📑 Daftar Isi

Mayank Uphadyay, Chief Security & Trust Officer Snowflake, berbicara tentang keamanan agentic enterprise di World Tour London

Snowflake: Keamanan Jadi Enabler Kunci Agentic Enterprise

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Snowflake menyebut keamanan kini jadi enabler, bukan blocker, untuk agentic enterprise
  • Mayank Uphadyay jelaskan dua sisi AI: cegah serangan masuk dan pastikan AI berperilaku baik
  • Model AI dianalogikan sebagai otak, agen sebagai tubuh, di atas fondasi data yang kokoh
  • Trust Center hubungkan tiga lapisan, beri visibilitas dan kontrol bagi pelanggan
  • Reputasi 12 tahun Snowflake jadi sumber kepercayaan pelanggan
  • Demo platform Coco dan CoWork di World Tour London

Telset.id – Snowflake menegaskan bahwa keamanan kini berperan sebagai enabler, bukan penghambat, dalam membangun agentic enterprise yang tepercaya. Pernyataan ini disampaikan dalam gelaran Snowflake World Tour London, di mana tema agentic enterprise menjadi sorotan utama dan menempatkan pertanyaan besar soal bagaimana perusahaan dari berbagai skala dapat menjaga kepercayaan di tengah derasnya adopsi AI.

Dalam sesi wawancara dengan TechRadar Pro, Mayank Uphadyay, Snowflake Chief Security & Trust Officer, menjelaskan bahwa tahun ini menjadi momen penting untuk memahami cara mengelola AI. Menurutnya, ada dua sisi yang harus dijaga. Di satu sisi, perusahaan harus memastikan AI milik pihak lain tidak menembus perimeter mereka. Di sisi lain, perusahaan juga harus memastikan AI miliknya sendiri berperilaku baik, tidak mengeksfiltrasi data, tidak keluar dari perimeter, dan tidak salah langkah.

Uphadyay menekankan bahwa ketika pelanggan mempercayakan data mereka, Snowflake berkewajiban menjaga platform tetap aman dari serangan agentic. Ia menyebut platform mereka harus “rock solid” untuk menghadapi ancaman tersebut. Pernyataan ini memperkuat pesan dari keynote Snowflake World Tour London yang menyoroti elemen-elemen penting dalam membangun agentic enterprise yang sukses.

Model AI sebagai Otak, Agen sebagai Tubuh

Dalam penjelasannya, Uphadyay menganalogikan pilihan model AI sebagai otak manusia, sementara agen yang digunakan berperan sebagai tubuh. Keduanya bekerja di atas fondasi data yang harus benar-benar kokoh. Analogi ini menggambarkan bagaimana setiap lapisan dalam ekosistem agentic enterprise saling terhubung dan bergantung satu sama lain.

Ketika ditanya bagaimana Snowflake menyeimbangkan antusiasme pelanggan terhadap AI dengan kebutuhan menjaga kepercayaan dan privasi, Uphadyay menyebut bahwa pelanggan perusahaan berada di titik yang berbeda-beda dalam spektrum adopsi AI. Namun, perbedaan terbesar yang ia catat adalah bahwa keamanan kini menjadi enabler, bukan lagi penghambat.

Ia mengutip mantan pembalap Mario Andretti untuk menggambarkan hal ini. Dalam balapan, menekan rem diasosiasikan dengan memperlambat laju kendaraan. Namun, tindakan itu justru memberikan keyakinan dan kepercayaan saat berbelok. Tanpa rem, kendaraan hanya akan melaju dengan sangat lambat. Menurut Uphadyay, begitulah cara ia memandang keamanan, sebagai elemen yang membantu membangun kepercayaan.

Pendekatan ini ia sampaikan langsung kepada pelanggan. Ia meminta pelanggan mempercayakan guardrail dan kontrol yang tepat kepada Snowflake, dan perusahaan akan menjelaskan cara kerjanya. Hal ini sebagian besar diwujudkan melalui Trust Center milik perusahaan, yang berjalan di antara tiga lapisan yang disebutkan Uphadyay, menghubungkan ketiganya, melindungi pelanggan, sekaligus memberikan visibilitas ke dalam sistem dan perbaikan apa yang mungkin dibutuhkan.

Snowflake juga telah beroperasi selama lebih dari 12 tahun. Menurut Uphadyay, reputasi panjang inilah yang memberikan kepercayaan kepada pelanggan. Ia juga mencatat ada banyak inovasi yang terjadi dalam membangun dan menetapkan guardrail baru. Salah satu persoalan yang ia soroti adalah kecenderungan karyawan yang bekerja lama di sebuah perusahaan mengakumulasi izin akses ke berbagai sistem dan layanan yang mungkin sudah tidak mereka butuhkan lagi. Kondisi ini bisa menjadi masalah ketika mereka menjalankan agen sebagai diri mereka sendiri.

Karena itu, memastikan dan memberikan set izin yang tepat untuk agen AI menjadi krusial. Agen AI pada dasarnya bersifat eksploratif, sehingga pemberian izin yang tepat dapat mencegah munculnya masalah dan menjaga data tetap aman. Hal ini sejalan dengan upaya industri yang terus mencari cara melindungi data pengguna di tengah adopsi teknologi baru, sebagaimana terlihat pada berbagai inisiatif keamanan platform terkini seperti AI SmartThings.

Untuk produk Snowflake sendiri, demo platform Coco dan CoWork diperlihatkan di World Tour London. Uphadyay antusias menjelaskan bagaimana layanan semacam ini akan menguntungkan perusahaan ke depan. Menurutnya, pekerjaan dapat menjadi kombinasi antara tugas yang dilakukan manusia dan otomatisasi. Pekerjaan repetitif yang biasanya dilakukan manusia dapat dengan mudah dibayangkan untuk diotomatiskan oleh AI.

Yang menarik, menurut Uphadyay, prosesnya tidak lagi deterministik. Ada banyak titik di mana seluruh otomatisasi ini harus dirangkai bersama, dan pada titik-titik tersebut manusia tetap dibutuhkan untuk memeriksa. Ia menggambarkannya seperti piramida. Di dasar piramida terdapat pekerjaan yang sangat rutin dan membosankan dalam jumlah besar. Di atasnya ada lapisan pekerjaan yang mungkin sedikit lebih tidak rutin, dan seterusnya hingga ke puncak, yang bersifat sangat mission critical dan pasti membutuhkan manusia.

Dalam piramida ini, perusahaan bisa memilih untuk mengotomatiskan pekerjaan dan bergerak naik. Semakin besar kepercayaan yang dibangun, semakin tinggi posisi yang bisa dicapai. Menurut Uphadyay, begitulah cara perusahaan membangun kepercayaan. Ia menutup dengan menegaskan bahwa teknologi ini sudah hadir, nyata, dan terjadi di sini dan sekarang.

Pesan dari Snowflake World Tour London ini menegaskan bahwa keamanan bukan lagi sekadar benteng pertahanan, melainkan fondasi yang memungkinkan perusahaan melangkah lebih jauh dalam adopsi AI. Bagi perusahaan yang tengah mempertimbangkan langkah menuju agentic enterprise, pendekatan yang menempatkan kepercayaan dan kontrol sebagai prioritas menjadi pertimbangan utama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.