Ilustrasi serangan phishing passkey yang menargetkan akun cloud Microsoft

Microsoft Peringatkan Kampanye Phishing Passkey yang Menargetkan Akun Cloud

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft memperingatkan kampanye phishing passkey yang menargetkan akun cloud
  • Pelaku melakukan riset mendalam sebelum menyerang target
  • Serangan dimulai dengan panggilan telepon IT help desk palsu
  • Korban diarahkan ke situs AitM yang menyerupai login Microsoft
  • Tujuan: mencuri file dari SharePoint, OneDrive, dan Exchange Online
  • Kampanye berlangsung sejak Mei, melibatkan Cordial Spider dan Storm-3121

Telset.id – Microsoft memperingatkan adanya kampanye phishing canggih yang menargetkan akun cloud dengan menipu pengguna agar memperbarui passkey melalui panggilan telepon IT palsu. Serangan ini bertujuan mencuri akses ke file sensitif dan data email dari layanan seperti SharePoint, OneDrive, dan Microsoft Exchange Online.

Menurut laporan Microsoft, pelaku ancaman melakukan riset mendalam sebelum menyerang. Mereka mengumpulkan informasi tentang target, termasuk tempat kerja, posisi, dan nomor telepon pribadi. Setelah data terkumpul, serangan dimulai dengan panggilan telepon yang mengaku sebagai help desk IT organisasi korban.

Dalam panggilan tersebut, korban diberitahu bahwa mereka perlu segera memperbarui passkey atau MFA untuk menghindari gangguan operasional. Setelah panggilan, korban menerima pesan SMS berisi tautan untuk memperbarui konfigurasi keamanan. Halaman web yang muncul menyerupai halaman login Microsoft yang sah, namun sebenarnya adalah situs berbahaya yang telah dibangun sebelumnya.

Situs tersebut menggunakan teknik adversary-in-the-middle (AitM) untuk mendapatkan akses atas nama pelaku atau menangkap kredensial. Microsoft menyatakan bahwa pelaku tampaknya berinvestasi besar dalam riset pra-serangan, kemungkinan mengumpulkan informasi tentang karyawan dan struktur organisasi dari sumber publik seperti platform jejaring sosial dan profil profesional.

Dalam sejumlah kecil kasus, pelaku memanfaatkan akun yang sudah dikompromikan untuk memperluas jangkauan mereka dengan mengirim pesan bertema passkey serupa melalui Microsoft Teams. Kampanye ini dilaporkan masih berlangsung setidaknya sejak Mei tahun ini, meskipun Microsoft tidak merinci jumlah korban.

Tujuan utama serangan ini adalah mengeksfiltrasi file dari SharePoint dan OneDrive, serta data email dari Microsoft Exchange Online. Microsoft juga tidak mengaitkan kampanye ini dengan aktor ancaman tertentu, namun menyebut ada banyak kolektif yang terlibat dalam kampanye serupa, termasuk Cordial Spider, Storm-3121, dan lainnya.

Serangan ini menunjukkan bahwa meskipun passkey telah membuat pencurian kata sandi menjadi usang, pelaku kejahatan siber terus beradaptasi dengan menipu pengguna agar melakukan autentikasi di komputer yang dikendalikan penyerang. Microsoft merekomendasikan penggunaan MFA yang tahan phishing untuk melindungi akun cloud dari ancaman semacam ini.

Pengguna Microsoft 365 diminta waspada terhadap panggilan tak terduga yang mengaku dari IT help desk dan tidak mengklik tautan mencurigakan yang diterima melalui SMS atau pesan instan. Verifikasi langsung ke departemen IT resmi organisasi menjadi langkah penting untuk menghindari menjadi korban.

Dalam konteks keamanan siber yang terus berkembang, Microsoft juga aktif merilis berbagai pembaruan untuk meningkatkan perlindungan pengguna. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan Update Windows 11 yang memperbaiki sejumlah bug Bluetooth, serta menghadirkan fitur Cloud Rebuild yang memungkinkan reinstall Windows 11 tanpa USB.

Selain itu, Microsoft juga berkomitmen untuk menjaga privasi pengguna dengan tidak menggunakan Data Sekolah untuk melatih model AI mereka. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam menghadapi tantangan keamanan dan privasi di era digital.

Kampanye phishing passkey ini menjadi pengingat bagi organisasi dan individu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap taktik rekayasa sosial yang semakin canggih. Pelaku tidak lagi hanya mengandalkan email phishing massal, tetapi juga memanfaatkan panggilan telepon dan pesan langsung untuk membangun kepercayaan sebelum melancarkan serangan.

Microsoft menekankan pentingnya edukasi karyawan tentang prosedur keamanan yang benar dan penerapan lapisan pertahanan tambahan seperti MFA yang tahan phishing. Dengan meningkatnya kompleksitas serangan, kolaborasi antara vendor keamanan, organisasi, dan pengguna menjadi kunci untuk melindungi data sensitif dari ancaman siber yang terus berkembang.

[ META_DESCRIPTION]
Microsoft memperingatkan kampanye phishing passkey canggih yang menipu pengguna via panggilan IT palsu untuk mencuri akses akun cloud dan file sensitif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.