📑 Daftar Isi

Logo Qualcomm terpasang di gedung kantor pusat perusahaan

Qualcomm PHK Karyawan Global November 2026, Fokus Rekrut Talenta AI

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Qualcomm umumkan PHK karyawan global mulai November 2026 setelah peninjauan kinerja tahunan
  • CEO Cristiano Amon sebut langkah ini "pengurangan berbasis kinerja" untuk bangun budaya kinerja lebih kuat
  • Jumlah karyawan terdampak dan departemen belum diungkap, perusahaan punya sekitar 52.000 karyawan
  • Pendapatan Q3 2026 turun 4% YoY, laba bersih turun 25%, bisnis handset turun 20%
  • Qualcomm pivot ke infrastruktur AI dan edge computing lewat akselerator AI200 dan AI250

Telset.id – Qualcomm telah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan secara global yang akan mulai diberlakukan pada November 2026. Langkah ini diambil setelah perusahaan menyelesaikan peninjauan kinerja tahunan, dengan CEO Cristiano Amon menyebutnya sebagai “pengurangan yang berfokus pada kinerja” untuk membangun “budaya kinerja yang lebih kuat”. Keputusan Qualcomm PHK karyawan ini menjadi sinyal penting bagi industri semikonduktor yang tengah bergeser ke infrastruktur AI.

Dalam memo internal yang dikutip Reuters, Amon menjelaskan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, prioritas bisnis, serta keterampilan dan keahlian karyawan saat menentukan posisi yang terdampak. “Pengurangan ini akan menyasar karyawan yang secara konsisten berada di bawah ekspektasi,” ujar Amon. Namun, memo tersebut tidak merinci departemen mana yang akan terdampak maupun jumlah pasti karyawan yang akan kehilangan pekerjaan.

Qualcomm memiliki sekitar 52.000 karyawan pada akhir tahun fiskal 2025, yang biasanya berakhir pada akhir September. Sebagai salah satu produsen chip ponsel terbesar di dunia dengan pelanggan seperti Apple, Xiaomi, dan Samsung, Qualcomm turut terdampak penurunan penjualan perangkat elektronik konsumen secara industri akibat kenaikan biaya memori yang menekan permintaan.

Kinerja saham Qualcomm tercatat hanya naik 1,5% sepanjang 2026, jauh tertinggal dibandingkan kenaikan hampir 60% pada Philadelphia Semiconductor Index. Kondisi ini memperkuat urgensi perusahaan untuk melakukan efisiensi sekaligus merombak strategi bisnisnya. Informasi seputar dinamika bisnis Qualcomm di pasar global juga pernah dibahas dalam artikel Gugatan Arm yang menyoroti tekanan hukum terhadap perusahaan.

Pivot ke Infrastruktur AI dan Edge Computing

Qualcomm tengah beralih secara strategis ke infrastruktur AI dan edge computing, mengikuti tren yang meluas di industri semikonduktor. Perusahaan memperkenalkan akselerator inferensi AI bernama AI200 dan AI250 pada Oktober 2025. Setelah laporan keuangan terbarunya memproyeksikan laba kuartalan lebih rendah dari perkiraan awal, Qualcomm menyatakan bahwa pertumbuhan bisnis pusat data akan menutupi potensi kehilangan pendapatan pada tahun fiskal 2027.

A Qualcomm logo is displayed on a building on their campus

Meski chip mobile tetap menjadi bisnis inti, peluang pertumbuhan terbesar Qualcomm disebutkan berada di silikon pusat data, platform otomotif, komputasi personal, dan edge computing. Semua bidang tersebut membutuhkan talenta teknik khusus. Pengurangan berbasis kinerja memungkinkan perusahaan mempertahankan karyawan paling bernilai di bidang-bidang tersebut sekaligus memangkas peran yang terduplikasi, tim berkinerja rendah, dan posisi yang tidak lagi selaras dengan strategi perusahaan.

“Seiring kami memperluas bisnis, kompetensi dan keterampilan yang kami butuhkan juga berkembang,” tulis Amon. “Kami harus memiliki orang yang tepat di posisi yang tepat agar mereka dapat tampil maksimal dan perusahaan dapat terus sukses.” Pernyataan ini menegaskan bahwa PHK bukan sekadar pemangkasan biaya, melainkan realokasi talenta menuju lini bisnis masa depan. Langkah serupa juga terlihat dari cara Qualcomm memperkenalkan jajaran produk terbarunya, seperti yang dibahas dalam artikel Dual Flagship untuk pasar Indonesia.

Tekanan Finansial dan Gelombang PHK Industri

Keputusan Qualcomm PHK karyawan ini datang setelah hasil keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2026 yang mencatat penurunan pendapatan 4% secara year-on-year dan laba bersih turun 25%. Bisnis inti handset juga mencatat penurunan pendapatan 20% secara tahunan. Perusahaan dilaporkan membukukan biaya restrukturisasi terkait pesangon sebesar 97 juta dolar AS pada sembilan bulan pertama tahun fiskalnya.

Langkah Qualcomm merupakan bagian dari transisi industri yang lebih besar, yang sebagian besar didorong oleh AI. Setelah beberapa tahun melakukan perekrutan agresif, banyak perusahaan teknologi kini memangkas tenaga kerja untuk mendanai ambisi AI mereka. Meta, misalnya, mengumumkan rencana memangkas 8.000 pekerjaan untuk mendanai infrastruktur AI. Bahkan ketika perusahaan memangkas pekerjaan yang tidak sesuai dengan peta jalan AI mereka, mereka tetap bersaing ketat untuk memperebutkan process engineer, desainer chip, dan pengembang perangkat lunak AI.

McKinsey dan SEMI Foundation memperkirakan Amerika Serikat dapat menghadapi kekurangan hingga 157.000 pekerja semikonduktor pada 2030, sementara 73% perusahaan chip melaporkan kesulitan mengisi peran teknik. Situasi ini menciptakan paradoks: di satu sisi terjadi PHK, di sisi lain kebutuhan talenta teknis justru meningkat. Strategi Qualcomm yang mempertahankan karyawan berkinerja tinggi di bidang strategis sejalan dengan kondisi tersebut. Perusahaan juga terus memperkuat portofolio produknya, termasuk langkah yang tercermin dalam artikel Bayar Paten Huawei terkait kerja sama lisensi paten.

Dengan tenggat pemberitahuan pada November 2026, karyawan Qualcomm di seluruh dunia kini menantikan kejelasan mengenai posisi masing-masing. Perusahaan belum mengungkap jumlah maupun departemen yang terdampak, sehingga dampak penuh dari kebijakan ini baru akan terlihat setelah proses peninjauan kinerja tuntas dan surat pemberitahuan resmi dikirimkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.