Telset.id – Microsoft terus melanjutkan kampanye perbaikan Windows 11 yang memasuki enam bulan berjalan. Sejumlah perbaikan teknis sudah mulai terlihat, mulai dari optimalisasi memori hingga peningkatan fitur pencarian, tetapi sejumlah kelalaian mendasar masih belum tersentuh. Laporan evaluasi ini menyoroti lima hal yang sudah dilakukan Microsoft dengan baik dan tiga kelalaian besar yang masih harus segera ditangani pada 2026.
Perbaikan Windows 11 menjadi sorotan karena sistem operasi ini masih menyisakan sejumlah masalah yang dikeluhkan pengguna. Microsoft sendiri telah mengumumkan sejumlah target perbaikan sejak Agustus, termasuk salah satunya adalah optimalisasi performa untuk perangkat dengan memori terbatas. Langkah ini dinilai penting mengingat Windows 11 masih menjadi sistem operasi yang paling banyak digunakan pada laptop dan PC di pasar global.
Evaluasi ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama membahas lima kemajuan yang sudah diraih Microsoft dalam upayanya memperbaiki Windows 11. Bagian kedua mengupas tiga kelalaian yang hingga kini belum juga ditangani, meski menjadi keluhan utama para pengguna.
Lima Kemajuan Microsoft dalam Perbaikan Windows 11
Microsoft telah menunjukkan sejumlah perbaikan konkret terhadap Windows 11. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai dirasakan pengguna, sementara yang lain masih dalam tahap pengujian. Berikut lima poin utama yang sudah dilakukan Microsoft.
1. Optimalisasi performa untuk perangkat 8GB RAM
Microsoft menyadari bahwa PC dengan RAM 8GB sering kali memberikan pengalaman yang kurang ideal saat menjalankan Windows 11, meski kapasitas tersebut secara resmi memenuhi syarat sistem. Bahkan, 4GB disebut sebagai batas minimum resmi, tetapi sangat tidak direkomendasikan. Kondisi ini menjadi lebih relevan karena krisis RAM yang sedang berlangsung membuat produsen laptop semakin sering mengandalkan konfigurasi 8GB, sebab kapasitas 16GB dinilai terlalu mahal.
Pada Agustus, Microsoft mengumumkan bahwa salah satu tujuan perbaikan Windows 11 adalah optimalisasi memori untuk perangkat 8GB dan semua konfigurasi RAM. Microsoft menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah “mengurangi jejak memori Windows untuk menghadirkan pengalaman Windows yang cepat dan responsif di seluruh PC yang digunakan pelanggan setiap hari.” Bukti awal peningkatan performa pun sudah mulai terlihat, termasuk pemuatan aplikasi yang lebih cepat, tidak hanya pada menu Windows.

2. Peningkatan kecepatan di berbagai aspek
Selain optimalisasi RAM, Microsoft juga mengumumkan rencana untuk mempercepat waktu booting. Perbaikan ini mencakup boot yang lebih cepat serta proses login melalui Windows Hello yang lebih responsif, sehingga pengguna dapat mencapai desktop jauh lebih cepat. Windows 11 sendiri sebenarnya sudah cukup cepat dalam hal booting, tetapi peningkatan ini tetap menjadi nilai tambah. Microsoft juga menyederhanakan dan mempercepat proses setup Windows 11.
3. Perbaikan fitur pencarian
Fitur pencarian Windows 11 selama ini dinilai kurang memuaskan, dan Microsoft telah mengakui hal tersebut. Sejumlah perbaikan pun dilakukan, termasuk kemampuan menemukan file dengan nama gabungan yang panjang, penanganan typo yang lebih baik, serta menampilkan hasil yang mungkin relevan setelah pengguna mengetik dua karakter saja. Perubahan terpenting adalah kemampuan untuk mematikan hasil pencarian web. Situs-situs yang muncul dalam daftar hasil pencarian kini bisa dimatikan, begitu pula saran dari Microsoft Store. Fitur pencarian pun menjadi lebih rapi dan berguna.
4. Perbaikan menu klik kanan
Menu konteks yang muncul saat pengguna mengklik kanan file atau folder juga mendapat peningkatan besar. Microsoft merapikan daftar opsi yang panjang agar tampil lebih bersih, dengan memangkas sejumlah item dari tampilan default. Menu klik kanan juga disetel agar lebih cepat dimuat, dan ada pilihan untuk mengembalikan tata letaknya seperti pada Windows 10. Perubahan ini disebut sebagai langkah yang sudah lama dinantikan.

5. Penguatan privasi
Meski tergolong perubahan kecil, Microsoft akhirnya mengizinkan pengguna Windows 11 untuk mengatur kontrol privasi pada setiap aplikasi yang terpasang. Saat ini, pengaturan tersebut hanya tersedia untuk aplikasi dari Microsoft Store, sedangkan aplikasi desktop (Win32) lainnya hanya memiliki satu tombol utama untuk mengizinkan atau memblokir akses kamera dan mikrofon. Artinya, pengguna hanya bisa mengizinkan semua aplikasi atau tidak sama sekali. Dengan perubahan yang sedang diuji ini, pengguna dapat menyesuaikan opsi privasi untuk masing-masing aplikasi.
Baca Juga:
Tiga Kelalaian yang Belum Ditangani Microsoft
Di balik sejumlah kemajuan tersebut, masih ada tiga kelalaian besar yang belum ditangani Microsoft. Ketiganya menjadi keluhan utama pengguna dan dinilai perlu segera diperbaiki jika kampanye perbaikan Windows 11 ingin dianggap berhasil.
1. Jaminan kualitas (quality assurance)
Windows 11 masih memiliki terlalu banyak bug yang muncul dengan frekuensi mengganggu. Mulai dari fitur backup yang rusak hingga audio yang terganggu akibat pembaruan Windows, semuanya terjadi pada bulan lalu. Windows memang sistem operasi yang kompleks dengan banyak konfigurasi perangkat keras dan fitur warisan yang harus dijaga. Meski demikian, tingkat bug yang muncul, termasuk yang cukup serius, dinilai belum memadai. Microsoft perlu mengevaluasi proses quality assurance dan pengujiannya, namun hingga kini belum ada informasi mengenai perbaikan di sisi ini.
Jika ada dua hal yang paling ingin diperbaiki pengguna, mayoritas kemungkinan akan menjawab performa dan bug. Microsoft sudah menangani masalah performa, tetapi bagaimana dengan glitch yang masih lolos ke versi rilis sistem operasi?

2. Mengurangi promosi
Kabar baiknya, Microsoft telah melunak di beberapa area terkait “rekomendasi” yang tersebar di Windows 11, yang sebagian di antaranya merupakan iklan terselubung. Panel widget kini menjadi tempat yang jauh lebih tenang dan tidak dipenuhi iklan. Meski demikian, Microsoft masih perlu melangkah lebih jauh dan berkomunikasi lebih baik dengan departemen pemasarannya agar kejadian seperti iklan satu halaman penuh Harry Potter tidak terulang. Iklan tersebut memang disajikan melalui aplikasi Bing Wallpaper yang tidak terpasang secara default di Windows 11, tetapi tetap menjadi contoh kelebihan promosi yang seharusnya tidak terjadi di Microsoft.
3. Opsi akun lokal
Microsoft masih diminta untuk mengembalikan opsi menginstal Windows 11 dengan akun lokal, alih-alih memaksa sistem operasi untuk terhubung ke Microsoft Account selama proses setup. Ada petunjuk awal tahun ini bahwa hal tersebut mungkin terjadi, tetapi belum ada penyesuaian pada proses instalasi Windows 11 yang mendekati opsi ini. Mengingat sejauh mana Microsoft mencegah berbagai cara untuk menghindari persyaratan Microsoft Account, opsi akun lokal tampaknya tidak akan menjadi bagian dari upaya perbaikan Windows 11. Padahal, jika Microsoft ingin mengambil hati pengguna, langkah ini relatif lebih mudah dibandingkan dua perubahan sebelumnya.
Secara keseluruhan, perjalanan perbaikan Windows 11 masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Microsoft telah menunjukkan komitmen pada sejumlah aspek teknis, tetapi kelalaian pada kualitas, promosi berlebihan, dan opsi akun lokal masih menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan pada 2026.

Bagi pengguna yang mengandalkan Windows 11 untuk produktivitas harian, perkembangan ini patut dicermati. Perbaikan performa dan pencarian menjadi nilai tambah, sementara kelalaian pada bug dan promosi masih menjadi ganjalan yang belum terselesaikan.





Komentar
Belum ada komentar.