šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi perbandingan GPU dari Nvidia, AMD, dan Intel yang menunjukkan tren kenaikan penjualan GPU diskret di Q2 2026

Penjualan GPU Diskret Naik 14,1% di Tengah Krisis Komponen

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan GPU diskret naik 12,2% secara kuartalan dan 14,1% YoY pada Q2 2026
  • Total pengiriman GPU PC konsumen mencapai 75,5 juta unit, naik 10,4% QoQ dan 1,1% YoY
  • Pengiriman GPU desktop turun 4% QoQ, sementara GPU notebook naik 16,8%
  • Estimasi sekitar 20 juta GPU diskret terjual oleh AMD, Intel, dan Nvidia di Q2 2026
  • Intel memimpin pasar GPU konsumen dengan pangsa 56%, diikuti Nvidia 23% dan AMD 21%
  • AMD naik dari 14% menjadi 21% pangsa pasar YoY, tambah 7 poin persentase
  • Dr. Jon Peddie menyebut krisis memori global dan artificial demand shocks sebagai faktor kenaikan
  • Laporan lengkap AIB desktop JPR akan dirilis akhir bulan ini

Telset.id – Penjualan GPU diskret untuk PC konsumen mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal kedua 2026, naik 12,2% secara kuartalan dan 14,1% year-over-year (YoY), meskipun harga komponen melonjak akibat kelangkaan pasokan. Data ini dirilis dalam laporan terbaru Jon Peddie Research (JPR) yang menunjukkan pasar grafis diskret justru menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan ekonomi.

Total pengiriman unit pemroses grafis (GPU) untuk PC konsumen—yang mencakup GPU terintegrasi dan diskret untuk desktop serta laptop—mencapai 75,5 juta unit pada kuartal kedua 2026. Angka ini naik 10,4% dibandingkan kuartal sebelumnya dan tumbuh 1,1% YoY, dengan pertumbuhan utama didorong oleh segmen notebook.

Menariknya, pertumbuhan ini terjadi saat pasar CPU konsumen justru terkontraksi 1,1% YoY. JPR mencatat adanya penurunan dramatis pada pengiriman CPU desktop secara kuartalan, sementara pengiriman CPU mobile naik signifikan. Pengiriman GPU desktop turun 4% secara kuartalan, namun GPU notebook melonjak 16,8%.

Jon Peddie Research tidak mempublikasikan angka absolut untuk GPU diskret yang dikirim pada kuartal kedua. Namun, berdasarkan estimasi dari tingkat attach rate dan pangsa pasar Nvidia, diperkirakan sekitar 20 juta GPU diskret terjual oleh AMD, Intel, dan Nvidia pada Q2 2026.

$200 GPU Face-off: Nvidia vs AMD vs Intel

Permintaan GPU Diskret Tetap Kuat

Hasil riset ini mengindikasikan bahwa permintaan PC dengan grafis diskret tetap sangat tangguh, meskipun harga komponen melonjak dan permintaan PC desktop melambat. Namun, data pengiriman JPR belum mengungkap apakah peningkatan ini terutama didorong oleh gamer yang membeli kartu grafis, permintaan notebook gaming yang lebih kuat, atau faktor lainnya.

ā€œKuartal kedua biasanya turun dibandingkan kuartal sebelumnya,ā€ ujar Dr. Jon Peddie, presiden Jon Peddie Research. ā€œKuartal ini, GPU diskret meningkat 12,2%, bahkan saat krisis memori global membuat harga komponen melonjak, didorong oleh kombinasi positioning sisi pasokan, guncangan permintaan artifisial, dan dinamika pasar lokal.ā€

Pernyataan Peddie menyoroti kondisi pasar yang tidak biasa. Biasanya, Q2 menjadi periode perlambatan setelah musim liburan dan kuartal pertama. Namun pola musiman tersebut justru berbalik tahun ini, menandakan adanya pergeseran fundamental dalam perilaku pasar. Kombinasi supply-side positioning dan artificial demand shocks menunjukkan bahwa sebagian kenaikan ini mungkin bukan murni dari permintaan organik konsumen.

Meskipun harga GPU terus merangkak naik, daya beli konsumen terhadap produk grafis diskret tampaknya belum tergerus. Hal ini bisa jadi sinyal bahwa para gamer dan kreator konten menganggap GPU sebagai investasi penting yang tidak bisa ditunda, atau ada kekhawatiran harga akan semakin mahal sehingga memicu pembelian lebih awal.

Pangsa Pasar GPU Konsumen

Jon Peddie Research belum menerbitkan laporan lengkap AIB desktop yang dijadwalkan rilis akhir bulan ini. Laporan tersebut akan mencakup pangsa pasar untuk AMD, Intel, dan Nvidia. Meski demikian, dapat dipastikan bahwa Nvidia tetap mempertahankan kepemimpinan yang tidak terbantahkan di segmen GPU diskret.

Untuk pasar GPU PC konsumen secara keseluruhan, Intel mempertahankan kepemimpinannya dengan pangsa pasar 56% setelah meningkatkan pengiriman CPU konsumen pada Q2 2026. Nvidia berada di posisi kedua dengan 23%, angka yang cukup impresif mengingat perusahaan tersebut hanya mengirimkan GPU diskret tanpa lini GPU terintegrasi.

Jon Peddie Research

AMD menempati posisi ketiga dengan pangsa 21%, naik signifikan dari 14% pada kuartal yang sama tahun lalu. AMD berhasil mengumpulkan tambahan tujuh poin persentase pangsa pasar GPU konsumen YoY, didorong oleh meningkatnya penjualan CPU konsumen mereka. Pertumbuhan AMD ini menunjukkan strategi mereka dalam menawarkan produk dengan nilai lebih baik mulai membuahkan hasil.

Kenaikan pangsa pasar AMD ini menarik dicermati. Dengan portofolio APU dan CPU yang semakin kompetitif, AMD berhasil memanfaatkan momentum untuk menarik konsumen yang sebelumnya loyal ke Intel. Pertumbuhan ini juga bisa menjadi indikasi bahwa konsumen semakin mempertimbangkan opsi selain produk mainstream.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan upgrade PC atau membeli laptop gaming, tren kenaikan harga GPU ini menjadi pertimbangan penting. Keputusan menunda pembelian bisa berarti harus membayar lebih mahal di kemudian hari, mengingat krisis memori global yang masih berlanjut. Namun, membeli di tengah lonjakan harga juga bukan keputusan yang mudah, terutama bagi yang memiliki notebook tipis dengan GPU diskret sebagai alternatif.

Di sisi lain, bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk produktivitas harian tanpa kebutuhan grafis berat, opsi seperti laptop bisnis flagship bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal secara finansial di tengah kondisi pasar yang tidak menentu ini.

Yang jelas, data Q2 2026 ini memberikan gambaran bahwa pasar GPU diskret masih memiliki fondasi permintaan yang solid. Meskipun berbagai tekanan ekonomi dan kelangkaan komponen terus berlanjut, konsumen tetap bersedia mengeluarkan uang untuk performa grafis yang lebih baik. Hal ini menjadi sinyal positif bagi industri, namun juga tantangan bagi produsen untuk menjaga pasokan dan harga tetap stabil.

Laporan lengkap JPR mengenai AIB desktop yang akan dirilis akhir bulan ini akan menjadi penanda penting untuk melihat apakah tren pertumbuhan ini dapat berlanjut, serta bagaimana pembagian pangsa pasar di antara para pemain utama akan bergeser.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.