2 Tahun Dirilis, Aplikasi Jenius Sudah Punya 1,2 Juta Pengguna

Telset.id, Jakarta Aplikasi Fintech (Financial Technology), Jenius telah mengalami pertumbuhan yang bagus. Pasalnya, sejak dirilis pada 2016 lalu, aplikasi Jenius buatan Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) itu telah memiliki 1,2 juta pengguna.

Menurut Irwan Sutjipto selaku Value Proposition and Product Head, Deputy Head of Digital Banking BTPN, aplikasi Jenius adalah aplikasi yang menyasar masyarakat yang melek teknologi, atau disebut sebagai “Digital Savvy”.

“Saya melihat bahwa meluasnya pengaruh digital terhadap perilaku konvensional masyarakat digital savvy di Indonesia dimana saat ini user Jenius sudah tembus hingga 1,2 juta pengguna,” ucap Irwan di Menara BTPN, di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

{Baca juga: Rangkul Pegiat Digital, Jenius Gelar “Co.Creation Week 2019”}

Menurut Irwan, meningkatnya gaya hidup dan finansial masyarakat Indonesia saat ini memberikan peluang untuk menghadirkan solusi digital yang relevan, dengan menghadirkan beberapa fitur yang memudahkan penggunanya bertransaksi.

Misalnya terdapat fitur Send It yang memudahkan pengguna kirim uang maupun bayar tagihan. Lalu ada fitur Split Bill, yang memungkinkan pengguna berbagai biaya tagihan ke siapapun dengan mengirimkan permintaan uang sesuai jumlah tagihan lewat aplikasi atau SMS.

“Jenius ingin terus hadir dalam setiap pengambilan keputusan dalam hidup seseorang sebagai solusi life finance yang mudah, cerdas serta aman agar hidup jadi lebih praktis dan bermakna,” tambah Irwan.

Pada kesempatan yang sama, Nielsen juga menunjukan terkait penetrasi internet di Indonesia berdasarkan generasi umur. Berdasarkan laporan Nielsen, Generasi Z hingga Baby Boomers dilaporkan kompak mengalami peningkatan penetrasi internet di tahun 2018 kemarin.

{Baca juga: Rumah Sakit di Samarinda Terima Pembayaran Pakai Go-Pay}

Menurut Inggit Primadevi, Associate Director Consumer Insight Nielsen, Nielsen meneliti penetrasi internet dari 4 kategori generasi usia, termasuk generasi Z, Y atau millenial, generasi X dan Baby Bommers.

Inggit mengatakan, keempat generasi tersebut mengalami peningkatan penetrasi digital sejak tahun 2014 hingga 2018. Di generasi Z terjadi peningkatan 30% sepanjang 4 tahun tersebut.

“Di tahun 2014 lalu penetrasi internet generasi Z adalah 66%. Tahun 2018 lalu terjadi kenaikan hingga 86%,” ucap Inggit. (NM/FHP)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0