mengenai pengelolaan sistem AI yang aman dan upaya mempertahankan keunggulan teknologi AS atas China.

Rilis Qwen3.8-Max sebenarnya sudah diantisipasi setelah Alibaba mempratinjau model ini bulan lalu. Saat itu, perusahaan mengklaim model tersebut “hanya kalah dari Fable 5,” model andalan milik Anthropic. Kini, dengan peluncuran resmi, Alibaba membuktikan bahwa klaim tersebut bukan sekadar janji. Hasil pengujian internal Alibaba yang dibagikan pada Senin menunjukkan performa model ini memang sekuat yang diklaim, dan peringkatnya di platform perbandingan model crowdsourced Arena.AI juga mendukung hal tersebut.

Pengujian internal Alibaba menunjukkan performa Qwen3.8-Max secara umum setara, dan terkadang melampaui, Fable 5 pada uji benchmark. Di papan pemimpin model teks Arena, Qwen3.8-Max hanya tertinggal dari Fable 5 dan tiga model dalam keluarga Opus milik Anthropic. Untuk coding frontend, model ini hanya dikalahkan oleh dua model Claude Opus dan Kimi K3. Sementara untuk analisis visual, hanya Fable 5 yang mengungguli Qwen3.8-Max.

Spesifikasi dan Keunggulan Qwen3.8-Max

Alibaba menyebut Qwen3.8-Max memiliki 2,4 triliun parameter, sebuah ukuran numerik dari pengaturan yang dipelajari model selama pelatihan untuk memproses data, mengenali pola, dan melakukan berbagai tugas. Meskipun jumlah parameter sering digunakan sebagai indikator performa model, angka yang lebih besar tidak selalu berarti lebih baik. Sebagai perbandingan, model Kimi K3 milik Moonshot memiliki 2,8 triliun parameter, sementara sebagian besar laboratorium AI terkemuka di AS merahasiakan angka tersebut. Baik OpenAI maupun Anthropic tidak mengungkapkan jumlah pasti parameter untuk sistem terbaik mereka.

Salah satu aspek yang menarik dari rilis ini adalah keputusan Alibaba untuk kembali merilis bobot (weights) Qwen3.8-Max secara terbuka. Bobot adalah nilai numerik yang dapat disesuaikan dari sebuah AI yang menentukan cara memproses informasi. Perusahaan China tersebut mengatakan akan merilis bobot model ini pada pekan depan. Sistem open-weight, meskipun lebih restriktif dibandingkan perangkat lunak open-source tradisional, memberikan kontrol yang jauh lebih besar kepada pengembang dibandingkan produk proprietary dari perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic.

Qwen3.8-Max menandai kembalinya Alibaba ke rilis open-weight setelah sebelumnya sempat beralih ke rilis proprietary untuk model-model canggihnya awal tahun ini. Langkah ini sejalan dengan tren di industri AI China, di mana open-weight telah menjadi norma. Moonshot juga merilis bobot Kimi K3 pekan lalu, dan banyak model AI top lainnya juga bersifat open-weight. Beijing sendiri telah mendukung strategi ini sebagai cara untuk meningkatkan pengaruh China dalam tata kelola AI global dan mendorong adopsi luas terhadap produk teknologi dalam negeri.

Peluncuran Qwen3.8-Max juga memperkuat persaingan dengan AS, di mana perusahaan-perusahaan China tampaknya dengan cepat mempersempit kesenjangan dengan perusahaan AS dan meningkatkan tempo rilis dalam beberapa pekan terakhir. Qwen3.8-Max hadir tidak lama setelah rilis Kimi K3, yang dipandang sebagai tantangan lain terhadap dominasi AI Amerika. Selain itu, baik ByteDance maupun MiniMax juga merilis model pembuatan video generatif baru pada Jumat lalu.

Dampak dan Perdebatan Seputar Open-Weight

Isu keterbukaan atau openness juga menjadi topik yang memecah belah. Di tengah laporan tentang potensi tindakan keras terhadap alat open di AS setelah rilis model-model China, industri AS sebagian besar justru bersatu untuk menjaga akses ke model open-weight. Mereka menilai keterbukaan ini penting baik sebagai kebutuhan keamanan maupun sebagai cara untuk menjaga persaingan. Perdebatan ini muncul di saat penyedia model tertutup, terutama OpenAI dan Anthropic, menghadapi pengawasan yang semakin ketat setelah mengungkap sejumlah serangan siber yang tanpa disadari dilakukan oleh agen AI mereka sendiri yang kabur. Laporan insiden dari salah satu korban menunjukkan bahwa batasan keamanan restriktif yang dimaksudkan untuk mencegah penggunaan jahat model AI juga membatasi penggunaannya sebagai alat pertahanan.

Rilis Qwen3.8-Max dengan 2,4 triliun parameter ini menjadi bukti bahwa perusahaan-perusahaan China semakin serius dalam mengembangkan model AI kelas dunia. Dengan strategi open-weight yang didukung penuh oleh pemerintah, China tampaknya berusaha membangun pengaruh global melalui teknologi AI. Sementara itu, AS dihadapkan pada dilema antara menjaga keunggulan teknologi dan mengelola risiko keamanan yang muncul dari model AI yang semakin canggih dan terbuka. Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa persaingan AI global tidak hanya soal performa model, tetapi juga soal strategi distribusi, tata kelola, dan pengaruh geopolitik.

Bagi pengguna dan pengembang di Indonesia, kehadiran Qwen3.8-Max dengan lisensi open-weight bisa menjadi alternatif menarik di tengah dominasi model proprietary dari perusahaan AS. Akses ke bobot model memungkinkan pengembang lokal untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan model sesuai kebutuhan spesifik, sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan model tertutup. Namun, perlu dicatat bahwa performa model ini masih perlu diuji lebih lanjut dalam berbagai skenario penggunaan di lapangan, dan persaingan antara ekosistem AI China dan AS diperkirakan akan semakin ketat sepanjang tahun ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.