📑 Daftar Isi

Teknisi memeriksa sistem pendinginan imersi untuk penambangan kripto di pusat data

Pusat Data Bitcoin Oklahoma Dikandangkan Usai Kebocoran 3 Juta Galon Air

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pusat data penambangan Bitcoin milik Athlon Blockchain LLC di El Reno, Oklahoma dikandangkan setelah bocor 3 juta galon air
  • Kebocoran memaksa sekolah, bisnis, dan kantor kota/kabupaten tutup selama sepekan
  • Fasilitas beroperasi tanpa izin karena Stop Work Order telah diterbitkan sejak 2023
  • Kota menemukan banyak pelanggaran kode keselamatan kebakaran dan izin yang kedaluwarsa
  • Operator diduga melanjutkan operasi dalam kontainer pengiriman untuk menghindari regulasi
  • Kota berkomitmen meninjau kepatuhan rutin dan mengambil tindakan hukum untuk memulihkan biaya
  • Kasus menambah kontroversi penggunaan air oleh pusat data di tengah kondisi kekeringan

Telset.id – Sebuah pusat data penambangan Bitcoin di El Reno, Oklahoma, Amerika Serikat, resmi dikandangkan atau dinyatakan tidak layak operasi setelah mengalami kebocoran air sebanyak 3 juta galon. Insiden ini memaksa sekolah, bisnis, serta kantor kota dan kabupaten setempat untuk tutup selama sepekan terakhir.

Fasilitas milik Athlon Blockchain LLC tersebut ternyata beroperasi tanpa izin yang sah. Berdasarkan laporan Koco TV News, kota telah menerbitkan Perintah Penghentian Kerja (Stop Work Order) sejak 2023. Perintah ini dikeluarkan karena ditemukan “banyak pelanggaran kode keselamatan kebakaran dan jiwa serta berakhirnya izin bangunan dan kelistrikan yang sebelumnya telah diterbitkan.”

Kebocoran yang terjadi di pusat data ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan operasional industri penambangan kripto. Pihak kota menegaskan bahwa tidak ada biaya terkait kebocoran air di properti tersebut yang akan dibebankan kepada warga.

A technician checks cryptomining immersion cooling

Operasi Berlanjut Meski Ada Perintah Penghentian

Kronologi insiden ini bermula ketika kota memberikan tenggat waktu hingga akhir 2023 bagi pemilik properti untuk mematuhi kode keselamatan dan memperoleh izin baru. Selama proses tersebut, konstruksi seharusnya dihentikan sementara waktu.

Namun, dugaan kuat menunjukkan bahwa perusahaan pembangun fasilitas justru melanjutkan pendirian pusat data dan memulai operasi tanpa konsultasi lebih lanjut dengan pihak kota. Belum diketahui secara pasti apakah pengembangan ini dilanjutkan karena ketidaktahuan atau memang mengabaikan regulasi yang berlaku.

Menariknya, upaya untuk menghindari Perintah Penghentian Kerja tersebut diduga dilakukan dengan menempatkan pusat data dalam rangkaian kontainer pengiriman (shipping containers). Strategi ini dinilai sebagai celah yang digunakan operator agar operasional mereka tidak mudah terdeteksi.

Insiden kebocoran ini menunjukkan betapa fatalnya dampak yang bisa ditimbulkan ketika operator beroperasi tanpa pengawasan yang memadai. Warga lokal menjadi pihak yang paling dirugikan karena harus menanggung dampak langsung dari kelalaian tersebut.

Komitmen Pengawasan dan Tindakan Hukum

Menyikapi kejadian ini, pemerintah kota berkomitmen untuk secara rutin meninjau kepatuhan operasional pusat data di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Pernyataan resmi atas nama kota menyebutkan bahwa mereka sedang “bersiap mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk memulihkan semua biaya dan pengeluaran terkait kebocoran air dari pemilik properti, termasuk sumber daya kota yang dikeluarkan untuk menemukan dan mengatasi kebocoran tersebut.”

Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi seputar penggunaan air oleh pusat data. Kekhawatiran semakin meningkat mengingat kondisi kekeringan yang meluas di belahan Bumi Utara selama musim panas ini.

Dampak Kebocoran terhadap Masyarakat

Kebocoran air dalam skala besar ini jelas membawa konsekuensi serius bagi kelangsungan aktivitas warga sekitar. Penutupan sekolah dan perkantoran selama sepekan menunjukkan bahwa dampak insiden ini tidak bisa dianggap remeh.

Air yang bocor dalam jumlah jutaan galon juga menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi penggunaan sumber daya oleh industri padat energi seperti penambangan Bitcoin. Isu ini menjadi perhatian global, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari operasi pusat data.

Sementara itu, insiden serupa juga pernah terjadi di lokasi lain. Sebuah pusat data Meta sempat mengalami penangguhan pembuangan air setelah mencemari pasokan air reklamasi kota dengan bakteri. Di Denver, sebuah pusat data terus menyiram halamannya bahkan setelah kota mengumumkan pembatasan kekeringan.

Proyek pusat data AI bernama Project Jupiter juga menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan air di pedesaan gurun New Mexico. Berbagai kasus ini menunjukkan bahwa masalah pengelolaan air oleh pusat data bukanlah insiden terisolasi, melainkan pola yang perlu mendapat perhatian serius.

Regulasi dan Kepatuhan Industri

Kasus El Reno menjadi pengingat penting bahwa regulasi harus ditegakkan secara konsisten. Pemerintah kota kini berkomitmen untuk melakukan peninjauan rutin terhadap kepatuhan operator pusat data, sebuah langkah yang patut diapresiasi.

Namun, pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana industri ini secara keseluruhan dapat beroperasi dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Penggunaan air oleh pusat data penambangan kripto memang telah lama menjadi sorotan.

Di tengah kondisi kekeringan yang melanda berbagai wilayah, efisiensi penggunaan air menjadi isu yang semakin krusial. Operator pusat data dituntut untuk lebih transparan mengenai konsumsi sumber daya mereka.

Kota El Reno sendiri menegaskan komitmennya untuk melindungi warganya dari beban biaya akibat kelalaian operator. Tindakan hukum yang direncanakan menunjukkan keseriusan pemerintah setempat dalam menegakkan aturan.

Ke depan, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi industri penambangan kripto dan pusat data secara umum. Kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk melindungi kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi para pelaku industri yang ingin memahami lebih jauh, insiden ini juga menjadi pengingat bahwa operasi yang mengabaikan aturan pada akhirnya akan berhadapan dengan konsekuensi hukum. Sanksi yang dijatuhkan diharapkan memberikan efek jera bagi operator lain yang berniat serupa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.