Telset.id – Apple akan mengubah strategi peluncuran iPhone tahun ini dengan hanya merilis tiga model premium, bukan lima seperti biasanya. Keputusan ini membuat calon pembeli dihadapkan pada pilihan yang lebih sulit karena ketiganya sama-sama perangkat kelas atas, tanpa kehadiran iPhone 18 standar yang baru akan hadir pada awal 2027.
Bagi pengguna yang tidak ingin menunggu, pilihan utama jatuh pada iPhone 18 Pro atau iPhone Ultra. Namun, perbedaan di antara ketiga ponsel ini tidak sesederhana melihat mana yang bisa dilipat dan mana yang tidak. Berdasarkan berbagai bocoran dan rumor yang beredar, berikut perbandingan lengkap iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max vs iPhone Ultra.
Harga Resmi dan Spesifikasi
Kabar terbaru dari Bloomberg mengungkap bahwa iPhone Ultra akan dibanderol mulai USD 2.199 untuk varian dasar dengan penyimpanan 256GB. Angka ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan awal yang menyebut harga sekitar USD 2.000, namun masih di bawah prediksi analis sebelumnya yang mencapai USD 2.400 hingga USD 2.500. Untuk konfigurasi penyimpanan tertinggi, kemungkinan varian 1TB atau 2TB, harganya bisa menyentuh USD 3.000.
Sementara itu, konsumen yang menargetkan iPhone 18 Pro harus bersiap dengan kenaikan harga yang hampir pasti terjadi. Analis memprediksi iPhone 18 Pro Max bisa lebih mahal hingga USD 200 dibanding pendahulunya, yang berarti harganya bisa menembus USD 1.400. Bahkan jika kenaikan tidak sebesar itu, Apple diperkirakan akan menambahkan USD 100 untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max, menjadikannya mulai dari USD 1.199 dan USD 1.299. Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro saat ini dijual mulai USD 1.099 untuk varian 256GB.
Untuk ketersediaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan mengikuti pola biasa Apple. Dengan acara peluncuran pada 9 September, pre-order kemungkinan dibuka pada 12 September dan penjualan perdana pada 18 September. Sementara itu, iPhone Ultra menghadapi masalah produksi yang membuat jadwal rilisnya tidak pasti, dengan kemungkinan peluncuran bertahap dimulai dari Amerika Serikat.

Desain dan Layar
iPhone 18 Pro dan Pro Max tidak akan mengalami perubahan desain signifikan. Keduanya tetap menggunakan layar 6,3 inci dan 6,9 inci dengan raised camera bar yang disebut “forged plateau”. Satu catatan menarik, iPhone 18 Pro Max diprediksi menjadi iPhone paling tebal dan terberat yang pernah dibuat Apple, dengan bobot mencapai 240 gram.
Sebaliknya, iPhone Ultra menghadirkan desain yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan layar penutup 5,4 inci yang membentang menjadi 7,8 inci saat dibuka, bentuknya lebih pendek dan lebar dari iPhone biasa. Ponsel lipat ini menggunakan bodi titanium ala iPhone Air, engsel liquid metal, dan kaca struktural yang diklaim mampu menghilangkan bekas lipatan layar.
Menurut laporan terbaru, kualitas material iPhone Ultra disebut “industry-leading” oleh Apple sendiri. Perusahaan mengembangkan kaca penutup fleksibel baru untuk layar yang hampir sepenuhnya menghilangkan bekas lipatan. Engselnya terbuat dari titanium dan aluminium, sementara pengembangan perangkat ini telah berlangsung selama satu dekade terakhir.
Ketebalannya hanya sekitar 4,5mm saat terbuka, lebih tipis dari iPhone Air sekalipun. Meski begitu, bobotnya diperkirakan mirip dengan Pro Max karena pada dasarnya merupakan dua ponsel dalam satu perangkat.

Performa dan Kamera
Meski menyandang nama Ultra, performa iPhone Ultra justru mungkin di bawah saudaranya. Ponsel lipat ini dikabarkan menggunakan chipset A20, sementara iPhone 18 Pro dan Pro Max mendapatkan A20 Pro. Keduanya tetap dibangun dengan proses 2nm TSMC, di mana A20 Pro menawarkan peningkatan performa 18% dan efisiensi energi 30%. Ketiga ponsel dipastikan hadir dengan RAM 12GB untuk mendukung fitur AI Siri di iOS 27.
Dari sektor kamera, iPhone 18 Pro dan Pro Max membawa tiga lensa 48MP untuk kamera utama, ultrawide, dan telefoto dengan zoom optik 4x, plus kamera selfie 24MP Center Stage. Bocoran dari kode iOS 27 menunjukkan adanya fitur variable aperture yang memungkinkan pengguna mengatur cahaya yang masuk ke lensa, seperti yang terungkap dari kode sistem.
iPhone Ultra justru hanya memiliki dua kamera utama 48MP tanpa lensa telefoto khusus. Keputusan ini bisa menjadi titik lemah bagi penggemar berat iPhone. Sebagai gantinya, ponsel ini memiliki dua kamera selfie 24MP dan dikabarkan mengganti Face ID dengan sensor sidik jari Touch ID di tombol power.
Keunggulan Software dan Sejarah Pengembangan
Apple dikabarkan percaya diri memiliki keunggulan dalam hal software dibandingkan ekosistem Android yang lebih terfragmentasi. Perusahaan telah mengoptimalkan aplikasi-aplikasinya agar bekerja lebih baik pada layar lebar dan melakukan berbagai penyesuaian pada iOS. Ini menjadi nilai tambah signifikan bagi iPhone Ultra yang mengandalkan pengalaman multitasking di layar lipatnya.
Menariknya, pengembangan iPhone Ultra disebut dimulai serius pada 2019 setelah mantan CEO Tim Cook kembali dari tur Asia dan melihat orang-orang menggunakan ponsel lipat dari perusahaan lain. Cook pun yakin Apple membutuhkan perangkat serupa. Padahal, rumor tentang iPhone lipat sebenarnya sudah beredar sejak 2015 dengan nama iPhone Flip, meski saat itu desainnya masih berupa clamshell ala Motorola Razr.
Dalam beberapa tahun terakhir, desainnya berubah menjadi buku seperti Galaxy Z Fold. Rumor juga menyebutkan varian clamshell masih dalam pengembangan. Sebelumnya, Apple juga sempat dikabarkan akan meluncurkan iPad lipat atau perangkat hybrid MacBook/iPad dengan layar 18,8 inci.
Baterai dan Perangkat Lunak
Apple dikenal meningkatkan kapasitas baterai secara bertahap, dan iPhone 18 Pro Max bisa menjadi yang terbesar dengan kapasitas hingga 5.567 mAh. Dengan efisiensi chipset A20 Pro, daya tahan baterai diprediksi meningkat signifikan. iPhone Ultra sendiri diperkirakan memiliki baterai 4.883 mAh, yang berada di tengah-tengah kapasitas kedua model Pro.
Untuk perangkat lunak, pengalaman pengguna secara umum akan sama di ketiga perangkat. Namun, iPhone Ultra menghadirkan tantangan unik karena harus menjalankan aplikasi yang adaptif di dua layar berbeda. Apple juga diharapkan menghadirkan kemampuan multitasking khusus, meskipun detailnya masih belum jelas.
Perbedaan utama yang perlu dicatat adalah iPhone Ultra telah “dikebiri” di beberapa area penting seperti chipset dan kamera. Namun, keuntungan memiliki layar besar yang produktif bisa menjadi kompensasi yang sepadan. Bagi yang tidak bisa membenarkan pengeluaran di atas USD 2.000 untuk smartphone, pertimbangan ini mungkin menjadi sia-sia.
Keputusan antara iPhone 18 Pro, Pro Max, dan iPhone Ultra bukan sekadar mencocokkan kebutuhan dengan spesifikasi. Pengguna harus siap dengan pengalaman iPhone yang sangat berbeda, terutama jika memilih iPhone Ultra yang merupakan perangkat lipat pertama dari Apple. Sementara itu, fitur variable aperture yang mungkin eksklusif di Pro Max menambah lapisan pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli.






Komentar
Belum ada komentar.