šŸ“‘ Daftar Isi

Meta VR Glasses dan Xreal Aura, dua kacamata spatial computing yang bersaing di pasar VR dan AR 2027

Meta VR Glasses Siap Lawan Xreal Aura di Pasar Spatial Computing 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • Meta VR Glasses meluncur musim semi 2027 seharga $1.299, Xreal Aura hadir sebelum akhir 2026
  • Keduanya memakai chip Snapdragon Reality Elite dan field of view 70 derajat
  • Meta unggul di layar MicroOLED, eye tracking, dan hand tracking
  • Xreal Aura unggul di Android XR, Gemini, dan konektivitas perangkat lain
  • Baterai kedua perangkat hanya sekitar tiga jam

Telset.id – Meta resmi memperkenalkan Meta VR Glasses sebagai perangkat spatial computing yang diklaim menghadirkan pengalaman virtual reality dalam bentuk kacamata ringan, dan kehadirannya langsung berhadapan dengan Xreal Aura besutan Google dan Xreal. Dua perangkat ini sama-sama menggabungkan kacamata dengan puck komputasi terpisah, dan keduanya diprediksi menjadi penentu arah pasar VR serta AR di 2027.

Meta VR Glasses diumumkan pada ajang Meta Connect 2026, tetapi baru akan dijual pada musim semi 2027 dengan harga $1.299. Sementara itu, Xreal Aura yang dikembangkan lewat Project Aura bersama Google dijadwalkan meluncur sebelum akhir 2026, meski harganya belum dikonfirmasi secara resmi. Keduanya menyasar segmen yang sama: pengguna yang ingin merasakan VR tanpa harus memakai headset besar yang membebani kepala.

Dari sisi spesifikasi, Meta VR Glasses dan Xreal Aura nyaris kembar. Keduanya memakai chip Snapdragon Reality Elite, menawarkan field of view 70 derajat, dan mengandalkan puck yang menyimpan baterai serta CPU. Perbedaannya terletak pada sistem operasi dan desain. Meta VR Glasses berjalan di Meta OS dengan bobot sekitar 100 gram, sedangkan Xreal Aura memakai Android XR dengan bobot di atas 95 gram.

Di Mana Meta VR Glasses Unggul

Keunggulan utama Meta VR Glasses terletak pada kualitas tampilan. Perangkat ini memakai layar MicroOLED yang dinilai sangat tajam tanpa edge blurring, berbeda dengan Xreal Aura yang masih memperlihatkan sedikit kabur di tepi layar. Meta juga mengklaim kacamatanya sudah tersertifikasi Dolby Vision, Dolby Color, dan IMAX, sehingga terasa optimal saat dipakai menonton film maupun konten 3D.

Soal pelacakan, pengalaman Meta di bidang VR terlihat jelas. Meta VR Glasses dibekali empat sensor untuk hand tracking dan eye tracking, plus face tracking. Pengguna bisa memilih ikon hanya dengan memandangnya, dan sensor eksternal tetap bisa membaca gerakan tangan meski tangan sedang beristirahat di pangkuan. Xreal Aura masih memerlukan gerakan meraih ke depan untuk mencubit objek virtual, dan kontrol gesturnya sesekali terasa lag atau gagal menangkap gerakan pinch.

Desainnya juga dinilai lebih menarik. Meta VR Glasses tampil beda dari kacamata AR pada umumnya, sementara Xreal Aura bentuknya mirip dengan Xreal One Pro, Viture Beast, atau RayNeo Air Pro 4. Meski begitu, Meta VR Glasses belum tentu lolos untuk dipakai di tempat publik seperti bar, sedangkan Xreal Aura lebih mungkin diterima secara sosial.

Keunggulan Xreal Aura dan Catatan untuk Keduanya

Xreal Aura menang di sisi software dan AI berkat kemitraan dengan Google. Perangkat ini memakai Android XR, sehingga pengembang Android bisa membangun lebih banyak aplikasi dan pengalaman untuknya. Gemini juga dinilai sebagai platform AI yang lebih matang dibandingkan Muse AI milik Meta. Gemini Live disebut mampu memberi saran real-time di dunia nyata, bukan sekadar panduan berbasis kamera seperti pada Ray-Ban Meta.

Konektivitas menjadi nilai tambah lain. Xreal sudah bertahun-tahun membuat kacamata AR-nya kompatibel dengan perangkat lain seperti Steam Deck, bahkan Nintendo Switch 2. Meta VR Glasses diklaim bisa terhubung ke perangkat lain, tetapi pengalaman itu belum terlihat banyak selain koneksi multi-window singkat ke laptop.

Meski begitu, Xreal Aura juga punya kelemahan. Harganya diprediksi mendekati atau bahkan melewati $1.000, dan pada kisaran harga itu kontrol gesturnya masih kalah dari Meta. Dua perangkat ini juga sama-sama bukan pengganti perangkat yang sudah ada. Keduanya bisa dipakai untuk bermain game atau menjadi perluasan monitor, tetapi daya tahan baterainya hanya sekitar tiga jam.

Untuk pengguna yang menginginkan pengalaman VR imersif, Meta VR Glasses berpotensi mengecewakan karena field of view 70 derajat dan desainnya yang ramping justru mengurangi sensasi menyelam ke dunia virtual. Sebagian pengguna sudah menyampaikan keluhan soal FOV dan tingkat imersi ini. Namun untuk ukuran kacamata pintar, 70 derajat adalah field of view terbesar di antara kacamata AR yang ada saat ini.

Harga tetap menjadi ganjalan utama. Meta VR Glasses dibanderol $1.299, dua kali lipat harga Meta Quest 3 dan tiga kali lipat Quest 3S, serta setara dengan versi high-end Steam Frame 1TB. Harga itu belum termasuk controller jika pengguna ingin memainkan game VR, meski Meta menjanjikan lebih dari 75 game dengan dukungan tangan yang akan hadir bersamaan dengan peluncuran kacamatanya pada musim semi 2027.

Jika dibandingkan dengan headset premium lain, harga Meta VR Glasses masih lebih terjangkau daripada Snap Specs yang dibanderol $2.195. Namun angka $1.299 tetap tergolong tinggi, terutama karena Meta sendiri tengah menghadapi kritik setelah melakukan pemangkasan besar-besaran di tim Reality Labs dan studio pengembang first-party, yang berujung pada pembatalan sejumlah proyek. Sejumlah studio VR pihak ketiga juga menutup atau mengurangi skala operasional setelah pengumuman tersebut.

Kendati demikian, kehadiran Meta VR Glasses dinilai sebagai titik balik bagi industri VR. Perangkat ini disebut-sebut sebagai penerus spiritual headset Quest yang dipelopori Meta dan Oculus, sekaligus mengembalikan istilah VR sebagai deskriptor yang lebih mudah dipahami dibandingkan MR atau XR. Meta VR Glasses juga disebut sebagai perangkat Project Phoenix, dan kebangkitan istilah VR itu dinilai sesuai dengan nama proyek tersebut.

Baik Meta VR Glasses maupun Xreal Aura sama-sama belum dirilis, sehingga masih banyak hal yang belum diketahui soal cara kerja dan perubahan setelah sesi hands-on. Pengembang di Meta Connect terlihat secara khusus mencari masukan, dan sejumlah masalah software diperkirakan akan diperbaiki sebelum peluncuran tahun depan. Keduanya tetap menjanjikan langkah besar menuju masa depan spatial computing dengan menjejalkan VR ke dalam kacamata AR yang dilengkapi AI dan sistem operasi mandiri.

Meta VR Glasses dijadwalkan meluncur pada musim semi 2027 dengan harga $1.299, sementara Xreal Aura diperkirakan hadir lebih dulu sebelum akhir 2026 dengan harga yang belum diumumkan. Bagi pasar Indonesia, belum ada keterangan resmi soal ketersediaan maupun harga lokal kedua perangkat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.