πŸ“‘ Daftar Isi

Robot Meta uji gantikan pekerja data center

Robot Meta Uji Gantikan Pekerja Data Center, 80 Persen Beban Kerja Terancam

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta uji robot untuk tugas power cycling dan ganti kabel jaringan di data center
  • Robot berbentuk jari mampu menekan tombol daya perangkat keras seperti Mac mini
  • Uji coba berlangsung di fasilitas Iowa, Virginia, dan Ohio
  • Robot self-driving untuk pindahkan rak server sudah didemonstrasikan sejak 2023
  • Pekerja khawatir robot bisa gantikan 80 persen peran teknisi manusia
  • Meta klaim butuh lebih banyak pekerja, bukan lebih sedikit, di tengah ledakan infrastruktur

Telset.id – Meta dikabarkan tengah menguji penggunaan robot untuk menggantikan teknisi manusia dalam berbagai tugas pemeliharaan data center, termasuk menekan tombol daya perangkat dan mengganti kabel jaringan. Pengujian ini memicu kekhawatiran seorang pekerja yang menyebut robot berpotensi menggantikan 80 persen peran teknisi manusia di fasilitas tersebut.

Berdasarkan laporan Ars Technica, perusahaan induk Facebook itu telah mengerahkan robot sederhana berbentuk jari yang mampu menekan tombol daya pada perangkat keras seperti Mac mini. Selain itu, Meta juga telah mendemonstrasikan robot self-driving pada 2023 yang dirancang untuk memindahkan rak server yang berat. Ini menandakan upaya otomatisasi bukanlah hal baru bagi Meta dalam mengelola jejak data center yang terus berkembang.

Sejumlah robot yang diuji sebelumnya telah ditempatkan di fasilitas Meta di Iowa dan Virginia. Kampus Iowa disebut-sebut menjadi salah satu tempat pengujian terbesar bagi perusahaan. Selama sekitar satu tahun terakhir, Meta dilaporkan menguji dua robot berlengan dua untuk pekerjaan yang berkaitan dengan kabel, di bawah pengawasan manusia. Sementara itu, mesin bergaya scissor-lift dengan lengan robotik juga tengah diuji coba di kampus Ohio untuk tugas seperti memasang ulang komponen.

Data center

Keputusan Meta untuk mengotomatisasi tugas-tugas teknis ini hadir di tengah meningkatnya kompleksitas pusat data AI. Kompleksitas tersebut membuat keterampilan motorik halus menjadi semakin penting, terutama saat menangani komponen yang mahal dan vital. Robot dituntut mampu melakukan pekerjaan presisi yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia.

Kekhawatiran Pekerja dan Respons Meta

Tidak semua tanggapan pekerja terhadap pengujian robot ini positif. Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya memperingatkan bahwa robot bisa menggantikan 80 persen peran manusia dalam waktu dekat. Banyak pekerja juga mengeluhkan bahwa robot otonom menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengisi daya baterai mereka, alih-alih bekerja secara produktif.

Meski demikian, robot tetap menjadi bagian jelas dari rencana perusahaan ke depan. Eksekutif robotika Meta, Eric Xu, sebelumnya menggambarkan masa depan di mana robot digunakan untuk respons insiden, pemantauan lingkungan, dan pemeliharaan preventif. Visi ini menunjukkan bahwa Meta melihat robot sebagai solusi jangka panjang untuk efisiensi operasional data center.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, juru bicara Meta, Francis Brennan, menyatakan kepada Ars Technica bahwa β€œAmerika sedang berada di tengah ledakan infrastruktur terbesar sejak Perang Dunia II, dan ada kekurangan besar pekerja terampil untuk mengisi peran tersebut; kami membutuhkan lebih banyak pekerja, bukan lebih sedikit.” Pernyataan ini menegaskan bahwa Meta memandang robot sebagai pelengkap, bukan pengganti, di tengah kelangkaan tenaga kerja terampil.

Pengujian robot di data center Meta ini berlangsung di tengah berbagai dinamika internal perusahaan. Sebelumnya, Meta juga pernah mencoba pendekatan berbeda dengan menggantikan staf menggunakan AI, namun upaya tersebut dilaporkan gagal total. Kini, fokus perusahaan beralih pada otomatisasi tugas-tugas fisik di infrastruktur data center yang terus diperluas.

Langkah Meta ini juga terjadi saat industri teknologi secara luas menghadapi tantangan serupa dalam hal kebutuhan tenaga kerja untuk membangun dan memelihara pusat data. Perusahaan lain seperti Agibot, perusahaan robotika asal China, bahkan menyatakan bahwa dalam beberapa pekerjaan, pekerja justru ingin digantikan oleh robot humanoid. Namun, pendekatan Meta tampaknya lebih fokus pada tugas-tugas spesifik dan teknis.

Dengan semakin besarnya skala operasi data center Meta, efisiensi menjadi prioritas utama. Robot yang mampu bekerja tanpa lelah dan dengan presisi tinggi dapat mengurangi risiko kesalahan manusia pada komponen yang mahal. Namun, investasi dalam teknologi robotika ini juga membutuhkan biaya besar dan waktu pengembangan yang tidak singkat.

Ke depannya, keberhasilan uji coba robot di Iowa, Virginia, dan Ohio akan menentukan sejauh mana Meta mengadopsi otomatisasi di seluruh fasilitasnya. Jika berhasil, model ini bisa menjadi standar baru bagi operator data center lain di industri. Namun, jika menghadapi kendala teknis atau resistensi dari pekerja, Meta mungkin perlu mengevaluasi kembali strateginya.

Perlu dicatat bahwa pengujian robot ini dilakukan di bawah pengawasan manusia, menunjukkan bahwa Meta belum sepenuhnya mempercayakan operasional kritis kepada mesin. Pendekatan bertahap ini memungkinkan perusahaan untuk mengukur kinerja robot dalam kondisi nyata sebelum mengambil keputusan lebih besar terkait otomatisasi menyeluruh.

Bagi para pekerja data center, perkembangan ini menjadi sinyal penting tentang masa depan industri. Keterampilan yang dibutuhkan mungkin akan bergeser dari pekerjaan fisik manual menuju pengawasan dan pemeliharaan sistem robotik. Sementara itu, bagi Meta, investasi dalam robotika merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan infrastruktur digitalnya tetap berkelanjutan di tengah keterbatasan tenaga kerja terampil.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.