Telset.id β xTool memperkenalkan laser terbaru bernama X1 yang dirancang sebagai sistem modular dengan kemampuan menggabungkan berbagai jenis laser dalam satu perangkat. Mesin ini menjadi lini pertama xTool yang menggunakan teknologi flying-galvo, memadukan area kerja besar ala gantry dengan kecepatan galvo.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara The Next Level Maker Conference di Grapevine, TX. Acara ini merupakan kombinasi retreat dan ekspo bagi para kreator, dengan berbagai kelas dan sesi motivasi dari para ahli yang telah mengubah hobi menjadi bisnis sukses.
Klaim utama xTool adalah X1 akan menjadi mesin laser terakhir yang dibutuhkan pengguna. Sistem modular ini memungkinkan pengguna menambahkan semua tipe laser yang diproduksi xTool, mulai dari CO2, Diode, UV, Fiber, hingga MOPA. Mesin ini juga merupakan unit dual-head pertama dari xTool, di mana galvo ditempatkan berdampingan dengan laser CO2.

Mesin ini dapat memilih dan menentukan kepala mana yang akan digunakan untuk setiap pekerjaan, atau menggunakan keduanya sekaligus jika diperlukan. Sistem ini memberikan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam satu perangkat laser desktop.
Berbeda dengan mesin βall in oneβ sebelumnya yang hanya mengandalkan toolhead yang bisa ditukar dengan berbagai daya laser diode dan IR, X1 menggunakan sistem backpack yang dapat ditukar untuk menyediakan berbagai frekuensi laser yang dialirkan ke toolhead galvo.
Sistem Backpack dan Konfigurasi Default
Dengan sistem backpack tersebut, galvo pada X1 dapat berfungsi sebagai diode untuk wood-burning, UV untuk engraving kristal, atau MOPA untuk metal etching. Hal ini menjadikan X1 sebagai alat yang sangat serbaguna untuk berbagai kebutuhan kreatif dan industri.
Konfigurasi default mesin ini akan hadir dengan laser CO2 55W yang bertenaga, dipasangkan dengan diode 20W untuk kepala galvo. Namun, belum ada informasi mengenai harga yang diumumkan pada saat peluncuran. Kita harus menunggu hingga mendekati tanggal peluncuran pada Oktober mendatang untuk mengetahui detail lebih lanjut.
Perwakilan xTool menyatakan bahwa perusahaan ingin merangkul semua bentuk kreativitas dan menjadi lebih dari sekadar produsen laser. Untuk mewujudkan visi tersebut, mereka juga mengumumkan mesin bordir terbaru bernama SE1 yang akan segera hadir.

Baca Juga:
Mesin Bordir SE1 dan Integrasi Ekosistem
Mesin bordir SE1 mampu melakukan jahitan normal dan bordir satu warna. Mesin ini diposisikan sebagai pintu masuk ke dunia bordir bagi mereka yang sudah berada dalam ekosistem xTool. Mesin ini dapat dipasangkan dengan O1 Omni untuk mewarnai benang dengan teknologi DTG color.
Cara kerja yang tampak rumit ini sebenarnya punya alasan kuat. Bordir full-color biasanya membutuhkan mesin multi-needle dengan harga ribuan dolar. Mesin tersebut juga sangat kompleks dan membutuhkan keterampilan tinggi untuk mengoperasikan dan merawatnya.
Sebaliknya, mesin bordir satu warna dapat dibeli dengan harga jauh lebih murah dan dioperasikan oleh pemula sekalipun. SE1 juga akan menggunakan xTool design suite, yang memudahkan transfer desain antara mesin jahit dan printer UV.
Dalam demonstrasi yang dilakukan, sepotong kain dijahit menggunakan SE1, kemudian dilepas dari hoop, lalu ditempatkan di dalam printer UV untuk menambahkan warna. Proses diakhiri dengan heat press untuk mengunci tinta DT.
Selain xTool, acara tersebut juga menampilkan berbagai vendor lain yang merupakan kreator yang bertransformasi menjadi pemilik bisnis kecil. Hal ini sejalan dengan apa yang secara aktif didorong oleh xTool melalui produk dan ekosistemnya.

Salah satu vendor yang hadir adalah Makerflo, yang didirikan oleh Marc Pendergraft dan John Modi. Mereka mulai menjual produk laser-cut sejak lulus kuliah dan kini memiliki bisnis grosir yang menyediakan material premium siap-laser dengan kemasan hadiah mewah. Booth mereka menampilkan beberapa produk baru yang sedang mencari masukan dari pengunjung, termasuk coaster dari batu penyerap dengan disc logam siap-laser di bagian tengahnya.
Vendor lain bernama Smokey Hill Designs, yang dimiliki oleh Angela Cruise, membawa palet penuh kayu lapis berkualitas tinggi, akrilik, leatherette, dan substrat laser berkilau lainnya. Sebagian besar material tersebut dicetak khusus dengan desain menarik menggunakan material yang aman untuk diode. Hampir semua produknya diproduksi sendiri di toko mereka di North Carolina dengan standar kualitas ketat untuk penggunaan laser. Salah satu material unik yang mereka jual adalah Freshy Sheets, material tebal penyerap dengan permukaan cetak berwarna yang dirancang untuk menampung minyak esensial sebagai pengharum ruangan.
BurnForge Software juga hadir dalam acara tersebut. Aaron Pratt menciptakan BurnForge, sistem pelacakan bisnis berbasis langganan untuk para kreator. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melacak pesanan pelanggan di setiap tahap sehingga tidak merusak bahan baku yang mahal. Program ini juga membantu mengingat pengaturan mesin serta melacak inventaris dan pesanan. BurnForge menawarkan uji coba gratis 30 hari dengan kode NEXTLEVEL30 untuk waktu terbatas.
Terakhir, ada Maker Studio yang dibuat oleh saudara Elias dan Isaiah Grey. Aplikasi ini merupakan rangkaian aplikasi yang membuat peta kustom yang dapat direproduksi dengan laser cutter, CNC, atau printer 3D. Peta tersebut hadir dalam gaya berlapis yang terlihat bagus saat dipotong laser dan ditumpuk, atau peta relief medan 3D yang dapat dicetak 3D atau diukir CNC. Produk ini memungkinkan kreator dengan mudah mengubah lokasi nyata menjadi file desain tanpa perlu keterampilan CAD. Maker Studio adalah layanan berlangganan yang akan segera menyertakan box maker, fit sheet untuk kemasan, dan pembuat seni tumbler. Tersedia uji coba gratis 14 hari.
Peluncuran X1 ini menegaskan komitmen xTool untuk menghadirkan perangkat yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan kreator dalam satu ekosistem. Dengan kemampuan modular yang dimilikinya, X1 berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi pengguna yang serius menekuni dunia laser cutting dan engraving.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.