Ilustrasi SSD Samsung PCIe 4.0 tanpa DRAM dengan kecepatan baca 7.150 MB/s

Samsung Siapkan SSD PCIe 4.0 Murah Tanpa DRAM dengan Kecepatan 7.150 MB/s

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung siapkan SSD PCIe 4.0 NVMe entry-level tanpa DRAM cache onboard
  • Model 1TB sempat muncul di situs resmi Samsung sebelum dihapus
  • Kecepatan baca berurutan 7.150 MB/s dan tulis 6.450 MB/s
  • Menggunakan fitur NVMe Host Memory Buffer (HMB) sebagai pengganti DRAM
  • Peringkat ketahanan 400 TBW, mengindikasikan NAND QLC
  • Langkah strategis di tengah kenaikan harga NAND flash dan DRAM global
  • Harga, ketersediaan, dan nama resmi belum diumumkan

Telset.id – Samsung diam-diam mempersiapkan SSD PCIe 4.0 NVMe entry-level yang menghilangkan DRAM cache onboard. Langkah ini menjadi strategi baru Samsung di tengah kenaikan harga komponen memori global yang terus berlanjut tahun ini.

Model yang belum diumumkan secara resmi ini sempat muncul di situs resmi Samsung sebelum akhirnya dihapus tanpa konfirmasi dari perusahaan. Berdasarkan spesifikasi yang bocor, drive 1TB ini menawarkan kecepatan baca berurutan mencapai 7.150 MB/s dan kecepatan tulis mencapai 6.450 MB/s.

Cara Samsung Mengompensasi Ketiadaan DRAM

SSD tradisional mengandalkan DRAM khusus untuk menyimpan flash translation layer (FTL), yang memungkinkan pengontrol menemukan data di seluruh NAND flash dengan cepat dan efisien. Namun, dengan semakin buruknya “RAMpocalypse” global, bahkan vendor terbesar pun mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada DRAM.

Tanpa DRAM, drive bisa mengalami latensi lebih tinggi dan kinerja lebih lemah selama beban kerja berkelanjutan atau sesi multitasking berat. Untuk mengatasi celah ini, Samsung menggunakan fitur Host Memory Buffer (HMB) dari NVMe, yang memesan sebagian kecil memori sistem melalui PCI Express.

Memori yang dipinjam tersebut menyimpan metadata pemetaan, bukan file pengguna, yang menghubungkan alamat logis ke lokasi NAND fisik secara langsung. HMB umumnya tidak bisa menyamai daya tanggap DRAM khusus, meskipun meningkatkan kinerja dibandingkan drive tanpa mekanisme cache sama sekali.

Drive ini membawa peringkat ketahanan 400 TBW, angka yang cukup sederhana untuk SSD 1TB berdasarkan standar industri saat ini. Angka tersebut mengindikasikan penggunaan NAND flash Quad-Level Cell (QLC), yang menyimpan empat bit per sel memori dan menurunkan biaya serta daya tahan.

Samsung belum mengungkapkan secara publik teknologi NAND flash spesifik apa yang ada di dalam model drive yang belum diumumkan ini.

Kenaikan Biaya Komponen Membentuk Ulang Desain SSD

Langkah Samsung ini terjadi saat harga NAND flash dan DRAM terus naik tajam di industri penyimpanan global tahun ini. Menghapus paket DRAM memangkas biaya komponen secara langsung, menyederhanakan desain PCB, dan membantu menjaga harga kompetitif di segmen SSD mainstream.

QLC NAND meningkatkan kepadatan penyimpanan dan menurunkan biaya produksi, meskipun tertinggal dari NAND Triple-Level Cell (TLC) dalam kinerja tulis berkelanjutan dan peringkat ketahanan jangka panjang. Teknologi ini juga masih kurang tahan lama dibandingkan teknologi MLC dan SLC yang masih ditemukan di beberapa produk penyimpanan enterprise.

Meskipun ada trade-off tersebut, kecepatan berurutan 7.150 MB/s dan 6.450 MB/s menempatkan drive ini setara dengan banyak SSD PCIe 4.0 mainstream yang memiliki DRAM cache khusus.

Samsung belum mengumumkan harga, ketersediaan, nama produk resmi, atau teknologi NAND spesifik yang digunakan dalam drive ini. Hingga detail tersebut muncul, spesifikasi yang bocor mengindikasikan SSD PCIe 4.0 berbiaya lebih rendah yang dirancang untuk menyeimbangkan kinerja kompetitif dengan biaya produksi yang lebih rendah seiring kenaikan harga memori.

Bagi pengguna yang mencari SSD dengan performa tinggi namun tetap ramah di kantong, langkah Samsung ini patut dinantikan. Dengan menghilangkan DRAM dan mengandalkan HMB, Samsung berupaya menghadirkan solusi penyimpanan yang terjangkau tanpa mengorbankan kecepatan baca-tulis yang signifikan.

Samsung DRAM-free PCIe 4.0 SSD sales page

Keputusan Samsung untuk merilis SSD tanpa DRAM ini juga menunjukkan tren industri yang lebih luas. Dengan biaya komponen yang terus meningkat, produsen seperti Samsung harus berinovasi dalam desain untuk tetap kompetitif. Penggunaan HMB adalah salah satu cara untuk mencapai keseimbangan antara biaya dan performa.

Selain itu, langkah ini juga bisa menjadi angin segar bagi pasar SSD entry-level. Pengguna yang selama ini terhalang harga SSD dengan DRAM mungkin kini memiliki alternatif yang lebih terjangkau. Meskipun ada kompromi pada ketahanan dan performa dalam skenario tertentu, kecepatan baca hingga 7.150 MB/s tetap menjadikannya pilihan menarik.

Samsung sendiri dikenal sebagai salah satu pemimpin dalam industri penyimpanan. Inovasi seperti ini menunjukkan komitmen mereka untuk terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, terutama di segmen konsumen yang sensitif terhadap harga.

Bagi para gamer dan pengguna profesional yang membutuhkan performa tinggi, SSD ini mungkin bukan pilihan utama karena keterbatasan DRAM. Namun, untuk pengguna kasual yang membutuhkan upgrade dari HDD atau SSD lama, produk ini bisa menjadi solusi yang tepat.

Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak produsen SSD mengadopsi pendekatan serupa. Dengan semakin matangnya teknologi HMB dan penurunan biaya produksi, SSD tanpa DRAM bisa menjadi standar baru di segmen entry-level dan mainstream.

Samsung juga terus mengembangkan teknologi penyimpanan lainnya. Misalnya, mereka baru-baru ini meluncurkan Samsung Galaxy Z Fold 8 dengan baterai besar dan lipatan minimal, serta menguji coba chip AI Gaia ke HP dan Lenovo untuk PC AI.

Dengan berbagai inovasi ini, Samsung terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di industri teknologi. SSD PCIe 4.0 tanpa DRAM ini hanyalah salah satu contoh bagaimana mereka beradaptasi dengan tantangan pasar global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.