📑 Daftar Isi

Deretan kulkas dan freezer supermarket yang menjadi target serangan siber di Eropa

Serangan Siber Lumpuhkan Kulkas Supermarket Eropa, Rugi Capai Rp5 Miliar

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱3 menit membaca
Bagikan:
  • Serangan siber melumpuhkan sistem pendingin supermarket besar di Eropa, termasuk Prancis dan Belanda
  • Unit kulkas dipaksa defrost terus-menerus pada suhu 50 derajat Celsius
  • Peritel terdampak: IntermarchĂ©, Leclerc, CoopĂ©rative U, Albert Heijn, Etos, Gall & Gall, Delhaize
  • Kerugian awal capai 300.000 euro, berpotensi membengkak hingga jutaan euro
  • Label harga elektronik dan pengiriman barang ikut terganggu

Telset.id – Gelombang serangan siber dilaporkan melumpuhkan sistem kontrol pendingin di sejumlah jaringan supermarket besar di Eropa. Insiden ini memaksa unit kulkas dan freezer mengalami proses defrost terus-menerus pada suhu 50 derajat Celsius, sekaligus mengganggu pengiriman barang dan penetapan harga di toko yang mengandalkan label harga elektronik.

Laporan La DĂ©pĂȘche menyebutkan bahwa “beberapa” peritel besar menjadi sasaran serangan siber yang menyasar kontrol pendingin buatan Danfoss. Sistem tersebut digunakan oleh supermarket Prancis seperti IntermarchĂ©, Leclerc, dan CoopĂ©rative U. Presiden CoopĂ©rative U, Dominique Schelcher, mengonfirmasi pada Senin pagi bahwa serangan telah memengaruhi fasilitas produksi pendingin di sejumlah tokonya sejak malam sebelumnya. Ia menyebut timnya telah dikerahkan untuk memperbaiki kondisi dan berjanji akan melakukan investigasi terhadap insiden yang digambarkannya sebagai “sangat serius”.

Menurut laporan tersebut, sistem defrost otomatis pada unit pendingin diaktifkan, namun peretas juga mengubah fungsi yang normalnya hanya berjalan dua jam sehari menjadi siklus defrost paksa secara terus-menerus dengan suhu diatur mencapai 50 derajat Celsius. Sumber yang dikutip menggambarkan “gelombang panas” keluar dari kulkas dan freezer. Kerugian awal diperkirakan mendekati 300.000 euro, atau sekitar Rp5,4 miliar, dan berpotensi membengkak hingga beberapa juta euro secara nasional.

Supermarket fridge

Serangan ini bukan sekadar gangguan teknis biasa. Sistem pendingin adalah tulang punggung operasional supermarket karena menjaga kesegaran produk dan mencegah kerugian akibat makanan rusak. Ketika kontrol pendingin diambil alih, dampaknya langsung terasa pada rantai pasok makanan segar dan pendapatan harian peritel. Insiden ini juga menyoroti kerentanan perangkat operasional yang terhubung ke internet, terutama infrastruktur yang menopang kebutuhan dasar konsumen.

Dampak ke Belanda dan Belgia

Secara terpisah, NOS di Belanda melaporkan bahwa sejumlah jaringan supermarket mengalami gangguan akibat insiden keamanan siber pada Minggu sore. Albert Heijn, Etos, dan Gall & Gall mengalami pemadaman situs web yang berdampak pada pengiriman. Label harga elektronik juga dilaporkan terganggu sehingga mengacaukan penetapan harga di dalam toko. “Kami segera mengambil langkah untuk melindungi lingkungan TI kami. Bagian dari langkah ini mencakup penghentian sementara sejumlah sistem secara preventif,” ujar Albert Heijn dalam sebuah pernyataan.

Hingga saat ini belum jelas apakah kedua serangan tersebut saling berkaitan atau seberapa luas jangkauan masing-masing insiden. Jaringan Delhaize di Belgia, yang berada di bawah Albert Heijn, juga melaporkan adanya gangguan. Gambar yang beredar daring memperlihatkan toko-toko di Amsterdam memberi peringatan kepada pelanggan soal masalah harga, serta penangguhan program loyalitas yang turut terdampak insiden ini.

Insiden ini menegaskan bahwa serangan siber tidak lagi hanya menyasar data pelanggan atau sistem pembayaran. Pelaku kini membidik perangkat operasional yang menopang fungsi fisik toko, seperti pendingin dan label harga elektronik. Ketika perangkat semacam itu dapat diakses dari luar, risiko kerugian finansial dan gangguan layanan menjadi jauh lebih besar. Serangan terhadap peralatan yang esensial bagi penyimpanan produk segar dan pasokan pangan bagi masyarakat disebut sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat diterima.

Perkembangan kasus ini masih berlangsung dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap siapa di balik serangan serta seberapa jauh kerusakan yang ditimbulkan. Bagi konsumen, gangguan pada label harga elektronik dan program loyalitas menjadi tanda nyata bahwa dampak serangan siber bisa dirasakan langsung di rak-rak supermarket.

[ META_DESCRIPTION]
Serangan siber lumpuhkan sistem pendingin supermarket Eropa, memaksa defrost di 50 derajat Celsius dan memicu kerugian hingga jutaan euro.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.