Ilustrasi perangkat Starlink V5 dengan desain terminal yang lebih ringan dan modern

Starlink V5 Resmi Dirilis, Terminal Lebih Ringan dan Kecepatan 375+ Mbps

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Starlink V5 resmi diumumkan dengan kecepatan unduh hingga 375+ Mbps
  • Bobot terminal hanya 1,1 kg, jauh lebih ringan dari Standard 4 (2,9 kg)
  • Tahan terhadap kecepatan angin hingga 265 kph saat terpasang
  • Konsumsi daya rata-rata hanya 35-50 watt, setengah dari generasi sebelumnya
  • Masih membutuhkan router eksternal, berbeda dengan Starlink Mini
  • Tersedia di area terbatas, ekspansi menyusul setelah produksi massal
  • Ideal untuk daerah rawan badai dan situasi darurat

Telset.id – SpaceX resmi meluncurkan perangkat Starlink generasi terbaru, Starlink V5, yang menawarkan terminal lebih ringan dan kecepatan unduh hingga 375+ Mbps. Inovasi ini secara langsung menjawab kebutuhan pengguna rumahan akan koneksi satelit yang lebih praktis tanpa mengorbankan performa.

Diumumkan melalui akun X resmi, Starlink V5 dirancang untuk aktivitas berat seperti streaming, video call, dan gaming. Perangkat ini saat ini baru tersedia di area terbatas, dengan ekspansi lebih luas direncanakan setelah produksi massal berjalan.

Perbedaan paling mencolok ada pada bobot terminal. Starlink V5 hanya berbobot 1,1 kg, jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya, Standard 4, yang mencapai 2,9 kg. Bahkan, bobotnya hampir identik dengan Starlink Mini yang juga 1,1 kg.

Meski ringan, ketahanan terhadap angin justru meningkat. Terminal V5 mampu bertahan pada kecepatan angin hingga 265 kph saat terpasang, mengalahkan Standard 4 yang hanya 96 kph. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk daerah rawan badai dan tornado.

Dari segi konsumsi daya, Starlink V5 jauh lebih efisien. Rata-rata konsumsi dayanya hanya 35-50 watt, atau sekitar setengah dari Standard 4 yang membutuhkan 75-100 watt. Efisiensi ini sangat krusial untuk penggunaan di lokasi dengan pasokan listrik terbatas atau saat kondisi darurat.

Perbandingan lengkap spesifikasi antara Starlink V5, Standard 4, dan Mini dapat dilihat pada tabel berikut:

Spesifikasi Starlink V5 Standard 4 Mini
Kecepatan Unduh Hingga 375+ Mbps Hingga 400+ Mbps Hingga 300+ Mbps
Antena Electronic Phased Array Electronic Phased Array Electronic Phased Array
Field of View 110 derajat 110 derajat 110 derajat
Berat Dish 1,1 kg 2,9 kg 1,1 kg
Rating Lingkungan IP67 Type 4 IP67 Type 4 IP67 Type 4
Suhu Operasional -30°C hingga 50°C -30°C hingga 50°C -30°C hingga 50°C
Kecepatan Angin (Terpasang) 265 kph 96 kph 96 kph
Kemampuan Lelehkan Salju Hingga 40 mm/jam Hingga 40 mm/jam Hingga 25 mm/jam
Konsumsi Daya Rata-rata 35-50 watt 75-100 watt 25-40 watt
Indikator Daya LED / Sisi Atas Starlink LED / Face Plate Router LED / Face Plate Belakang Starlink

Perlu dicatat, Starlink V5 tetap membutuhkan router eksternal yang disertakan dalam paket penjualan. Ini berbeda dengan Starlink Mini yang memiliki antena Wi-Fi bawaan dan bisa berfungsi tanpa router. Namun, sebagai kompensasi, kecepatan V5 lebih tinggi.

Perubahan desain pada Starlink V5 juga membuat proses instalasi menjadi lebih mudah. Ini merupakan kabar baik bagi pengguna yang lebih suka memasang sendiri perangkat mereka tanpa bantuan teknisi.

Keunggulan ketahanan terhadap angin dan konsumsi daya yang rendah menjadikan V5 sangat relevan untuk situasi darurat. Jepang, misalnya, telah mulai memasang antena Starlink pada rambu hidran kebakaran untuk menyediakan Wi-Fi darurat.

Secara keseluruhan, Starlink V5 menawarkan paket yang lebih seimbang antara performa, portabilitas, dan efisiensi. Meski kecepatan puncaknya 25 Mbps lebih rendah dari Standard 4, bobot yang jauh lebih ringan, ketahanan angin superior, dan konsumsi daya setengahnya merupakan kompensasi yang signifikan.

Fakta bahwa Starlink telah terbukti berguna dalam berbagai situasi kritis, seperti membantu Ukraina tetap terhubung selama invasi dan digunakan dalam simulasi blokade Taiwan oleh China, menunjukkan betapa vitalnya layanan ini. Kini, dengan V5, akses ke konektivitas satelit menjadi lebih mudah dan efisien.

Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran Starlink V5 membuka peluang koneksi internet di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau jaringan fiber optik atau seluler. Ketahanan terhadap angin kencang juga menjadi nilai tambah mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan cuaca ekstrem.

Meskipun belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan di Indonesia, peluncuran global ini menandakan bahwa teknologi Starlink terus berkembang. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari SpaceX.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.