Telset.id ā Penggemar Grand Theft Auto VI yang mencari file bocoran kini menghadapi ancaman baru berupa file ISO 113GB palsu yang beredar di situs torrent. File tersebut dikabarkan mengandung malware yang dirancang untuk melemahkan sistem keamanan Windows setelah dieksekusi.
File mencurigakan ini mulai beredar di situs torrent setelah meningkatnya minat terhadap materi bocoran GTA VI dan klaim adanya build game lengkap. Namun, penguji yang memeriksa file ISO tersebut menemukan bahwa 99,99% isinya hanyalah data kosong, menyisakan sekitar 50KB kode berbahaya yang teridentifikasi sebagai malware.
Seorang peneliti online dengan akun @Aidas29506493 di X menyatakan telah melakukan reverse engineering dan mengonfirmasi bahwa file tersebut sepenuhnya palsu dan penuh virus. Ukuran 113GB sengaja dibuat agar file terlihat seperti rilis game asli, padahal di dalamnya hanya menyembunyikan payload kecil yang berpotensi menjadi ransomware.

Kode berbahaya tersebut dilaporkan mengandung perintah yang dirancang untuk melemahkan Windows Defender dan mengganggu alat keamanan lain di komputer korban. Perilaku ini memungkinkan malware beroperasi dengan perlindungan yang lebih sedikit setelah seseorang menjalankan file unduhan tersebut di Windows.
Analisis juga menemukan perintah PowerShell yang menambahkan drive sistem ke daftar pengecualian pemindaian Windows Defender. Perintah lain disebutkan dapat menghentikan software keamanan, meskipun verifikasi independen atas temuan tersebut masih terbatas saat ini.
Baca Juga:
Risiko Malware Meningkat Seiring Minat Bocoran GTA VI
File ISO palsu ini muncul setelah serangkaian klaim bocoran GTA VI yang menarik perhatian komunitas game online. Seorang pembocor bernama Cyberleek dilaporkan telah membagikan materi gameplay dan peta fiksi Leonidas, sambil menuntut perubahan dari Rockstar. Take-Two Interactive juga telah meminta informasi dari Microsoft untuk mengidentifikasi pengguna yang terhubung dengan tiga server Discord yang dikaitkan dengan kebocoran tersebut.
Perkembangan ini meningkatkan perhatian terhadap file GTA VI tidak resmi, menciptakan kondisi yang bisa dimanfaatkan penjahat dengan unduhan palsu yang meyakinkan. Situasi ini juga menunjukkan mengapa file game yang belum dirilis dapat membawa risiko keamanan lebih besar daripada software bajakan biasa yang sudah tersedia publik.
Gamer yang mengunduh file semacam itu berisiko mengekspos kata sandi, file pribadi, data browser, atau informasi lain jika kode berbahaya mendapatkan akses tanpa peringatan. Malware GTA 6 palsu ini menjadi pengingat penting tentang bahaya mengunduh file tidak resmi.
Alternatif Resmi dan Kewaspadaan Pengguna
Rockstar telah menjadwalkan rilis resmi Grand Theft Auto VI pada November, memberikan pemain alternatif legal dibandingkan salinan tidak resmi. Sampai saat itu, klaim seputar build bocor dan dugaan ISO harus diperlakukan dengan hati-hati karena file tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen sebagai asli.
Kasus ini memberikan peringatan kuat, tetapi pengujian independen lebih lanjut diperlukan untuk memastikan setiap klaim teknis tentang file tersebut. Pengguna juga perlu mewaspadai malware serupa yang menyebar melalui metode lain seperti pesan Teams palsu.
Keamanan siber menjadi perhatian utama bagi para gamer yang menantikan perilisan GTA VI. Alih-alih mengambil risiko dengan file bocoran, pengguna disarankan menunggu rilis resmi dan menghindari unduhan dari sumber tidak terpercaya. Tips keamanan seperti memeriksa keaslian file sebelum menjalankannya juga penting untuk diterapkan.





Komentar
Belum ada komentar.