Ratusan guru PAUD dan TK mengikuti pelatihan koding dan robotik di Jawa Tengah

450 Guru PAUD dan TK di Jateng Dibekali Koding dan Robotik

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • 450 guru PAUD dan TK di Jawa Tengah mengikuti pelatihan koding, robotik, dan matematika
  • Pelatihan berlangsung di Semarang dengan suasana antusias
  • Materi mencakup kerja sama, pencegahan perundungan, literasi digital, dan penggunaan teknologi bijak
  • Pendekatan pembelajaran berbasis koding dan robotik untuk mengembangkan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi
  • Program bagian dari transformasi pendidikan usia dini agar adaptif terhadap teknologi

Telset.id – Sebanyak 450 guru PAUD dan TK di Jawa Tengah mengikuti pelatihan koding, robotik, dan matematika sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi pendidikan usia dini di era digital. Pelatihan ini berlangsung di Semarang dan dihadiri oleh para pendidik dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para guru tampak aktif mengikuti arahan fasilitator, mencoba berbagai perangkat robotik, serta mempraktikkan permainan edukatif yang dirancang untuk melatih logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah pada anak-anak. Program ini merupakan inisiatif untuk memastikan pendidikan usia dini lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Guru PAUD dan TK mengikuti pelatihan koding dan robotik

Selain mengenalkan teknologi, pelatihan ini juga menanamkan berbagai nilai penting kepada para pendidik. Materi yang disampaikan mencakup kerja sama, pencegahan perundungan, literasi digital, serta penggunaan teknologi secara bijak tanpa menimbulkan ketergantungan pada gawai. Pendekatan ini dinilai penting untuk membentuk karakter anak sejak usia dini.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. Pendekatan pembelajaran berbasis koding dan robotik dinilai dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sejak usia dini.

Transformasi pendidikan di Indonesia terus berlanjut dengan fokus pada pengenalan teknologi sejak tingkat dasar. Program serupa diharapkan dapat diperluas ke daerah-daerah lain agar dampaknya lebih merata. Inisiatif ini sejalan dengan upaya global untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan digital, meskipun terdapat kekhawatiran tentang dampak teknologi terhadap privasi dan keamanan data, seperti yang terlihat pada kasus kreator AI yang mundur akibat hujatan publik.

Para guru mempraktikkan perangkat robotik

Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan pendidik. Dengan pemahaman yang baik tentang teknologi, guru dapat mengajarkan siswa untuk menggunakan perangkat digital secara bertanggung jawab. Hal ini menjadi krusial mengingat maraknya ancaman siber, termasuk modus phishing yang menggunakan QR Code dari karakter teks yang sulit dideteksi.

Ke depannya, para guru diharapkan dapat mengintegrasikan pembelajaran koding dan robotik ke dalam kurikulum harian. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta yang mampu berpikir kritis dan inovatif. Transformasi ini membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, dan orang tua.

Program pelatihan ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia. Dengan bekal koding dan robotik, anak-anak diharapkan mampu bersaing di tingkat global. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan evaluasi berkala.

Komentar

Belum ada komentar.