Telset.id – Nvidia resmi menghentikan produksi Nvidia Shield TV versi standar, dan sebagai konsekuensinya, Shield TV Pro kini mengalami kenaikan harga sebesar 50 persen dari $199 menjadi $299 (sekitar £225 / AU$429 sebelum pajak). Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu perangkat streaming paling populer dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mengubah lanskap harga di segmen TV streamer premium.
Langkah ini sebenarnya sudah terendus sejak musim panas lalu. Saat itu, Nvidia Shield TV versi standar dilaporkan tidak tersedia melalui jalur resmi, dan tidak ada indikasi bahwa stok akan diisi ulang. Namun, yang mengejutkan adalah keputusan Nvidia untuk langsung menaikkan harga Shield TV Pro secara signifikan begitu model termurah dihentikan. Menurut laporan WCCFTech, kenaikan harga ini mencapai 50 persen, dari $199 menjadi $299. Alasan di balik penghentian model dasar dan kenaikan harga ini adalah AI. Dalam pengumumannya, Nvidia menyatakan bahwa “biaya komponen, termasuk memori, telah meningkat secara substansial di seluruh industri.”
Pernyataan Nvidia ini menyoroti tekanan biaya yang melanda industri teknologi, di mana permintaan akan komponen untuk kecerdasan buatan (AI) terus mendorong harga bahan baku ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lini produk konsumen seperti Shield TV, tetapi juga pada bisnis inti Nvidia yang lain, termasuk GPU dan chip AI mereka. Bahkan, isu terkait komponen dan kebijakan Nvidia menjadi topik hangat, seperti yang terlihat dalam pemberitaan mengenai penyelundupan chip Nvidia yang mendapat perhatian pemerintah AS.
Meskipun sudah beberapa tahun sejak pembaruan perangkat keras terakhirnya, Shield TV Pro masih dianggap sebagai salah satu TV streamer terbaik dengan basis penggemar yang loyal. Perangkat ini ditenagai oleh sistem on a chip Tegra X1, yang dilengkapi GPU 256-core yang dipadukan dengan RAM 3GB dan penyimpanan 16GB. Shield TV Pro siap untuk 4K HDR, mendukung Dolby Vision HDR, dan fitur AI upscaler-nya dapat menghasilkan kualitas hingga 4K pada 60fps. Spesifikasi ini menjadikannya perangkat yang tangguh untuk kebutuhan streaming dan gaming, meskipun harganya kini jauh lebih mahal.
Baca Juga:
Kenaikan harga ini juga terjadi di tengah krisis biaya komponen yang diprediksi akan berlanjut setidaknya hingga tahun 2027. Nvidia sendiri tampaknya tidak terlalu khawatir dengan penurunan daya tarik Shield TV Pro di pasar konsumen, karena perusahaan sudah dapat menjangkau para gamer melalui berbagai platform dengan layanan streaming GeForce Now. Layanan ini tersedia di semua platform desktop dan mobile utama, serta smart TV dari merek-merek seperti LG dan Samsung. Hal ini menjadikan Shield TV Pro sebagai bagian yang semakin niche dalam strategi ekspansi Nvidia, meskipun setidaknya perangkat ini masih bertahan untuk saat ini.
Nvidia juga baru-baru ini memperkenalkan RTX Spark, sebuah “superchip” untuk laptop dan perangkat handheld yang menampilkan prosesor ARM dengan GPU RTX terintegrasi. Nvidia menyebutnya sebagai “awal yang baru” untuk laptop gaming dan PC small form factor. Dengan dukungan dari studio-studio besar, chip ini berpotensi menjadi terobosan besar untuk gaming mobile di masa depan. Namun, saat ini, produk tersebut tampaknya lebih ditujukan sebagai komponen profesional. Langkah-langkah inovasi ini menunjukkan bahwa Nvidia terus berfokus pada segmen yang lebih menguntungkan, seperti AI dan gaming kelas atas, sementara produk konsumen seperti Shield TV Pro menghadapi tantangan biaya yang signifikan.

Ketika Nvidia terakhir kali memperbarui Shield Pro, perangkat ini masih menjadi TV streamer favorit dengan harga $199 / £179 / AU$379. Dengan kenaikan harga 50 persen dan rumor akan hadirnya model Apple TV baru dalam waktu dekat, konsumen mungkin bijak untuk menunda keputusan sebelum memilih TV streamer berikutnya. Situasi ini juga mencerminkan bagaimana tekanan biaya komponen global, yang sebagian besar didorong oleh industri AI, mulai merambah ke perangkat konsumen sehari-hari. Bagi Nvidia, prioritasnya tampak jelas beralih ke sektor AI yang sedang booming, seperti yang terlihat dari berbagai inisiatif mereka, termasuk peluncuran platform keamanan AI dan dinamika internal perusahaan yang sempat menjadi sorotan, misalnya klaim utang saham mantan penasihat.
Keputusan untuk menghentikan Shield TV standar dan menaikkan harga Shield TV Pro mencerminkan realitas baru di industri teknologi: biaya komponen yang melonjak akibat permintaan AI telah mengubah strategi harga dan ketersediaan produk. Bagi konsumen, ini berarti perangkat streaming premium seperti Shield TV Pro menjadi semakin mahal, sementara alternatif lain mungkin perlu dipertimbangkan. Nvidia sendiri tampaknya lebih fokus pada pengembangan ekosistem AI dan gaming yang lebih luas, di mana Shield TV Pro hanyalah salah satu bagian kecil dari puzzle besar mereka.
[ META_DESCRIPTION ]
Nvidia Shield TV dihentikan, Shield TV Pro naik harga 50% jadi $299 akibat lonjakan biaya komponen AI. Simak detail spesifikasi dan dampaknya bagi konsumen.





Komentar
Belum ada komentar.