Telset.id – Komedian, podcaster, dan YouTuber Adam Conover menilai YouTube kini berperan sebagai gatekeeper baru bagi industri media, menggantikan fungsi jaringan televisi lama. Dalam wawancara dengan Decoder, Conover menyatakan bahwa YouTube adalah gatekeeper yang lebih buruk karena kreator tidak bisa bernegosiasi dengan algoritma rekomendasi.
Conover, yang juga merupakan anggota dewan Writers Guild of America West, menyoroti bagaimana platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok kini menentukan siapa yang bisa sukses di industri hiburan. Ia menyebut istilah “creator” sebagai ciptaan perusahaan media sosial untuk menjebak pekerja kreatif ke dalam kesepakatan ekonomi yang timpang.
“Kata creator diciptakan oleh perusahaan media sosial sebagai cara untuk menipu orang agar masuk ke kesepakatan ekonomi yang sangat tidak adil,” ujar Conover. Menurutnya, istilah tersebut menyamarkan status pekerja kreatif yang sebenarnya adalah penulis, performer, dan tenaga kerja media.
YouTube Kuasai Streaming di Televisi
Conover mengungkapkan bahwa YouTube kini menjadi layanan streaming terbesar di perangkat televisi. Ia mengklaim telah memulai setiap percakapan di Hollywood selama dua tahun terakhir dengan pertanyaan apakah mereka tahu fakta tersebut.
Ia menjelaskan bahwa industri televisi secara tidak sengaja menyerahkan sekitar 60 persen konten televisi ke YouTube. Kategori seperti berita, talk show, program gaya hidup, dan acara perjalanan kini lebih banyak ditonton melalui YouTube secara gratis.
“Mereka tidak pernah memahami bahwa 60 persen televisi adalah berita, talk show, komedi, program gaya hidup, dan acara perjalanan. Mereka membiarkan semua itu pergi ke YouTube,” jelas Conover.
Model bisnis YouTube yang tidak membayar konten di awal, melainkan membagi pendapatan iklan, dinilai Conover sebagai model yang lebih baik dibandingkan platform lain. Namun, ia menegaskan bahwa platform ini tetap menciptakan ketidakseimbangan ekonomi bagi para kreator.
Baca Juga:
Conover juga mengkritik keputusan YouTube yang memperketat aturan YouTube Partner Program. Menurutnya, hal ini membuat kreator baru semakin sulit mendapatkan pendapatan dari platform.
Ia mencontohkan pengalamannya sendiri ketika mencoba menjual acara game show ke layanan streaming. Pihak streaming menolak dengan alasan tidak bisa membuat penonton menonton satu musim penuh dalam akhir pekan, yang menurut Conover bukan cara orang menonton game show.
Dampak pada Industri Kreatif
Perubahan lanskap media ini berdampak besar pada pekerja kreatif di Hollywood. Conover menyebut banyak teman-temannya yang merupakan komedian dan penulis berbakat kini beralih ke sekolah pascasarjana karena hilangnya pekerjaan di industri televisi.
Acara lamanya, Adam Ruins Everything, berjalan selama 65 episode dan menjadi acara terbesar kedua di TruTV. Namun, Conover mengaku tidak bisa lagi menjual acara serupa karena jaringan televisi tidak lagi memproduksi jenis konten tersebut.
“Saya membuat penghidupan yang baik. Saya menghasilkan sebanyak ketika saya menjadi host TV. Tapi sekarang saya punya beberapa freelancer, bukan ruangan penuh penulis, sinematografer, dan aktor,” ungkapnya.
Conover menjelaskan bahwa kelas menengah di industri media telah hilang. Konten komedi berita yang dulunya diproduksi dengan anggaran besar kini digantikan oleh konten dengan anggaran nol di YouTube.
Ia berencana membangun kembali model bisnis yang memungkinkan mempekerjakan beberapa penulis komedi. Tujuannya adalah mendapatkan pendanaan dan membangun model bisnis yang bisa memberikan asuransi kesehatan bagi karyawan.
Dalam hal pengambilan keputusan, Conover mengaku menggunakan pendekatan “build in public” dengan melemparkan konten ke publik dan belajar dari respons mereka. Ia juga selalu mencoba membayangkan dirinya sebagai penonton berusia 15 tahun yang duduk di lantai menonton televisi.
Terkait kontroversi iklan Worldcoin Sam Altman yang pernah dibacakannya, Conover mengaku telah menurunkan video tersebut dan menolak pembayaran. Ia kemudian membuat video berdurasi 25 menit yang mengkritik produk tersebut.
Conover menegaskan bahwa industri media saat ini lebih terkonsentrasi dan tertutup dibandingkan sebelumnya. Meskipun siapa pun bisa mengunggah konten secara gratis, ia menilai sistem ini sangat eksploitatif bagi para kreator.
Ia juga menyoroti bagaimana YouTube mencoba menjadi “perusahaan kabel” alih-alih menjadi channel itu sendiri. YouTube mendorong kreator untuk mencari brand deal dan melakukan pengembangan bisnis sendiri, sementara platform hanya mengambil persentase dari pendapatan.





Komentar
Belum ada komentar.