📑 Daftar Isi

Total War: Warhammer 40,000 dari Creative Assembly dengan opsi kustomisasi pemain

Total War: Warhammer 40,000 Kunci Kustomisasi Pemain Sejak Awal

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Creative Assembly menyebut kustomisasi pemain sebagai fitur wajib di Total War: Warhammer 40,000 sejak awal
  • Battle product owner Dave Petry menyatakan pemain harus bisa membangun identitas sendiri di universe tersebut
  • Tersedia personalisasi estetika unit, kustomisasi loadout, dan progresi akhir permainan
  • Unit Intercessors dapat dispesialisasikan dengan bolt rifle, auto bolt rifles, atau stalkers
  • Game memakai warna cat asli Games Workshop agar pemain bisa mereplikasi pasukan nyata
  • Kolaborasi dengan Games Workshop demi pengalaman tabletop yang autentik
  • Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series X, Series S, dan PC

Telset.id – Creative Assembly menegaskan bahwa kustomisasi pemain menjadi fitur wajib dalam Total War: Warhammer 40,000 sejak tahap pengembangan awal. Battle product owner Dave Petry menyatakan bahwa kemampuan membangun identitas sendiri di dalam universe Warhammer 40,000 adalah “big deal” yang harus dihadirkan ke dalam game, bukan sekadar pelengkap.

Pernyataan tersebut disampaikan Petry bersama lead designer Joy Dey dalam wawancara dengan TechRadar Gaming di Gamescom. Menurut Petry, begitu studio memutuskan menggarap judul ini, mereka langsung menyadari bahwa pemain harus bisa menuliskan cerita mereka sendiri di dalam universe tersebut. Kustomisasi pun diposisikan sebagai fitur “must-have” di semua aspek, bukan opsi tambahan yang bisa dikorbankan.

Pendekatan ini berangkat dari keinginan Creative Assembly menyimulasikan pengalaman yang sama bagi para penggemar tabletop Warhammer. Pemain yang akrab dengan hobby tersebut diharapkan merasakan pengalaman serupa ketika memainkan versi digitalnya, termasuk dalam hal membangun identitas pasukan masing-masing.

Total War: Warhammer 40,000

Kustomisasi Estetika hingga Progresi Akhir

Petry menyebut bahwa menghadirkan fitur “core” dari hobby ke dalam game adalah hal yang “awesome”. Ia lantas merinci sejumlah bentuk kustomisasi yang akan tersedia, mulai dari personalisasi unit secara estetika, kustomisasi loadout, hingga progresi di fase akhir permainan. Artinya, pemain tidak hanya mengatur tampilan, tetapi juga cara unit mereka berkembang sepanjang kampanye.

Ia mencontohkan bagaimana pemain dapat menypesialisasikan unit Intercessors selama kampanye berjalan. Unit tersebut bisa diarahkan untuk menggunakan bolt rifle, auto bolt rifles, atau stalkers, lalu ditingkatkan levelnya dan dilengkapi dengan berbagai cara berbeda. Menurut Petry, unit tersebut bahkan berpotensi pada akhirnya berkembang menjadi seperti stern guards.

Seluruh elemen itu, kata Petry, merupakan bagian dari “core hobby” yang dialami pemain melalui game. Pernyataan ini menegaskan bahwa kustomisasi dalam Total War: Warhammer 40,000 tidak berhenti pada pilihan warna atau tampilan visual, tetapi menyentuh sistem progresi unit yang berjalan sepanjang kampanye.

Selain kustomisasi unit dan loadout, Creative Assembly memastikan bahwa game ini akan menghadirkan warna cat asli yang digunakan Games Workshop dalam produk nyata mereka. Dengan begitu, penggemar bisa memakai warna yang sama seperti yang mereka kenal dan sukai, lalu mereplikasi pasukan atau favorit mereka di dunia nyata ke dalam game.

Langkah ini memperkuat posisi Total War: Warhammer 40,000 sebagai adaptasi yang berupaya menjaga kedekatan dengan tabletop, bukan sekadar mengambil nama besarnya. Bagi pemain yang memiliki koleksi cat dan pasukan fisik, opsi ini memberi jalur langsung untuk memindahkan identitas visual pasukan mereka ke layar.

Total War: Warhammer 40,000

Kolaborasi dengan Games Workshop demi Autentisitas

Creative Assembly juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama erat dengan Games Workshop untuk memastikan pengalaman pemain senyata mungkin dengan versi tabletop. Upaya ini mencakup penyimulasian pertempuran tabletop dengan cara yang familiar bagi para penggemar, sehingga nuansa yang dihadirkan tetap terasa akrab.

“We’re trying to create an authentic sense of the lore and the kind of combat that’s there, but the love for the tabletop absolutely is present,” ujar Petry. Pernyataan itu menegaskan bahwa autentisitas lore dan pertempuran menjadi perhatian utama, tanpa melepaskan kecintaan terhadap tabletop sebagai akar dari seluruh pengalaman tersebut.

Kombinasi antara kustomisasi menyeluruh dan pendekatan autentik terhadap tabletop menjadi fondasi yang dipilih Creative Assembly untuk judul ini. Bagi pemain yang mengikuti perkembangan game bertema Warhammer 40,000, arah ini menunjukkan bahwa studio menempatkan identitas pemain sebagai bagian inti dari desain, bukan lapisan kosmetik di atasnya.

Sebagai konteks industri, Creative Assembly bukan satu-satunya studio yang menyoroti pentingnya kustomisasi mendalam dalam game modern. Pendekatan serupa juga muncul di judul lain, seperti yang terlihat pada pengembangan game yang mengedepankan opsi penyesuaian luas bagi pemainnya.

Total War: Warhammer 40,000 dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk PS5, Xbox Series X, Series S, dan PC. Jendela rilis tersebut menempatkan judul ini sebagai salah satu proyek besar yang akan hadir di generasi konsol saat ini, sekaligus menjangkau pemain PC yang selama ini menjadi basis utama seri Total War.

Total War: Warhammer 40,000

Dengan sederet opsi kustomisasi yang dikonfirmasi, mulai dari warna cat asli Games Workshop, personalisasi estetika unit, kustomisasi loadout, hingga spesialisasi unit sepanjang kampanye, Total War: Warhammer 40,000 menargetkan pemain yang ingin membangun identitas pasukannya sendiri di dalam universe Warhammer 40,000. Keputusan Creative Assembly menjadikan kustomisasi sebagai fitur wajib sejak awal menjadi sinyal jelas soal prioritas desain yang mereka pegang untuk judul ini.

Untuk informasi seputar game dan aplikasi lain, pembaca dapat menelusuri kanal terkait di Telset.id, termasuk pembahasan soal AI Assistant Adobe serta akses Photoshop di Web bagi pelanggan Creative Cloud.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.