telset

800 Lebih Aplikasi Android Terindikasi Sebagai Malware

Jakarta – Jangan sangka sistem operasi Android yang bersifat terbuka bebas dari malware. Justru karena bersifat terbuka banyak orang yang secara sengaja membuat malware untuk sistem operasi bentukan Google.

Belum lama ini, sebuah perusahaan keamanan bernama Dasient mempelajari 10.000 aplikasi untuk Android. Alhasil menemukan bahwa lebih dari 8 persen dari aplikasi transmisi data pengguna pribadi untuk komputer yang tidak sah. Bentuk malware dirancang untuk mengontrol smartphone pengguna.

Misalnya, aplikasi yang terinfeksi malware  secara otomatis akan mengirim pesan teks ke daftar kontak keseluruhan, seperti email spammer email yang mengendalikan account lain. Dasient CTO Neil Daswani juga menyatakan bahwa jumlah aplikasi yang terinfeksi telah meningkat sebanyak dua kali lipat selama dua tahun terakhir.

Seperti yang dikutip telsetnews dari digitaltrend (22/07), malware tersebut juga bisa melakukan download otomatis jika pengguna mengunjungi sebuah situs tertentu. Upaya ini disebut “drive-by downloads” karena pengguna tidak menginstal apapun pada situs tersebut.

Selain data pengguna pribadi, malware juga sering membocorkan nomor IMEI, khusus untuk telepon, dan nomor IMSI, khusus untuk pelanggan. Jika informasi ini bocor ke server yang tidak bertanggung jawab, kartu SIM dalam telepon dapat diduplikasi dengan mudah oleh penerima atau kemungkinan dijual dalam jumlah besar untuk organisasi-organisasi ilegal untuk menciptakan kloningan ponsel. Kurangnya regulasi di Android Market menjadikan sebagian pengguna Android menyalahkan Google.   (tsn/hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0