Telset.id β Acer resmi memperluas portofolio handheld gaming-nya dengan meluncurkan Predator Atlas 7, sebuah konsol genggam berukuran 7 inci yang ditenagai prosesor Intel Arc G-Series. Dalam kesempatan yang sama, Acer juga memperkenalkan Project DualPlay Mini, sebuah konsep perangkat yang memadukan fungsi handheld gaming dan produktivitas dalam satu perangkat.
Kedua perangkat tersebut dipamerkan dalam konferensi pers global next@acer yang berlangsung di Berlin, Jerman, pada 3 September 2026. Peluncuran ini menandai langkah Acer untuk menjawab kebutuhan gamer yang menginginkan perangkat portabel dengan performa kelas atas, sekaligus menghadirkan inovasi baru di segmen perangkat konvertibel.
Predator Atlas 7: Handheld Gaming dengan Performa Intel Arc
Predator Atlas 7 (model PA07-I51) dirancang untuk gamer yang menginginkan pengalaman handheld gaming khas Predator dalam bentuk yang lebih ringkas. Perangkat ini ditenagai oleh prosesor Intel Arc G3 Extreme dengan grafis Intel Arc B390 untuk performa handheld gaming yang disebut Acer revolusioner. Dipadukan dengan langganan Xbox Game Pass, perangkat ini memungkinkan pengguna mengakses ratusan judul game secara instan dengan pengalaman bermain terbaik dari Windows 11.
Untuk menjaga performa tetap optimal saat digunakan secara mobile, Predator Atlas 7 dilengkapi sistem pendingin dual-fan dengan kipas logam presisi Predator AeroBlade yang memiliki 89 bilah dengan ketebalan hanya 0,1 mm. Kipas ini menghasilkan peningkatan aliran udara hingga 10 persen dan bekerja bersamaan dengan kipas plastik sekunder. Teknologi Vortex Flow juga dihadirkan dengan memanfaatkan saluran internal bersudut untuk mengalirkan udara panas keluar dari sasis secara lebih efisien saat beban kerja tinggi.
Dari sisi daya tahan, Predator Atlas 7 dibekali baterai berkapasitas hingga 80 Wh yang memungkinkan sesi bermain lebih lama saat bepergian. Perangkat ini juga memiliki bobot di bawah 750 gram dengan baterai 80 Wh, atau di bawah 700 gram jika menggunakan baterai 60 Wh.
Desain ergonomis menjadi perhatian utama pada perangkat ini. Pegangan dengan grip yang mengikuti kontur tangan, area sandaran telapak tangan yang lebih luas, tombol tersembunyi, serta tekstur anti-slip membantu pemain mendapatkan pegangan yang stabil untuk input yang lebih akurat. Joystick dilengkapi opsi tunneling magnetoresistance (TMR) untuk presisi tinggi dan performa anti-drift tanpa dead zone. Fitur Hall-effect analog triggers juga mendukung game yang membutuhkan variasi tekanan.
Predator Atlas 7 menggunakan layar sentuh FHD berukuran 7 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz, kecerahan maksimal 500 nits, dukungan Variable Refresh Rate (VRR), dan rasio aspek 16:9. Layarnya dilindungi Corning Gorilla Glass Victus dengan permukaan DXC untuk ketahanan terhadap goresan dan pengurangan silau. Pelindung layar tempered glass juga disertakan dalam paket penjualan.

Konektivitas menjadi salah satu keunggulan perangkat ini. Dua port Thunderbolt 4 disediakan untuk docking bandwidth tinggi, output layar, dan koneksi aksesori. Dukungan microSD UHS-II memungkinkan penambahan penyimpanan eksternal, sementara Intel Killer Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 memastikan koneksi nirkabel dengan standar terbaru. Aplikasi PredatorSense juga tersedia untuk pemantauan sistem secara real-time, pemilihan mode performa, penyesuaian pencahayaan RGB, serta pengaturan gameplay yang dapat diakses hanya dengan satu sentuhan tombol.
Untuk kebutuhan audio, perangkat ini dilengkapi fitur DTS:X Ultra melalui dua speaker 2 watt yang memberikan kedalaman dan detail suara lebih baik. Dua mikrofon dengan dukungan Acer PurifiedVoice membantu mengurangi kebisingan berbasis AI sehingga komunikasi suara terdengar jelas selama sesi permainan intens.
Informasi lebih detail mengenai Predator Atlas 7 dapat disimak pada artikel spesifikasi lengkapnya.
Baca Juga:
Project DualPlay Mini: Konsep Gaming dan Produktivitas
Selain Predator Atlas 7, Acer juga memperkenalkan Project DualPlay Mini yang berukuran 8 inci. Perangkat konsep dari Predator ini dirancang memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai perangkat handheld gaming sekaligus pendukung produktivitas mobile.
Untuk kebutuhan bermain game, Project DualPlay Mini mendukung dua konfigurasi kontrol berbeda. Keyboard fisik bawaan dengan backlit memungkinkan pengguna merasakan pengalaman seperti pada laptop gaming tradisional, yang cocok untuk memainkan game first-person shooter. Sementara untuk produktivitas, perangkat ini dapat terhubung ke layar eksternal sehingga pengguna tetap bisa bekerja saat bepergian.
Project DualPlay Mini hadir dengan desain flip-and-swivel yang memungkinkan perangkat beralih antara mode genggam dan mode laptop mini. Menariknya, untuk memperingati hari jadi Acer yang ke-50, bagian penutup belakang perangkat menampilkan tulisan βAcer 50 since 1976β yang disusun dalam kode morse, sebuah detail yang mencerminkan tonggak sejarah sekaligus identitas merek Predator.
Perangkat ini didukung oleh Intel dan mengintegrasikan arsitektur pendingin kipas ganda yang sama seperti Predator Atlas 8, dengan satu kipas berbahan logam Predator AeroBlade yang memiliki bilah lebih tipis dan satu kipas plastik. Melalui konsep ini, merek Predator berupaya menyatukan pengalaman antara perangkat yang dirancang untuk gaming dan produktivitas.
Konsep Project DualPlay Mini menjadi langkah inovatif Acer dalam menyajikan pengalaman unik bagi beragam segmen pengguna. Perangkat ini juga menjadi salah satu sorotan dalam lini produk terbaru Acer yang diperkenalkan di ajang Next@Acer Berlin.
Perlu dicatat bahwa spesifikasi produk, harga, dan ketersediaan akan bervariasi di masing-masing kawasan. Untuk informasi ketersediaan produk Acer terbaru di Indonesia, pengguna dapat mengunjungi laman www.acerid.com.
Dengan peluncuran ini, Acer semakin serius bersaing di pasar handheld gaming yang terus berkembang. Kehadiran Predator Atlas 7 dengan prosesor Intel Arc G-Series menunjukkan komitmen Acer untuk menghadirkan perangkat gaming portabel dengan performa tinggi, sementara Project DualPlay Mini membuka kemungkinan baru bagi perangkat yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.




Komentar
Belum ada komentar.