📑 Daftar Isi

Laser anti-drone LOCUST X3 buatan AeroVironment yang dipasang pada kendaraan militer

US Army Beri Kontrak $465 Juta untuk Laser Anti-Drone LOCUST X3

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • US Army memberikan kontrak senilai sekitar $465 juta kepada AeroVironment, Inc. untuk sistem laser anti-drone LOCUST X3
  • LOCUST X3 adalah laser 30-kilowatt yang dapat dipasang pada kendaraan militer dan dirancang untuk menangani drone Group 3 (UAV hingga 1.350 pon)
  • Kontrak ini merupakan kontrak produksi pertama untuk senjata laser energi tinggi dalam sejarah AS
  • Sistem ini dikendalikan menggunakan Xbox controller untuk memudahkan operator militer
  • LOCUST X3 diposisikan sebagai solusi menghadapi drone Shahed yang digunakan dalam konflik Iran dan Ukraina
  • AeroVironment menyebut sistem ini memiliki jangkauan lebih panjang dibanding tindakan penanggulangan serupa

Telset.id – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) memberikan kontrak senilai sekitar $465 juta kepada AeroVironment, Inc. untuk sistem senjata anti-drone LOCUST X3. Sistem laser berdaya 30-kilowatt ini dirancang untuk menghancurkan drone serang kelas menengah yang menjadi ancaman nyata di medan perang modern.

Kontrak produksi bersejarah ini menandai pertama kalinya dalam sejarah AS sebuah senjata laser energi tinggi dianugerahi kontrak produksi. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa tahun pengembangan yang mencakup uji coba militer, dan menegaskan pergeseran strategi pertahanan dari eksperimen menuju kapabilitas lapangan yang permanen.

LOCUST X3 secara spesifik dirancang untuk menangani apa yang disebut Departemen Pertahanan AS sebagai drone “Group 3” – kendaraan udara nirawak (UAV) dengan berat hingga 1.350 pon dan mampu mengangkut muatan seberat 125 pon dalam jarak 8 mil. Kemampuan ini menjadikannya solusi yang ditargetkan untuk mengatasi ancaman drone yang semakin canggih dan mematikan.

Kendali Xbox Controller untuk Operasional Mudah

Salah satu keunikan utama LOCUST X3 adalah kemudahan pengoperasiannya. AeroVironment, Inc. merancang sistem ini agar relatif mudah dikendalikan. Operator – yang dapat berasal dari kalangan tentara, pelaut, penerbang, atau bahkan penjaga Space Force – dapat membidik laser anti-drone ini menggunakan Xbox controller.

John Garrity, wakil presiden sistem energi terarah di AeroVironment, Inc., menjelaskan alasan di balik pemilihan perangkat yang akrab bagi generasi muda tersebut. “Bagi tentara muda, pelaut, penerbang, atau penjaga yang menggunakan sistem ini, ini tidak berbeda dengan apa yang mereka gunakan di rumah sendiri untuk bermain video game,” ujarnya.

Pendekatan ini secara signifikan mengurangi kurva pembelajaran bagi personel militer, memungkinkan mereka beradaptasi dengan cepat terhadap sistem pertahanan canggih ini. Dengan antarmuka yang sudah familier, waktu pelatihan dapat dipersingkat dan efisiensi operasional dapat ditingkatkan.

Peran Strategis dalam Pertahanan Berlapis

LOCUST X3 diposisikan sebagai salah satu bagian dari respons US Army terhadap serangan drone. Sistem ini dimaksudkan untuk menjadi bagian dari pertahanan berlapis terhadap ancaman UAV Group 1-3, dengan senjata lain turut berkontribusi dalam skema pertahanan menyeluruh.

Aaron Westman, direktur senior pengembangan bisnis di AeroVironment, Inc., menggambarkan peran LOCUST X3 dari sudut pandang perusahaan. “Senjata ini benar-benar dapat membunuh banyak ancaman. Tugasnya adalah, katakanlah, menipiskan populasi musuh untuk mampu membunuh ancaman dalam volume tinggi,” jelasnya.

Sistem ini juga memiliki jangkauan yang lebih panjang dibandingkan banyak tindakan penanggulangan serupa. Keunggulan ini menjadikannya alternatif yang dipandang ke depan, terutama mengingat rudal pencegat AS diyakini telah banyak terkuras akibat konflik dengan Iran.

Garrity juga menjelaskan konteks ancaman yang menjadi fokus LOCUST X3. “LOCUST X3 dimaksudkan untuk menjadi pembunuh Group 3. Ketika kita berbicara tentang Group 3, itu adalah salah satu ancaman yang paling lazim dalam peperangan saat ini, terlihat dalam konflik di Iran dan Ukraina dengan drone Shahed,” ungkapnya kepada para wartawan.

Drone Shahed-136 satu arah telah digunakan terhadap pasukan AS di Timur Tengah. LOCUST X3 diposisikan sebagai solusi untuk menghadapi ancaman ini, tidak hanya karena portabilitasnya tetapi juga karena efektivitasnya dalam menjangkau target dari jarak yang lebih aman.

Russian Garpia-A1E loitering munition

Wahid Nawabi, Chairman, President, dan Chief Executive Officer di AeroVironment, Inc., memberikan pernyataan resmi terkait pencapaian ini. “Transisi energi terarah dari eksperimen menjadi kapabilitas lapangan yang bertahan lama mencerminkan kolaborasi, inovasi, dan keberhasilan operasional selama bertahun-tahun bersama Angkatan Darat AS,” katanya.

Pengembangan LOCUST X3 sendiri telah melalui serangkaian uji militer yang panjang sebelum akhirnya mendapatkan kontrak produksi. Proses ini menunjukkan komitmen serius baik dari pihak pengembang maupun militer untuk memastikan sistem yang dihasilkan benar-benar siap digunakan dalam berbagai skenario pertempuran.

Dengan adanya kontrak senilai $465 juta ini, masa depan pertahanan terhadap ancaman drone kelas menengah dipandang akan semakin solid. Sistem laser ini menawarkan pendekatan yang lebih efisien dan berkelanjutan dibandingkan rudal pencegat konvensional yang biayanya jauh lebih tinggi dan stoknya terbatas.

Kehadiran LOCUST X3 dalam arsenal US Army menandai babak baru dalam peperangan modern, di mana teknologi energi terarah mulai mengambil peran sentral. Keberhasilan sistem ini dalam uji coba dan keputusan untuk memproduksinya secara massal dapat menjadi preseden bagi pengembangan sistem serupa di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.