Telset.id – Qualcomm resmi memperkenalkan arsitektur memori revolusioner bernama High Bandwidth Compute (HBC) yang diklaim mampu menghancurkan hambatan memori (memory wall) pada komputasi AI. Inovasi ini menjadi senjata utama Qualcomm untuk merebut pangsa pasar pusat data yang selama ini didominasi oleh Nvidia.
Arsitektur HBC menggunakan pendekatan hybrid dengan menumpuk memori LPDDR dalam ruang 3D vertikal, memanfaatkan beberapa lapisan untuk menggantikan fungsi High Bandwidth Memory (HBM) generasi saat ini. Langkah ini memanfaatkan pengalaman luas Qualcomm dengan teknologi LPDDR.
Dengan arsitektur baru ini, Qualcomm menawarkan solusi yang tidak hanya hemat daya, tetapi juga menyediakan bandwidth masif hingga 133 TB/s dan kapasitas memori tertumpuk hingga 768GB untuk beban kerja AI. Angka ini jauh melampaui kemampuan HBM4 yang saat ini hanya menawarkan sekitar 3,3 TB/s per tumpukan.
Baca Juga:
## Pendekatan Near-Memory Compute
Qualcomm menghadirkan arsitektur near-memory compute yang menggabungkan memori dengan die berbasis komputasi, di mana memori ditumpuk secara vertikal di atas die komputasi. Pendekatan ini memungkinkan bandwidth teoretis hingga 133 TB/s, sebuah pencapaian yang sulit ditandingi oleh solusi HBM4 konvensional.
Beberapa klaim bandwidth ini mungkin tidak sepenuhnya adil jika dibandingkan secara langsung. Pasalnya, HBC mencapai kecepatan teoretis tersebut karena melakukan sebagian besar komputasi on-die, sehingga perbandingan dengan HBM4 menjadi tidak apple-to-apple dalam beberapa aspek.
Meski demikian, Qualcomm meraih kemenangan penting di industri AI yang semakin terobsesi dengan efisiensi daya. Perusahaan mengklaim efisiensi bandwidth per watt 6x lebih baik dibandingkan HBM untuk ukuran batch besar, dan hingga 200x efisiensi untuk campuran batch kecil dan besar seperti asisten coding.
## Kemitraan Strategis dengan Meta dan Microsoft
Qualcomm telah mengamankan kemitraan dengan dua raksasa teknologi, Meta dan Microsoft. Meta menandatangani perjanjian multi-generasi untuk menggunakan prosesor Qualcomm bagi AI, sementara CEO Microsoft, Satya Nadella, meyakinkan investor tentang kemitraan di segmen PC, AI lokal, dan pusat data.
Microsoft semakin fokus mengatasi jejak lingkungan dari pusat data AI-nya. Nadella telah meyakinkan komunitas bahwa perusahaan akan memperhatikan jejak air dan daya dari pusat data yang direncanakan saat ini maupun di masa depan. Hal ini membuat efisiensi menjadi tema yang semakin penting.
## Jadwal Peluncuran dan Target Pasar
Produk HBC Gen 1 dijadwalkan hadir pada pertengahan 2027 sebagai bagian dari akselerator inferensi AI generasi berikutnya, AI250. Dengan kapasitas 768GB yang sulit ditandingi HBM4, Qualcomm menargetkan pangsa pasar pusat data yang terus berkembang.
Meskipun angka-angka yang dijanjikan terkesan impresif, belum ada hasil uji independen dari pihak ketiga yang dapat memverifikasi klaim efisiensi Qualcomm. Dukungan Microsoft dianggap sebagai vote of confidence penting bagi Qualcomm yang selama ini dikenal sebagai pemain utama di segmen SoC mobile.
## Persaingan di Pasar Memori AI
Solusi Qualcomm untuk menghilangkan “HBM tax” tidak eksis dalam ruang hampa. Solusi pesaing seperti High Bandwidth Flash yang didukung Samsung, SanDisk, dan SK Hynix juga mulai terbentuk sebagai pesaing potensial yang fokus pada situasi low-write, high-read yang umum pada beban kerja inferensi AI.
Qualcomm kini bersiap mengambil bagian dari kue pusat data yang semakin besar namun juga semakin kompetitif dalam dekade mendatang. Dengan fondasi yang kuat di segmen mobile dan kemitraan strategis yang solid, Qualcomm menunjukkan ambisi seriusnya untuk menjadi pemain utama di era komputasi AI.

## Implikasi untuk Industri
Kehadiran HBC dapat mengubah lanskap persaingan di pasar akselerator AI. Dengan efisiensi daya yang lebih baik dan kapasitas memori yang lebih besar, Qualcomm menawarkan alternatif menarik bagi operator pusat data yang ingin mengurangi biaya operasional dan jejak lingkungan.
Namun, tantangan terbesar adalah membuktikan klaim performa di dunia nyata. Tanpa hasil uji independen, pasar masih menunggu bukti konkret bahwa HBC benar-benar dapat menyaingi solusi yang sudah mapan seperti HBM4 dari Nvidia.





Komentar
Belum ada komentar.