šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi update darurat Windows 11 dari Microsoft untuk mengatasi bug patch September 2026

Microsoft Rilis Update Darurat Windows 11, Atasi Bug Patch September 2026

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft merilis update darurat Windows 11 setelah patch September 2026 memicu berbagai bug
  • PC dengan GPU AMD Radeon dilaporkan crash akibat ketidakstabilan driver
  • Microsoft perbaiki masalah Remote Desktop Services, audio, dan mikrofon
  • Explorer bisa menampilkan layar hitam, File History gagal deteksi drive eksternal
  • Pengguna HP dan Lenovo disarankan menunda update karena masalah serius

Telset.id – Microsoft merilis update darurat untuk menambal sejumlah bug yang muncul setelah patch Windows 11 September 2026. Langkah ini diambil setelah pembaruan tersebut dilaporkan menyebabkan berbagai masalah, mulai dari crash pada GPU AMD Radeon hingga gangguan pada layanan Remote Desktop Services (RDS).

Update yang baru saja dirilis pada Selasa pekan lalu itu sebenarnya membawa sejumlah fitur baru dan menambal hampir 1000 celah keamanan. Namun, sederet regresi yang tidak diinginkan turut menyertai peluncurannya, memaksa Microsoft untuk bergerak cepat mengeluarkan perbaikan di luar jadwal reguler.

Pembaruan 25H2 sendiri akhirnya menghadirkan kembali taskbar yang dapat dipindahkan, sebuah fitur yang sudah ada sejak Windows 95, lengkap dengan opsi untuk memperkecil tingginya pada layar kompak. Start menu kini juga memiliki beberapa tata letak yang dapat dikonfigurasi, dan pengguna bisa menyalakan atau mematikan setiap bagian utamanya. Microsoft juga merombak Windows Search dan pengguna kini dapat memilih untuk hanya menampilkan hasil lokal. Explorer mendapat penyempurnaan praktis berupa indikator ukuran KB, MB, dan GB.

Windows 11 on a laptop

Daftar Bug yang Diatasi Lewat Update Darurat

Masalah paling serius yang dilaporkan adalah crash pada PC dengan GPU AMD Radeon. Insiden ini diduga dipicu oleh ketidakstabilan driver akibat update tersebut. Melakukan instalasi ulang driver tampaknya tidak membantu, dan laporan tersebut mencakup sebagian besar kartu grafis AMD kontemporer. Microsoft tidak menyebutkan GPU AMD secara spesifik dalam update terbarunya.

Microsoft mencatat bahwa pihaknya telah memperbaiki masalah pada Remote Desktop Services di mana RDS bisa menjadi tidak stabil, menyebabkan kegagalan koneksi dan proses masuk. Microsoft juga menyadari adanya masalah pada output audio dan input mikrofon yang mati. Selain itu, terdapat laporan perangkat audio yang menyala dengan konfigurasi rusak, seperti pengaturan 3D audio atau tata letak speaker yang berubah. Solusi sementara yang tampak berhasil adalah mengatur audio ke konfigurasi standar 2.0, namun Microsoft kini telah mengatasi masalah ini dalam patch darurat tersebut.

Sejumlah gangguan lain juga dilaporkan menyertai pembaruan ini. Explorer dapat menampilkan layar hitam setelah proses login, meninggalkan pengguna dengan sistem operasi yang berfungsi normal tetapi tanpa antarmuka yang terlihat. Fitur backup File History dilaporkan tidak mendeteksi drive eksternal, sehingga membuatnya tidak berguna. Masalah pada Remote Desktop Service menjadi perhatian khusus bagi perusahaan, administrator sistem, dan pengguna homelab. Terakhir, Microsoft menyatakan telah mengatasi masalah di mana Claude Cowork tidak berfungsi akibat update yang merusak Linux VM yang dikelola HC dengan folder bersama Plan9.

Peringatan untuk Pengguna HP dan Lenovo

Pemilik sistem HP dan Lenovo juga disarankan untuk mempertimbangkan menunda pembaruan ini. Sejak patch Agustus 2026, dan kini secara kumulatif dengan update September, dilaporkan terdapat masalah serius pada kedua kubu tersebut.

Di sisi HP, terdapat sejumlah kasus di mana update memicu korupsi BIOS, yang berujung pada kegagalan instalasi tanpa kemampuan untuk memulihkan sistem operasi. Meski tampaknya produsen tersebut telah menerbitkan revisi BIOS baru, sulit untuk memastikan pihak mana yang sebenarnya bertanggung jawab.

Sementara itu, pengguna Lenovo mungkin mengalami layar hitam atau perangkat yang tiba-tiba mati, diduga akibat manajemen daya yang bermasalah. Situasi ini menambah daftar panjang keluhan yang mengiringi pembaruan Windows 11 terbaru.

Windows Update improvements

Meskipun cukup melegakan melihat Microsoft yang secara signifikan meningkatkan kecepatan pengembangan Windows dan tampak mendengarkan umpan balik pelanggan, rangkaian bug setelah pembaruan fitur besar masih menjadi hal yang umum terjadi. Kebijakan keamanan akun cloud dan berbagai inisiatif lain perusahaan menjadi perhatian tersendiri di tengah upaya menstabilkan sistem operasi.

Peluncuran update darurat ini menegaskan bahwa pengguna perlu berhati-hati sebelum menerapkan pembaruan besar, terutama bagi mereka yang mengandalkan perangkat untuk produktivitas harian. Bagi pengguna yang sudah terdampak, patch darurat ini menjadi langkah pertama yang harus segera diambil untuk memulihkan fungsi perangkat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.