4 Kehebatan Jaringan 0G Dibanding Teknologi 5G

Jaringan 0G

Telset.id, Jakarta – Saat para operator gencar melakukan uji coba jaringan 5G di Indonesia, Sigfox Indonesia justru menghadirkan jaringan 0G atau Zero G di Indonesia.

CEO Sigfox Indonesia, Johnny Swandi Sjam mengatakan, ketersediaan jaringan 0G di Indonesia dikhususkan untuk kebutuhan Internet of Things atau IoT. Ia mengakui, dalam segi kecepatan, jaringan ini kalah jauh dibanding 5G.

Kepada tim Telset.id dalam sebuah wawancara pada Selasa (18/02/2020), Johnny menjelaskan ada empat keunggulan yang ditawarkan oleh jaringan 0G dan lebih unggul daripada 5G, yakni low power, wide area, simple, and cost effective.

{Baca juga: Peneliti Bikin Alat Penguat Sinyal WiFi Murah, Namanya RFocus}

“Low power, jadi dia itu baterainya bisa tahan lama. Satu sensor kita pasang, gak sebentar-sebentar harus kita charge,” ujar Johnny.

Berdasarkan penjelasan Sigfox Indonesia, sebuah sensor yang berjalan di jaringan 0G bisa digunakan hingga 6 bulan sampai 1 tahun tergantung penggunaan. Selain dayanya yang hemat, area cakupannya juga cukup luas.

Meski luas, cara kerjanya cukup sederhana. Pasalnya, ukuran data yang ditransfer pun relatif kecil, hanya sekitar 12 bit saja.

{Baca juga: Sigfox Luncurkan Jaringan 0G untuk Kembangkan IoT}

Sigfox Indonesia

Simple, karena memang cara kerjanya sederhana. Data yang ditransfer juga sangat kecil. Lebih murah ongkosnya. Kalau pakai teknologi yang advance itu kan jadi mahal,” lanjutnya.

Sigfox Indonesia melihat potensi besar dari jaringan 0G di Indonesia. Sayangnya, belum banyak yang menyadari hal ini, terlebih untuk pengembangan IoT di Indonesia.

“Banyak kita berpikir teknologi yang advance. Untuk speed tinggi, 5G, 6G, tapi sebenarnya ada yang di bawah ini marketnya besar tapi belum kepegang. Jadi Sigfox melihat ada market yang belum tersentuh yang bisa kita layani,” tegasnya.

{Baca juga: Menkominfo: Ibu Kota Baru akan Gunakan Teknologi 5G}

Meski demikian, Johnny mengaku masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Sigfox. Salah satunya adalah memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat di Tanah Air mengenai IoT.

“Sigfox sudah mulai mengedukasi masyarakat. Misalnya kita kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mengedukasi mereka, bekerjasama juga dengan mitra lokal, dan komunitas-komunitas IoT,” tutup Johnny. (HR/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here