Telset.id ā Xiaomi resmi membuka reservasi untuk perangkat Network Attached Storage (NAS) pertamanya, Xiaomi Smart Storage, melalui platform JD.com di China. Periode reservasi ini berlangsung dari 27 Agustus hingga 26 September 2026, memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan NAS perdana dari vendor asal China tersebut.
Pembukaan reservasi ini menjadi langkah signifikan bagi Xiaomi yang selama ini dikenal melalui smartphone dan ekosistem produk rumah pintarnya. Perangkat NAS ini hadir dalam tiga konfigurasi yang sudah termasuk hard disk di dalam paket penjualannya, dengan harga mulai dari CNY 2.699 atau sekitar Rp 6 jutaan untuk varian 4 TB.

Tiga Varian dengan Harga Kompetitif
Xiaomi Smart Storage NAS ditawarkan dalam tiga pilihan kapasitas yang masing-masing menggunakan konfigurasi dual-HDD. Varian entry-level dibanderol CNY 2.699 untuk kapasitas 4 TB yang terdiri dari dua buah hard disk 2 TB. Sementara itu, varian menengah dengan kapasitas 8 TB dijual seharga CNY 3.499, dan varian tertinggi dengan kapasitas 16 TB dibanderol CNY 5.499.
Jika dikonversi menggunakan kurs tengah Google, harga ketiga varian tersebut masing-masing sekitar $402 untuk model 4 TB, $521 untuk model 8 TB, dan $818 untuk model 16 TB. Dengan harga tersebut, Xiaomi menawarkan nilai yang cukup menarik jika dibandingkan dengan harga hard disk NAS di pasaran Amerika Serikat.
Perlu dicatat bahwa harga dua buah hard disk NAS 2 TB di pasar AS hampir setara dengan harga entry model Xiaomi Smart Storage. Artinya, konsumen secara efektif mendapatkan perangkat NAS-nya dengan harga yang sangat murah setelah memperhitungkan biaya penyimpanan yang sudah termasuk dalam paket.
Spesifikasi Xiaomi Smart Storage NAS
Dari sisi desain, Xiaomi Smart Storage NAS hadir dengan bodi aluminium alloy yang ringkas. Dimensinya mencapai 200,5 x 85 x 161 mm dengan bobot sekitar 2,3 kg. Perangkat ini memiliki dua bay SATA yang kompatibel dengan drive 3,5 inci maupun 2,5 inci.
Untuk urusan performa, Xiaomi mengandalkan prosesor Realtek RTD1619B quad-core ARM dengan kecepatan 1,7 GHz. Chip ini sebenarnya bukan komponen baru karena Realtek RTD1619B juga digunakan oleh Synology pada seri DS223 dan DS223j yang dirilis pada 2023 lalu.
Namun, Xiaomi terbilang lebih murah hati dalam hal konfigurasi pendukung. Perangkat ini dibekali RAM 4 GB dan penyimpanan internal 32 GB, jauh lebih besar dibandingkan DS223j yang hanya memiliki 1 GB RAM dan DS223 dengan 2 GB RAM.
Dari segi konektivitas, Xiaomi Smart Storage NAS unggul dengan port Ethernet 2,5-gigabit, sementara kedua model Synology hanya mengandalkan port gigabit Ethernet. Yang lebih menarik, Xiaomi juga menyertakan port HDMI yang tidak dimiliki oleh model Synology tersebut. Kehadiran port HDMI ini masuk akal mengingat prosesor Realtek RTD1619B berasal dari lini media processor yang mendukung pemutaran media.
Kapasitas Maksimal dan Aksesori Tambahan
Xiaomi mengiklankan kapasitas maksimal yang relatif moderat, yakni 60 TB dengan dukungan dua buah drive 30 TB. Angka ini terbilang lebih rendah dibandingkan kompetitor yang mengiklankan dukungan kapasitas hingga 124 TB dan 132 TB pada hardware serupa.
Selain perangkat utama, Xiaomi juga menjual aksesori UPS pendamping dengan harga CNY 349. Aksesori ini berguna untuk menjaga keamanan data saat terjadi pemadaman listrik mendadak.
Perlu dicatat bahwa periode reservasi untuk konsumen China akan berakhir pada 27 Agustus. Namun, pengujian independen dan penilaian terhadap software yang diintegrasikan Xiaomi masih harus menunggu hingga unit tersedia di tangan para reviewer.
Baca Juga:
Analisis Posisi Pasar
Kehadiran Xiaomi Smart Storage NAS dengan harga yang kompetitif berpotensi mengganggu pasar NAS entry-level. Strategi penetapan harga Xiaomi yang agresif, dengan memberikan konfigurasi hardware yang lebih mumpuni dibandingkan kompetitor pada kelas harga yang sama, menjadi daya tarik utama.
Meskipun prosesor yang digunakan bukanlah chip generasi terbaru, kombinasi RAM 4 GB, port 2,5-gigabit Ethernet, dan HDMI menjadikannya pilihan yang menarik. Bagi konsumen yang membutuhkan solusi penyimpanan jaringan dengan budget terbatas, Xiaomi Smart Storage menawarkan nilai yang sulit ditandingi.
Namun, perlu diingat bahwa peluncuran ini masih terbatas di pasar China. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan Xiaomi Smart Storage NAS di pasar global, termasuk Indonesia. Konsumen di luar China harus menunggu pengumuman resmi dari Xiaomi mengenai rencana ekspansi produk ini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terbaru dari Xiaomi, kamu bisa menyimak chip 3nm Xring D100 yang baru saja dirilis untuk mobil listrik, atau kabar mengenai tantangan GAC Aion terhadap Xiaomi SU7.

Kesimpulan
Xiaomi Smart Storage NAS menjadi entri pertama Xiaomi di kategori perangkat penyimpanan jaringan. Dengan harga mulai CNY 2.699 untuk varian 4 TB, perangkat ini menawarkan kombinasi hardware yang menarik di kelasnya. Konfigurasi RAM 4 GB, port 2,5-gigabit Ethernet, dan HDMI menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki kompetitor pada kelas harga serupa.
Reservasi yang dibuka hingga 26 September 2026 ini menandai langkah awal Xiaomi dalam membangun ekosistem penyimpanan terintegrasi bagi penggunanya. Meskipun kapasitas maksimal yang didukung lebih rendah dari kompetitor, harga yang kompetitif tetap menjadi daya tarik utama perangkat ini.





Komentar
Belum ada komentar.