Workstation Supermicro Gold Series GPU Super AI Station dengan Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra

Supermicro Jual Workstation GB300 Seharga Rp1,5 Miliar Lebih

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Supermicro menjual workstation Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra seharga US$92.887,47 atau sekitar Rp1,5 miliar sebelum pajak dan ongkos kirim
  • Harga tersebut tujuh kali lebih mahal dari Mac Studio dengan Apple M5 Ultra yang dibanderol US$12.299,00
  • Total memori 748GB terdiri dari 496GB sistem memory untuk CPU Grace dan 252GB HBM3e untuk GPU Blackwell Ultra
  • Performa hingga 20 PFLOPS FP4, tiga kali lebih cepat dari chip H200 dalam kecepatan inferensi
  • Prosesor Grace 72-core, penyimpanan dua 1.92TB dan dua 960GB M.2 NVMe, dukungan PCIe 5.0 dan 6.0
  • Jaringan dual 400GbE dengan Nvidia ConnectX-8 SuperNIC, port USB, mini display, dan IPMI
  • Diskon 3% untuk pelanggan baru Gold Series menjadi sekitar US$90.101,05
  • Model ARS-511GD-NB-LCC-01-G2 ditujukan untuk laboratorium riset dan enterprise

Telset.id – Supermicro resmi memasarkan workstation berbasis Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra superchip dengan harga US$92.887,47 atau sekitar Rp1,5 miliar sebelum pajak dan ongkos kirim. Harga tersebut menjadikan mesin ini sekitar tujuh kali lebih mahal dibandingkan Mac Studio dengan Apple M5 Ultra yang dibanderol US$12.299,00.

Workstation ini membawa total memori 748GB, jauh melampaui 256GB yang ditawarkan Mac Studio dengan chip M5 Ultra. Perbedaan harga dan spesifikasi yang signifikan ini menegaskan bahwa produk tersebut menyasar segmen yang sangat berbeda dari komputer desktop konsumen pada umumnya.

Nvidia merancang platform ini untuk menangani beban kerja AI berat. Dari total 748GB memori, sebanyak 496GB merupakan memori sistem yang terhubung ke CPU Grace, sementara 252GB lainnya adalah HBM3e yang berada pada GPU Blackwell Ultra. Meski terbagi dalam dua pool yang berbeda, kombinasi keduanya tetap memberikan kapasitas memori hampir tiga kali lipat dari alternatif Apple.

Supermicro Gold Series GPU Super AI Station (ARS-511GD-NB-LCC-01-G2)

Workstation ini memasangkan prosesor Grace 72-core dengan GPU Blackwell Ultra, membentuk arsitektur memori koheren yang menurut Nvidia mendukung model dengan parameter triliunan secara lokal. Untuk penyimpanan, sistem ini dilengkapi dua drive M.2 NVMe 1.92TB dan dua drive 960GB, memberikan kombinasi kapasitas lokal yang fleksibel bagi pengguna.

Slot M.2 tambahan mendukung standar PCIe 5.0 dan PCIe 6.0, memungkinkan ekspansi lebih lanjut untuk dataset yang digunakan dalam penelitian jangka panjang. Konektivitas jaringan ditangani melalui port 400GbE ganda yang dipasangkan dengan Nvidia ConnectX-8 SuperNIC, serta port LAN manajemen khusus untuk administrasi jarak jauh.

Dari sisi konektivitas, sistem ini menyertakan beberapa port USB, output display mini, dan dukungan IPMI untuk diagnostik serta pemantauan jarak jauh. Nvidia mengklaim platform ini mampu memberikan performa hingga 20 PFLOPS FP4, tiga kali lebih cepat dalam kecepatan inferensi dibandingkan chip H200.

Sistem ini juga mendukung workload agen berkelanjutan, menghasilkan hingga 1200 token per detik tanpa biaya token tambahan. Pendinginan mengandalkan sistem liquid direct-to-chip yang dipadukan dengan beberapa kipas di dalam chassis tower atau rack-mount. Konsumsi daya berasal dari satu unit catu daya 1600W dengan efisiensi level Titanium 94% untuk operasi berat yang berkelanjutan.

Chassis workstation ini memiliki berat sekitar 88 pon dalam kondisi kosong, mencerminkan kepadatan komponen yang tinggi dalam bingkai yang ringkas. Supermicro membangun workstation ini untuk laboratorium riset dan perusahaan yang menjalankan model besar secara lokal, jauh dari kebutuhan komputasi rumah atau kantor pada umumnya.

Apple Mac Studio, di sisi lain, melayani profesional kreatif dan pengguna umum yang membutuhkan performa kuat tanpa infrastruktur AI khusus di rumah. Pembeli yang mencari biaya masuk lebih rendah dapat memanfaatkan diskon 3% untuk pelanggan baru pada model Gold Series. Diskon tersebut menurunkan harga menjadi sekitar US$90.101,05, masih jauh di atas kisaran yang wajar untuk workstation desktop kebanyakan.

Pembeli dalam volume besar juga dapat meminta penawaran diskon yang lebih besar, praktik umum di kalangan vendor yang menjual ke lingkungan riset dan laboratorium. Supermicro mendaftarkan workstation ini dengan nomor model ARS-511GD-NB-LCC-01-G2, bagian dari lini Gold Series yang ditujukan untuk laboratorium riset.

Bagi sebagian besar pembeli, perangkat seperti ini hanya masuk akal jika model dengan parameter triliunan harus dijalankan sepenuhnya di lokasi, tanpa ketergantungan pada cloud. Jika tidak, selisih harga dibandingkan alternatif prosumer tampak sulit dibenarkan untuk anggaran riset tipikal di luar organisasi yang didanai dengan baik.

Kehadiran workstation ini menegaskan arah pengembangan AI yang semakin terfragmentasi antara solusi enterprise kelas atas dan perangkat konsumen. Sementara itu, persaingan di segmen AI juga semakin ketat, seperti terlihat dari berbagai investasi Nvidia di berbagai lini bisnis.

Bagi kalangan enterprise yang membutuhkan kapasitas komputasi AI lokal, workstation ini menawarkan solusi lengkap dengan spesifikasi yang tidak tertandingi di kelasnya. Namun, keputusan pembelian tetap harus mempertimbangkan anggaran dan kebutuhan aktual organisasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.